Siap Hadapi Sertifikasi Industri, Mahasiswa Sistem Informasi UBSI Digembleng Lewat Workshop Basis Data

0 8

BSINews, Jakarta- Workshop Uji Kompetensi Sistem Basis Data UBSI yang diselenggarakan Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi sertifikasi kompetensi berbasis industri. Kegiatan yang berlangsung secara daring pada Selasa (8/7/2026) ini diikuti mahasiswa semester dua sebagai pembekalan untuk meningkatkan kesiapan menghadapi tuntutan dunia kerja di bidang teknologi informasi.

Baca juga: Workshop ERP UBSI Bekali Mahasiswa Prodi Sistem Informasi Hadapi Sertifikasi dan Dunia Industri

Sebagai Kampus Digital Kreatif, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Melalui workshop ini, mahasiswa dibekali kompetensi teknis sekaligus wawasan mengenai standar profesi yang dibutuhkan dunia kerja sehingga siap bersaing di era transformasi digital.

Workshop dipandu oleh Nining Suryani sebagai moderator dan menghadirkan Peter J. Kambey, Head of Executive PHP Indonesia Community sekaligus IT Manager PT Verra Inter Pangan, sebagai narasumber. Selama lebih dari dua jam, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya penguasaan sistem basis data, strategi menghadapi uji kompetensi, serta kompetensi yang menjadi kebutuhan utama industri teknologi informasi.

Dalam pemaparannya, Peter J. Kambey menegaskan bahwa kemampuan mengelola sistem basis data merupakan kompetensi fundamental yang harus dimiliki oleh calon profesional di bidang teknologi informasi.

“Uji kompetensi bukan sekadar mengukur kemampuan akademik, tetapi juga menguji bagaimana peserta mampu menerapkan pengetahuan tersebut untuk menyelesaikan permasalahan yang nyata di dunia industri. Oleh karena itu, mahasiswa perlu membangun pemahaman konsep sekaligus memperkuat kemampuan praktik,” ujar Peter J. Kambey.

Ia juga menjelaskan bahwa perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan Artificial Intelligence (AI), telah menjadi bagian penting dalam ekosistem pengembangan perangkat lunak. Menurutnya, AI dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran dan pendukung pengembangan solusi selama pengguna tetap memahami konsep, proses, serta hasil yang dihasilkan.

Workshop berlangsung interaktif dengan tingginya antusiasme peserta pada sesi diskusi. Mahasiswa mengajukan berbagai pertanyaan seputar penggunaan basis data yang bersumber dari GitHub, mekanisme pelaksanaan ujian dengan konsep open code, pemanfaatan ChatGPT dan AI dalam proses belajar maupun vibe coding, hingga teknis penyusunan tugas presentasi berbentuk video.

Menanggapi berbagai pertanyaan tersebut, Peter menjelaskan bahwa pemanfaatan AI dan referensi digital diperbolehkan sebagai sarana belajar sebelum pelaksanaan uji kompetensi. Sementara itu, penerapan konsep open code mengikuti ketentuan yang berlaku pada pelaksanaan ujian, sedangkan tugas presentasi dapat dikerjakan secara individu maupun kelompok dengan tetap mengedepankan kreativitas serta kualitas penyampaian materi.

Moderator kegiatan, Nining Suryani, mengatakan bahwa workshop ini merupakan bagian dari komitmen Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika dalam meningkatkan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif.

“Melalui workshop ini, kami berharap mahasiswa tidak hanya memahami mekanisme uji kompetensi, tetapi juga memiliki gambaran nyata mengenai kompetensi yang dibutuhkan industri. Pembekalan seperti ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesiapan mahasiswa sebelum mengikuti sertifikasi kompetensi,” ujar Nining Suryani.

Selain memberikan pemahaman mengenai mekanisme uji kompetensi, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir analitis, pemecahan masalah, serta keterampilan praktis dalam pengelolaan sistem basis data. Kompetensi tersebut menjadi salah satu kebutuhan utama di era transformasi digital yang menuntut lulusan perguruan tinggi memiliki kemampuan adaptif, inovatif, dan relevan dengan perkembangan industri.

Baca juga: 5 Daftar Kampus dengan Jurusan Sistem Informasi Akuntansi Terbaik di Tegal

Melalui penyelenggaraan Workshop Uji Kompetensi Sistem Basis Data ini, Universitas Bina Sarana Informatika kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak talenta digital yang profesional, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan industri. Diharapkan, mahasiswa tidak hanya sukses mengikuti sertifikasi kompetensi, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan teknologi informasi di berbagai sektor industri.

Leave A Reply

Your email address will not be published.