Mahasiswa UBSI Kampus Pontianak Dorong Digitalisasi UMKM Pondok Nieha melalui Pelatihan AI dan Smart Kasir
BSINews, Mempawah – Transformasi digital kini menjadi kebutuhan penting bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan daya saing di tengah perkembangan teknologi. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Program Studi Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak melaksanakan program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) pada Senin (1/6) di UMKM Pondok Nieha, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh kelompok mahasiswa yang diketuai Siti Hafizah dengan anggota Tiara Sari, Femmy, dan Nieha Sumaya. Melalui kolaborasi tersebut, tim menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk membantu UMKM meningkatkan kualitas promosi digital sekaligus pengelolaan operasional usaha.
Program yang mengusung tema “Pelatihan Konten Kreatif Berbasis AI dan Pengembangan Smart Kasir untuk Mendukung Digitalisasi UMKM Pondok Nieha” ini menghadirkan solusi nyata melalui peningkatan kemampuan pemasaran digital sekaligus pengembangan sistem pendukung operasional usaha.
Bekali Pelaku UMKM Manfaatkan AI untuk Promosi Digital
Berdasarkan hasil observasi, tim menemukan bahwa Pondok Nieha sebelumnya belum memanfaatkan media sosial sebagai sarana promosi. Selain itu, proses pembuatan materi promosi masih dilakukan secara manual karena pemilik maupun karyawan belum mengenal pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) dalam mendukung pemasaran usaha.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memberikan pelatihan interaktif mengenai penggunaan teknologi AI, khususnya Google Gemini, untuk membantu peserta membuat ide promosi, menyusun caption pemasaran, menghasilkan visual pendukung, hingga menyusun konten promosi yang lebih menarik dan efisien.
Pelatihan tersebut tidak hanya diikuti oleh pemilik dan karyawan Pondok Nieha, tetapi juga melibatkan pelaku UMKM di sekitar lokasi kegiatan. Peserta memperoleh kesempatan untuk mempraktikkan secara langsung penggunaan AI sehingga mampu menghasilkan contoh konten promosi yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan usaha masing-masing.
Tiara Sari, selaku instruktur materi AI, menjelaskan bahwa teknologi kecerdasan buatan dapat menjadi solusi yang mudah diakses oleh pelaku UMKM untuk meningkatkan kualitas promosi digital.
“Kami ingin menghadirkan pengabdian yang tidak hanya bersifat edukatif, tetapi juga memberikan solusi yang dapat langsung diterapkan oleh mitra. Melalui pemanfaatan Artificial Intelligence, pelaku UMKM dapat membuat konten promosi yang lebih menarik, cepat, dan efisien tanpa harus memiliki kemampuan desain yang kompleks. Kami berharap ilmu yang dibagikan dalam kegiatan ini menjadi langkah awal bagi Pondok Nieha dan UMKM lainnya untuk lebih percaya diri memanfaatkan teknologi digital dalam mengembangkan usahanya,” ujar Tiara dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6).
Hasil evaluasi menunjukkan sebagian besar peserta berhasil memahami dasar-dasar penggunaan AI dan mampu membuat konten promosi secara mandiri. Peningkatan keterampilan tersebut diharapkan menjadi bekal bagi UMKM untuk memperluas jangkauan pemasaran melalui platform digital.
Kembangkan Prototipe Smart Kasir untuk Tingkatkan Efisiensi Operasional
Selain memberikan pelatihan AI, tim PKM juga mengembangkan desain antarmuka (UI/UX) prototipe Smart Kasir yang dirancang sesuai kebutuhan operasional Pondok Nieha.
Sebelum program dilaksanakan, proses transaksi di mitra masih dilakukan menggunakan pencatatan manual dan perhitungan dengan kalkulator sehingga berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan serta menyulitkan proses rekapitulasi penjualan.
Melalui pengembangan prototipe Smart Kasir, mahasiswa memperkenalkan konsep digitalisasi transaksi yang lebih terstruktur. Rancangan sistem tersebut kemudian didemonstrasikan kepada pemilik usaha untuk memperoleh masukan mengenai tampilan antarmuka, alur penggunaan, dan fitur-fitur yang dibutuhkan dalam operasional sehari-hari.
Masukan dari mitra menjadi dasar penyempurnaan sistem pada tahap pengembangan berikutnya sehingga aplikasi yang dihasilkan nantinya benar-benar sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Program ini juga dilengkapi dengan evaluasi pelaksanaan kegiatan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta terhadap materi pelatihan sekaligus menghimpun umpan balik mengenai pengembangan Smart Kasir. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta dalam memanfaatkan AI serta dukungan positif dari mitra terhadap pengembangan sistem digital yang dirancang.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan mitra, kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menjadi langkah nyata dalam mendorong transformasi digital UMKM, baik dari sisi pemasaran maupun pengelolaan operasional usaha. Inisiatif yang dihadirkan UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi pelaku UMKM melalui peningkatan keterampilan digital, produktivitas, kualitas pelayanan, serta daya saing usaha di era digital.