Mahasiswa Sistem Informasi UBSI Rancang Sistem Operasional TPS 219X, Dukung Digitalisasi Pengelolaan Kontainer di Pelabuhan

0 9

BSINews, Jakarta – Mahasiswa Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menghadirkan inovasi yang menjawab kebutuhan dunia industri. Melalui penelitian tugas akhir, Arif Hamzah Batubara berhasil merancang Sistem Informasi Operasional TPS 219X berbasis web untuk mendukung digitalisasi pengelolaan aktivitas kontainer di Tempat Penumpukan Sementara (TPS) 219X yang dikelola PT IPC Terminal Petikemas, Jakarta Utara pada Kamis (16/7).

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses operasional di lapangan yang masih mengandalkan pencatatan manual menggunakan Tally Form, Receiving Card, kartu fisik, surat jalan, hingga dokumen Microsoft Excel yang terpisah. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan human error, memperlambat proses administrasi, serta menyulitkan pemantauan data secara real-time.

Baca juga: Mahasiswa Sistem Informasi UBSI Serahkan Aplikasi BKK dan Tracer Study Berbasis Web untuk SMK Teratai Putih Global 4 Kota Bekasi

Sebagai solusi, Arif mengembangkan sistem berbasis Laravel dengan dukungan basis data MySQL yang mampu mengintegrasikan seluruh proses operasional dalam satu platform digital. Sistem ini dirancang untuk mendukung seluruh siklus kegiatan gate in dan gate out, mulai dari receiving, placement, relokasi, delivery, pick up, hingga gate out.

Arif menjelaskan bahwa sistem yang dikembangkannya dirancang berdasarkan kebutuhan operasional nyata di lapangan dengan mengacu pada tata letak penumpukan kontainer di TPS 219X.

“Sistem ini saya rancang supaya seluruh pencatatan yang tadinya manual dan tersebar di banyak dokumen bisa terintegrasi dalam satu platform. Operator, admin, hingga planner bisa mengakses data yang sama secara real-time, jadi laporan lebih akurat dan lebih cepat dibuat,” ujar Arif dalam keterangan rilis yang diterima pada Kamis (16/7).

Sistem yang diberi nama TPS 219X tersebut dilengkapi empat tingkat hak akses pengguna, yakni Superuser, Admin, Operator, dan Planner, sehingga setiap pengguna memperoleh akses sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.
Salah satu fitur unggulan yang dikembangkan adalah peta visual yard interaktif dengan struktur Blok-Slot-Row-Tier. Melalui fitur ini, operator dapat melakukan proses placement kontainer secara langsung pada peta digital dengan validasi otomatis serta indikator warna yang menunjukkan tingkat okupansi setiap slot.

Selain itu, sistem juga menyediakan berbagai fitur pendukung, seperti pemantauan Yard Occupancy Ratio (YOR) secara real-time, modul laporan operasional yang mencakup laporan alat, produksi, dan posisi kontainer, fitur ekspor laporan ke format Excel maupun PDF, modul booking request bagi planner, hingga fasilitas recovery dan pembatalan data untuk memperbaiki kesalahan pencatatan tanpa menghilangkan riwayat transaksi.

Untuk memastikan kualitas aplikasi, seluruh fungsi sistem telah melalui Black Box Testing terhadap 22 skenario pengujian. Hasilnya menunjukkan seluruh skenario berjalan sesuai kebutuhan fungsional yang telah ditetapkan.

Dosen Pembimbing tugas akhir, Dinda Ayu Muthia mengapresiasi proses penelitian yang dilakukan Arif karena mampu menerapkan tahapan pengembangan perangkat lunak secara sistematis.

“Arif menunjukkan pemahaman yang baik terhadap kebutuhan operasional lapangan sebelum merancang sistemnya. Prosesnya dilakukan bertahap dari analisis kebutuhan sampai pengujian, sesuai kaidah pengembangan perangkat lunak yang benar. Semoga hasil rancangan ini bisa memberi manfaat nyata bagi pengelolaan operasional TPS 219X,” tutur Dinda dalam keterangan rilis yang diterima pada Kamis (16/7).

Penelitian ini juga mendapat pendampingan dari Siti Nurajizah. selaku Dosen Pembimbing tugas akhir kedua serta dukungan data dan proses riset dari Area Terminal Support (ATS) PT IPC Terminal Petikemas, sehingga rancangan sistem disusun berdasarkan kebutuhan operasional yang sesungguhnya.

Ke depan, Arif berencana mengembangkan sistem dengan menambahkan fitur notifikasi otomatis melalui email maupun WhatsApp Gateway setiap terjadi perubahan status kontainer. Selain itu, ia juga mengusulkan visualisasi yard tiga dimensi (3D) agar operator lebih mudah memantau kondisi lapangan secara visual.

Baca juga: Siap Hadapi Sertifikasi Industri, Mahasiswa Sistem Informasi UBSI Digembleng Lewat Workshop Basis Data

Melalui penelitian ini, UBSI kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi digital yang aplikatif bagi dunia industri. Inovasi seperti Sistem Informasi Operasional TPS 219X menjadi bukti bahwa mahasiswa UBSI mampu menjawab tantangan transformasi digital di sektor logistik dan kepelabuhanan yang menuntut efisiensi, akurasi, dan kecepatan pengelolaan data.

Bagi calon mahasiswa yang ingin mengembangkan kompetensi di bidang sistem informasi, rekayasa perangkat lunak, dan transformasi digital melalui pembelajaran berbasis proyek nyata, UBSI membuka Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Informasi lengkap mengenai pendaftaran dapat diakses melalui https://pmbubsi.id.

Leave A Reply

Your email address will not be published.