Atasi Pengelolaan Manual, Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Website Diterapkan di SMAN 5 Kabupaten Tangerang
BSINews, Tangerang — Transformasi digital terus membuka peluang bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengelolaan administrasi. Melalui karya tugas akhir, Tasya Khairun’nisa, mahasiswi Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, menghadirkan solusi digital berupa Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan Berbasis Website yang secara resmi diserahterimakan kepada Ketua Perpustakaan SMAN 5 Kabupaten Tangerang pada Rabu (15/7).
Atasi Pengelolaan Manual, Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Website Diterapkan di SMAN 5 Kabupaten Tangerang
Penyerahan aplikasi tersebut menjadi langkah awal dalam mendukung digitalisasi layanan perpustakaan di lingkungan SMAN 5 Kabupaten Tangerang. Sistem yang dikembangkan Tasya dirancang untuk membantu pihak sekolah mengelola berbagai aktivitas perpustakaan secara lebih terstruktur, cepat, dan efisien.
Aplikasi ini merupakan hasil pengembangan dari tugas akhir berjudul “Implementasi Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan Berbasis Website di SMAN 5 Kabupaten Tangerang”. Dalam proses penyusunannya, Tasya mendapatkan bimbingan dari Mochamad Nandi Susila selaku Dosen Pembimbing dan Imam Nawawi selaku Asisten Pembimbing. Riset dan pengembangan sistem dilakukan berdasarkan hasil observasi serta praktik kerja lapangan di perpustakaan SMAN 5 Kabupaten Tangerang yang berlangsung sejak akhir Juli hingga akhir Oktober 2025.
Pengembangan sistem tersebut berangkat dari kondisi pengelolaan perpustakaan yang sebelumnya masih dilakukan secara manual. Berbagai aktivitas, mulai dari pencatatan data anggota, log kunjungan, transaksi peminjaman dan pengembalian buku, hingga penyusunan laporan sirkulasi masih membutuhkan proses pencatatan dan rekapitulasi secara manual.
Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesalahan pencatatan, risiko kehilangan data, serta membutuhkan waktu lebih lama dalam proses pengelolaan administrasi. Selain itu, siswa juga belum dapat memanfaatkan katalog digital untuk mencari koleksi buku yang tersedia di perpustakaan.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, sistem yang dikembangkan Tasya menghadirkan berbagai fitur yang terintegrasi dalam satu platform. Pengguna dapat mengelola data buku dan anggota, mencatat kunjungan harian, mengelola transaksi peminjaman dan pengembalian, hingga menghitung denda keterlambatan secara otomatis.
Sistem ini juga dilengkapi dengan fitur pembuatan laporan sirkulasi dan kunjungan yang dapat langsung dicetak dalam format PDF. Dengan dukungan tersebut, proses pengelolaan administrasi perpustakaan diharapkan menjadi lebih cepat, akurat, dan terstruktur.
Secara teknis, aplikasi dikembangkan menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan basis data MySQL. Pengembangan sistem menerapkan metode Waterfall yang terdiri dari beberapa tahapan, yaitu analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi atau pengodean, pengujian, hingga pemeliharaan.
Metode tersebut dipilih karena kebutuhan sistem perpustakaan telah dapat didefinisikan sejak awal sehingga setiap tahapan pengembangan dapat dilakukan secara sistematis sebelum dilanjutkan ke tahap berikutnya. Sementara itu, pengujian sistem dilakukan menggunakan metode Black Box Testing untuk memastikan setiap fitur dapat berjalan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Ketua Perpustakaan SMAN 5 Kabupaten Tangerang, Ummu Hanifah, menyampaikan apresiasinya atas implementasi sistem informasi tersebut. Menurutnya, kehadiran sistem berbasis website dapat membantu proses pengelolaan perpustakaan menjadi lebih tertata dan mendukung pelayanan yang lebih efektif.
“Kami mengapresiasi adanya sistem informasi perpustakaan berbasis website ini. Sistem ini diharapkan dapat membantu kami dalam mengelola data buku, anggota, kunjungan, serta transaksi peminjaman dan pengembalian secara lebih terstruktur. Kami berharap aplikasi ini dapat dimanfaatkan dengan baik dan memberikan kemudahan bagi pengelola maupun siswa,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Tangerang Rabu (15/7).
Melalui implementasi sistem informasi tersebut, pengelolaan perpustakaan diharapkan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada pencatatan manual. Digitalisasi ini juga dapat membantu pihak sekolah dalam meningkatkan efektivitas pengelolaan data sekaligus memberikan pengalaman layanan yang lebih baik bagi siswa dan pengelola perpustakaan.
Karya yang dihasilkan Tasya menjadi salah satu contoh implementasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan pendidikan. Pengembangan sistem informasi berbasis kebutuhan pengguna juga menunjukkan bahwa hasil pembelajaran di perguruan tinggi dapat diterapkan untuk menjawab berbagai persoalan yang ditemukan di masyarakat.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan teknologi. Melalui karya seperti Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan ini, mahasiswa diharapkan mampu menghadirkan solusi digital yang memberikan manfaat nyata sekaligus mendukung percepatan transformasi digital di berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan. (Safika)