BSINews, Jakarta – Sebanyak 102 mahasiswa Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) baru saja menyelesaikan rangkaian kegiatan bootcamp bertajuk “FutureCode: AI-Driven Software Engineering”.
Kegiatan kolaboratif dan praktis yang berlangsung pada Kamis (2/7) sampai dengan Jumat (3/7) di Hotel Asyana Bogor ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan pengembangan perangkat lunak yang relevan dengan kebutuhan industri digital, serta mendorong lahirnya proyek-proyek inovatif berbasis kecerdasan buatan (AI).
Baca juga : Mahasiswa UBSI Kampus Bogor dan Cilebut Raih Juara 3 IT Bootcamp Software Development for Industry 2026
Bootcamp yang menjadi penutup rangkaian kegiatan FTI UBSI ini tidak hanya berfokus pada transfer pengetahuan, tetapi juga mengarahkan peserta untuk terlibat aktif dalam seluruh tahapan pengembangan perangkat lunak. Mulai dari pembentukan tim, pembentukan ide aplikasi, pengerjaan proyek, hingga presentasi hasil karya di hadapan pemateri dan panitia.
“Kami sangat mendorong mahasiswa untuk serius dalam mengembangkan project bootcamp ini,” ujar Dekan FTI UBSI, Rachmat Adi Purnama, M.Kom. saat membuka acara.
“Proyek yang dihasilkan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan ini saja, tetapi dapat dilanjutkan menjadi karya berprestasi, portofolio, atau bahkan dikembangkan sebagai dasar penelitian skripsi.”
Selama dua hari penuh, para peserta mendapatkan materi yang padat dan aplikatif. Sesi penting disampaikan oleh Fauzan Azimaa Sa’ban dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang menyoroti krusialnya aspek keamanan dalam pengembangan aplikasi.
Sesi ini dikemas secara interaktif melalui permainan dan praktik langsung untuk menguji pemahaman peserta mengenai kerentanan website. Dilanjutkan dengan materi dari Andriansah, M.Kom mengenai pentingnya penerapan UI/UX yang baik untuk menciptakan pengalaman pengguna yang optimal.
Pengetahuan tentang teknik presentasi yang efektif pun turut dibagikan oleh Raham Ningsih, M.Kom, agar mahasiswa mampu menyampaikan gagasan dan hasil proyek secara profesional.
Puncak kegiatan adalah presentasi proyek-proyek inovatif yang dihasilkan oleh mahasiswa. Di antara berbagai karya yang dipamerkan, tiga proyek berhasil menonjol berkat potensi dan relevansinya dengan permasalahan masyarakat.
Baca juga: Koding Itu Mudah, Ego yang Sulit: Bootcamp IT UBSI Buktikan Kolaborasi Kunci Kesuksesan
Proyek tersebut meliputi Titik Aman, sebuah sistem informasi yang berfungsi untuk mitigasi banjir dan navigasi jalur evakuasi Titip-KRL, aplikasi yang dirancang untuk memantau barang hilang dan ditemukan di lingkungan Kereta Rel Listrik (KRL) serta Sambung Pangan, sebuah inisiatif aplikasi yang menghubungkan sampah makanan dengan pengolah makanan untuk dijadikan pakan ternak.
Melalui inisiatif seperti bootcamp “FutureCode” ini, FTI UBSI menegaskan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir kreatif, kolaboratif, serta peka terhadap kebutuhan masyarakat.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berinovasi untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan industri digital dan berkontribusi nyata melalui solusi-solusi teknologi yang relevan.