UBSI Perkuat Kesiapan Karier Mahasiswa Melalui Uji Basis Data Berbasis Industri
BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif melalui Program Studi Sistem Informasi dan Program Studi Teknologi Informasi Fakultas Teknik dan Informatika menyelenggarakan Uji Basis Data Berbasis Industri bekerja sama dengan PT Zahir Internasional pada Rabu (22/7). Kegiatan ini menjadi salah satu upaya kampus dalam memastikan kompetensi mahasiswa selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri digital.
Kolaborasi bersama PT Zahir Internasional menghadirkan pengalaman belajar yang mendekati kondisi kerja profesional.
Uji kompetensi tersebut diikuti oleh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi dan Program Studi Teknologi Informasi. Berbeda dengan ujian akademik pada umumnya, peserta diberikan studi kasus yang merepresentasikan permasalahan nyata di lingkungan industri. Mahasiswa dituntut mampu menganalisis kebutuhan, merancang struktur basis data, hingga menyusun solusi yang tepat sesuai standar profesional.
Setelah menyelesaikan studi kasus, setiap peserta mempresentasikan hasil analisis dan solusi yang telah dikembangkan di hadapan tim penguji dari PT Zahir Internasional. Selain kemampuan teknis, mahasiswa juga dinilai dari aspek berpikir analitis, kemampuan komunikasi, pemecahan masalah, serta kemampuan mempertanggungjawabkan solusi yang diusulkan sebagaimana proses yang lazim dilakukan di dunia kerja.
Baca juga: Jelang BSI Explore 2026, UBSI Kampus Tegal Perkuat Kompetensi Mahasiswa Lewat Pembekalan
Kolaborasi antara UBSI dan PT Zahir Internasional menjadi implementasi nyata pembelajaran berbasis industri (industry-based learning). Melalui keterlibatan praktisi industri sebagai penguji, mahasiswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih kontekstual sekaligus mendapatkan evaluasi yang relevan terhadap kompetensi yang dibutuhkan perusahaan saat ini.
Ketua Program Studi Sistem Informasi UBSI, Agus Junaidi, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menerapkannya dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi dunia industri.
“Melalui uji kompetensi berbasis studi kasus ini, mahasiswa dilatih untuk berpikir kritis, menyusun solusi yang tepat, serta mampu mempertanggungjawabkan hasil pekerjaannya sebagaimana yang akan mereka hadapi di lingkungan profesional. Kami ingin mereka memiliki pengalaman yang mendekati kondisi kerja sesungguhnya sebelum lulus,” ujarnya dalam keterangan rilis, Rabu (22/7).
Program Studi Sistem Informasi dan Program Studi Teknologi Informasi UBSI terus berkomitmen menghadirkan proses pembelajaran yang adaptif, kolaboratif, dan selaras dengan kebutuhan industri. Melalui berbagai kolaborasi dengan mitra profesional, kampus berupaya mencetak lulusan yang memiliki kompetensi teknis sekaligus kesiapan menghadapi tantangan transformasi digital.
Menutup keterangannya, Agus Junaidi berharap kegiatan serupa dapat terus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri sekaligus meningkatkan daya saing lulusan UBSI.
“Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kepercayaan diri mahasiswa sekaligus menjadi bekal berharga ketika memasuki dunia kerja. Sinergi antara perguruan tinggi dan industri akan terus kami perkuat untuk menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, adaptif, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan teknologi informasi di Indonesia,” tutupnya. (Niken)