DICO Solo Jadi Ruang Kolaborasi Kreator Digital, Dorong Talenta Muda Siap Hadapi Era AI

0 7

BSINews, Solo — Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) membawa perubahan besar dalam industri kreatif digital.

Kemudahan teknologi membuat proses produksi konten semakin cepat, sekaligus membuka peluang bagi generasi muda untuk mengembangkan kreativitas dan kompetensi digital.

Baca juga:DICO dan KIAN EO BSD Gandeng OPPO Tangerang Cetak Talenta Desain Visual Siap Bersaing di Era Digital

Melihat perkembangan tersebut, Digital Creative Community (DICO) Solo hadir sebagai ruang belajar, berkolaborasi, dan bertumbuh bagi para kreator digital, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat yang ingin meningkatkan kemampuan di bidang industri kreatif.

Dalam beberapa bulan terakhir, DICO Solo aktif menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari workshop, kelas kreatif, hingga seminar yang membahas pemanfaatan AI dalam produksi konten digital.

Beberapa di antaranya yakni Creative Content Class yang berkolaborasi dengan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Surakarta serta Workshop Digital Kreatif 2026 dengan tema AI Video Creation bagi pelajar.

Head of DICO Solo, Galih Setiawan Nurohim, M.Kom., mengatakan bahwa DICO dibangun bukan hanya sebagai komunitas content creator, tetapi juga sebagai ruang yang mempertemukan kreativitas, teknologi, dan kolaborasi.

“Saya melihat perkembangan AI berlangsung sangat cepat. Banyak orang ingin belajar, tetapi belum tahu harus mulai dari mana atau bahkan masih ragu memanfaatkan teknologi tersebut. Maka dari itu DICO hadir untuk menjembatani kebutuhan itu, menjadi tempat belajar bersama, saling berbagi pengalaman, dan membangun jejaring antar pelaku industri kreatif,” ujar Galih.

Menurutnya, kemampuan membuat konten digital saat ini semakin dibutuhkan di berbagai bidang. Tidak hanya kreator, tetapi juga guru, dosen, pelaku UMKM, instansi pemerintah, hingga perusahaan membutuhkan kemampuan komunikasi digital untuk menyampaikan informasi dan membangun keterhubungan dengan masyarakat.

“Hari ini menurut saya bukan hanya content creator yang membutuhkan kemampuan membuat konten. Guru, dosen, pelaku UMKM, instansi pemerintah, bahkan perusahaan juga membutuhkan kemampuan komunikasi digital. Karena itu kami ingin DICO menjadi ruang yang dapat diakses siapa saja untuk belajar teknologi kreatif,” jelasnya.

Menariknya, DICO Solo juga memberikan ruang kepada talenta muda untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan.

Salah satunya M. Fahrel Yuliyanto, mahasiswa Universitas BSI Kampus Surakarta yang aktif sebagai Digital Content Creator dan dipercaya menjadi pemateri dalam Workshop Digital Kreatif 2026.

Galih menilai keterlibatan generasi muda sebagai pemateri menjadi bagian penting dalam membangun regenerasi kreator digital.

“Kami ingin membuktikan bahwa anak muda memiliki kesempatan yang sama untuk berbagi ilmu. Ketika seseorang sudah memiliki pengalaman dan kompetensi, usianya bukan lagi menjadi ukuran. Justru kami ingin lebih banyak talenta muda yang berani tampil dan menginspirasi orang lain,” ungkapnya.

Tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis seperti desain, video, fotografi, dan pemanfaatan AI, DICO Solo juga mendorong anggotanya untuk mengembangkan personal branding, memperluas jejaring profesional, serta menghasilkan karya digital yang memiliki nilai dan manfaat bagi masyarakat.

Kolaborasi DICO Solo bersama Universitas Bina Sarana Informatika Kampus Surakarta menjadi salah satu langkah dalam membangun ekosistem pembelajaran yang selaras dengan kebutuhan industri kreatif.

Melalui berbagai workshop dan kelas kreatif, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan kompetensi sekaligus berinteraksi langsung dengan komunitas dan praktisi.

Baca juga:UBSI Kampus Solo Gandeng DICO, Cetak Talenta Digital Lewat Pemanfaatan AI

Ke depan, DICO Solo berkomitmen untuk terus menghadirkan berbagai kegiatan yang mempertemukan teknologi dan kreativitas.

Kehadiran komunitas ini diharapkan mampu mendorong semakin banyak generasi muda di Solo Raya untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan karya digital yang kreatif, inovatif, bernilai, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Leave A Reply

Your email address will not be published.