Berani Keluar dari Zona Nyaman, Alumni UBSI Kampus Solo Kini Berkarier di Dunia Fitness
BSINews, Solo — Dunia kerja saat ini tidak lagi membatasi seseorang untuk berkarier sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, berkomunikasi, dan menyelesaikan masalah justru menjadi kompetensi yang semakin dibutuhkan di berbagai profesi. Hal itulah yang dibuktikan oleh salah satu alumni Tania Fadilla Saputri, Program Studi Sistem Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Solo yang berani keluar dari zona nyaman sebagai Personal Trainer di Power Club Solo.
Setiap hari, ia mendampingi berbagai klien dengan kebutuhan yang berbeda-beda. Mulai dari menyusun program latihan, memberikan motivasi, hingga mengevaluasi perkembangan kebugaran menjadi bagian dari tanggung jawabnya. Meski kini berkecimpung di industri kebugaran, ia mengaku banyak kompetensi yang diperoleh selama kuliah masih sangat relevan dengan pekerjaannya.
“Banyak orang mengira lulusan Sistem Informasi hanya bisa bekerja di bidang teknologi. Padahal, selama kuliah saya belajar berpikir sistematis, menganalisis masalah, dan mencari solusi. Kemampuan itu sangat membantu saya ketika harus menyusun program latihan yang sesuai dengan kondisi dan target setiap klien,” ujar Tania dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7).
Alumni UBSI Kampus Solo Jadi Personal Trainer di Power Club Solo
Menurutnya, profesi personal trainer tidak hanya mengandalkan kemampuan fisik atau pengetahuan tentang olahraga. Seorang pelatih juga dituntut mampu membangun komunikasi yang baik, memahami karakter setiap klien, serta memberikan motivasi agar mereka tetap konsisten menjalankan program latihan.
Ia mengungkapkan bahwa setiap klien memiliki tujuan dan tantangan yang berbeda sehingga pendekatan yang dilakukan pun tidak bisa disamakan.
“Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Tugas saya bukan hanya mengajarkan cara berolahraga, tetapi juga membantu mereka tetap termotivasi dan menikmati setiap prosesnya. Di situlah kemampuan komunikasi dan analisis benar-benar dibutuhkan,” katanya.
Perjalanan karier yang dijalaninya menjadi bukti bahwa kompetensi yang diperoleh di bangku kuliah dapat diterapkan di berbagai bidang pekerjaan. Baginya, dunia kerja saat ini lebih menghargai kemampuan seseorang dalam belajar dan beradaptasi dibanding sekadar kesesuaian antara jurusan dan profesi.
Ia pun berpesan kepada mahasiswa agar tidak membatasi diri pada satu pilihan karier. Selama memiliki kemauan untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan, peluang akan selalu terbuka.
“Jangan takut mencoba peluang baru hanya karena merasa bidangnya berbeda dengan jurusan kuliah. Terus belajar, bangun relasi, dan kembangkan kemampuan. Pengalaman yang kalian miliki hari ini bisa menjadi bekal untuk meraih karier yang mungkin belum pernah dibayangkan sebelumnya,” pesannya.
Baca juga : Alumni UBSI Jadi Mentor Bisnis Top: Karimatul Fadilla Bagikan Ilmu Langka di OVEERSEA!
Kisah alumni tersebut menunjukkan bahwa lulusan Program Studi Sistem Informasi memiliki peluang untuk berkarya di berbagai sektor profesi. Bekal kemampuan analitis, pemecahan masalah, komunikasi, serta kemampuan beradaptasi yang diperoleh selama perkuliahan menjadi modal yang dapat diterapkan dalam berbagai bidang pekerjaan sesuai dengan minat dan potensi masing-masing.
Melalui proses pembelajaran yang mengintegrasikan hard skills dan soft skills, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong mahasiswanya untuk menjadi lulusan yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi dinamika dunia kerja. Beragam kisah sukses alumni di berbagai sektor profesi menjadi salah satu bukti bahwa kompetensi yang dibangun selama di bangku kuliah mampu membuka peluang karier yang luas di era yang terus berkembang.