Mahasiswa Prodi Sistem Informasi Akuntansi UBSI Kampus Pontianak Dalami Dunia Kerja Lewat Kunjungan Industri ke PT Burnian Nitya Lavanya
BSINews, Pontianak — Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan dunia industri, mahasiswa tidak lagi cukup hanya mengandalkan teori yang diperoleh di ruang kelas. Pengalaman belajar langsung di lingkungan kerja menjadi bekal penting untuk memahami tantangan, budaya profesional, serta kompetensi yang dibutuhkan di era transformasi digital. Berangkat dari semangat tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak terus berkomitmen membekali Mahasiswa Prodi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) dengan pengalaman belajar yang relevan dengan kebutuhan industri. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Kunjungan Industri ke PT Burnian Nitya Lavanya, Pontianak, yang dilaksanakan pada Kamis (9/7) pukul 08.00-14.00 WIB.
UBSI Kampus Pontianak Bekali Mahasiswa Hadapi Dunia Kerja Lewat Kunjungan Industri ke PT Burnian Nitya Lavanya
Kegiatan yang diikuti mahasiswa Program Studi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) ini bertujuan memberikan gambaran nyata mengenai dunia kerja sekaligus memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap implementasi ilmu yang dipelajari di bangku perkuliahan. Melalui kunjungan industri, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan mengenai proses bisnis perusahaan, tetapi juga memahami kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan di era transformasi digital.
Kunjungan Industri tersebut didampingi oleh Kepala Kaprodi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) UBSI kampus Pontianak, Raja Sabarudin, serta dosen pendamping, Wanty Eka Jayanti. Dalam kegiatan ini, mahasiswa juga mendapatkan materi langsung dari dua narasumber PT Burnian Nitya Lavanya, yakni Tamam dan Kemal, yang membagikan pengalaman serta praktik kerja di lingkungan industri.
Raja Sabarudin menjelaskan bahwa kegiatan kunjungan industri merupakan bagian dari proses pembelajaran yang menghubungkan teori di kelas dengan praktik di dunia kerja.
“Kami ingin mahasiswa memperoleh pengalaman secara langsung mengenai bagaimana dunia industri bekerja. Dengan demikian, mereka memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai kompetensi yang harus dipersiapkan sejak masih berada di bangku kuliah,” ujarnya dalam keterangan pers pada Kamis (9/7).
Sementara itu, Wanty Eka Jayanti menilai bahwa pengalaman belajar di luar kelas menjadi salah satu cara efektif untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia profesional.
“Kegiatan seperti ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk melihat secara langsung budaya kerja, proses bisnis, hingga tantangan yang dihadapi perusahaan. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting sebelum mereka memasuki dunia kerja,” katanya.
Dalam sesi pemaparan materi, Tamam menjelaskan berbagai proses operasional perusahaan serta pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perubahan dunia kerja yang terus berkembang. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi dan karakter yang kuat.
“Dunia kerja saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memiliki kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, serta mampu bekerja sama dalam tim. Karena itu, mahasiswa perlu mempersiapkan diri sejak dini agar mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang,” ujar Tamam.
Sementara itu, Kemal mengajak mahasiswa untuk terus meningkatkan kompetensi melalui pengalaman, keterampilan, dan pemanfaatan teknologi digital secara positif sebagai bekal memasuki dunia profesional.
“Mahasiswa harus mulai membangun kompetensi sejak masih kuliah, baik melalui pengalaman organisasi, sertifikasi, maupun penguasaan teknologi digital. Bekal tersebut akan menjadi nilai tambah ketika memasuki dunia kerja. Sebab pada akhirnya, belajar bukan sekadar tentang mengikuti perkembangan teknologi, melainkan tentang bagaimana memahami dinamika dan kesiapan di dunia kerja yang sesungguhnya,” ungkapnya.
Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang kegiatan berlangsung. Mereka aktif berdiskusi dan mengajukan berbagai pertanyaan mengenai tantangan dunia kerja, peluang karier, hingga keterampilan yang dibutuhkan oleh perusahaan di masa depan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai kebutuhan industri sekaligus termotivasi untuk terus meningkatkan kompetensi akademik maupun nonakademik.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus menghadirkan pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan dunia industri melalui berbagai program kolaborasi, salah satunya kunjungan industri. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam mencetak lulusan yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja di era digital.
Sebab pada akhirnya, belajar bukan sekadar tentang mengikuti perkembangan teknologi, melainkan tentang bagaimana memahami dinamika dan kesiapan di dunia kerja yang sesungguhnya. (Indari)