Dari Skripsi Jadi Solusi, Mahasiswi UBSI Digitalisasi Operasional Cyberhair Salon

0 3

BSINews, Jakarta – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif kembali melahirkan inovasi melalui karya mahasiswanya. Putri Purnama Siwi, mahasiswi Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Informatika, berhasil mengembangkan sistem Point of Sales (POS) berbasis web untuk Cyberhair Salon sebagai bagian dari penelitian skripsinya yang dilaksanakan pada Senin (6/7).

Penelitian tersebut berangkat dari permasalahan operasional yang dihadapi Cyberhair Salon di Jakarta Selatan. Selama ini, proses pencatatan transaksi masih dilakukan secara manual menggunakan kalkulator sederhana sehingga membutuhkan waktu sekitar lima hingga tujuh menit per pelanggan. Selain itu, pencatatan komisi karyawan dan riwayat layanan pelanggan belum terdokumentasi secara terstruktur sehingga menyulitkan proses evaluasi.

Sistem POS berbasis web membantu mempercepat layanan sekaligus meningkatkan akurasi pengelolaan komisi dan data pelanggan.

Putri menjelaskan bahwa sistem POS yang banyak digunakan saat ini umumnya hanya berfokus pada transaksi penjualan, sementara kebutuhan salon memiliki karakteristik yang berbeda.

“Kesenjangan antara kebutuhan operasional salon dan kemampuan sistem POS yang tersedia menjadi titik awal penelitian ini. Saya ingin menghadirkan sistem yang tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mampu menghitung komisi stylist secara otomatis serta menyimpan riwayat layanan pelanggan secara lebih terstruktur,” ujarnya dalam keterangan rilis, Senin (6/7).

Baca juga: Karya Mahasiswa UBSI Dorong PT Madya Puji Rahayu Tinggalkan Sistem Inventori Manual

Sistem dikembangkan menggunakan metode Rapid Application Development (RAD) dengan bahasa pemrograman PHP Native dan basis data MySQL. Keunggulan utamanya terletak pada penerapan pendekatan rule-based untuk menghitung komisi stylist berdasarkan layanan yang diberikan. Selain mendukung transaksi, sistem juga dilengkapi fitur pengelolaan pelanggan, inventaris, Customer Relationship Management (CRM), hingga laporan performa stylist berdasarkan akumulasi komisi.

Hasil pengujian menunjukkan sistem mampu memangkas waktu transaksi menjadi sekitar tiga menit per pelanggan. Selain memperoleh nilai performa sebesar 97 dengan predikat “Sangat Baik”, seluruh fitur juga dinyatakan berjalan sesuai kebutuhan berdasarkan pengujian User Acceptance Testing (UAT) dan Black Box Testing.

Menutup keterangannya, Putri berharap inovasi yang dikembangkannya dapat memberikan manfaat bagi pelaku usaha jasa kecantikan sekaligus menjadi referensi pengembangan sistem serupa di masa mendatang.

“Saya berharap sistem ini dapat membantu pelaku usaha salon meningkatkan efisiensi operasional, mempermudah pengelolaan data, serta menjadi inspirasi bagi pengembangan solusi digital lainnya yang mampu menjawab kebutuhan industri jasa kecantikan di Indonesia,” tutup Putri. (Niken)

Leave A Reply

Your email address will not be published.