Kembali ke UBSI Lewat Padel, Fatahillah Azhuri Bawa Cerita dari Ruang Kelas ke Industri Kreatif
BSINews, Depok – Ada yang datang ke lapangan padel untuk berolahraga, ada pula yang datang membawa cerita panjang tentang perjalanan hidup setelah meninggalkan bangku kuliah. Fatahillah Azhuri atau akrab disapa Fatah, alumni Advertising (Periklanan) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Margonda lulus tahun 2016, menjadi salah satu alumni yang hadir bersama keluarga dalam UBSI Alumni Padel Day 2026 yang berlangsung di Padelago x The Luna Depok pada Sabtu (8/8)
Di tengah suasana santai dan hangat antarsesama alumni, Fatah kembali terhubung dengan almamater yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya. Bukan hanya untuk bernostalgia, kegiatan tersebut menurutnya juga menjadi ruang untuk mengenal alumni lain, berbagi pengalaman, hingga membuka peluang kolaborasi.
Baca juga: UBSI Alumni Padel Day 2026 Jadi Ruang Silaturahmi dan Perkuat Jejaring Alumni
“Kesan ikut acara ini bagus banget. Ini jadi salah satu kegiatan untuk mempererat hubungan sesama alumni. Kita jadi tahu alumni lain kerjanya apa, bisa saling sharing, bahkan kolaborasi pekerjaan. Harapannya UBSI sering-sering bikin kegiatan seperti ini dengan mengikutsertakan alumni agar keluarga besar UBSI tetap solid,” ujar Fatah dalam keterangan rilis yang diterima pada Sabtu (8/8).
Bagi Fatah, pertemuan di lapangan padel tersebut mengingatkannya bahwa hubungan dengan almamater tidak semestinya berhenti ketika seseorang menyelesaikan pendidikan. Justru setelah memasuki dunia profesional, jejaring alumni dapat menjadi ruang untuk saling bertukar pengalaman dan membuka kemungkinan baru.
Fatah merupakan lulusan Advertising D3 UBSI lulus tahun 2016, yang sekarang menjadi Program Studi Ilmu Komunikasi S1. Selama menjadi mahasiswa, ia tidak hanya menjalani aktivitas perkuliahan, tetapi juga aktif sebagai asisten dosen.
Pengalaman tersebut ternyata menjadi salah satu bekal yang paling terasa manfaatnya ketika ia memasuki dunia profesional. Berinteraksi dengan mahasiswa, menyampaikan materi, mengelola kelas, hingga menghadapi berbagai karakter orang secara tidak langsung melatih kemampuan yang kemudian banyak digunakan dalam pekerjaannya.
“Pengalaman jadi asisten instruktur dulu sangat berpengaruh. Di sana saya belajar poin paling penting, yaitu komunikasi, bagaimana mengajar tanpa terkesan menggurui atau mendikte. Hal itu sangat terpakai saat berhadapan dengan atasan maupun klien,” jelas Fatah.
Tidak berhenti pada kemampuan komunikasi, pengalaman tersebut juga membentuk kemampuan manajemen tim, pemecahan masalah, serta pengelolaan proyek. Bagi Fatah, pengalaman di kampus menjadi semacam laboratorium kecil sebelum akhirnya ia berhadapan dengan dinamika industri kreatif yang sesungguhnya.
“Selain itu, saya juga belajar manajemen tim, problem solving, dan eksekusi proyek dari awal hingga akhir,” tambahnya.
Selepas menyelesaikan pendidikan, perjalanan profesional Fatah berkembang secara bertahap. Ia mengawali karier sebagai desainer grafis sebelum kemudian dipercaya mengisi berbagai posisi di industri kreatif, mulai dari Line Producer, Producer, hingga Producer Digital Content di sejumlah production house.
Perjalanan tersebut membuat Fatah tidak hanya memahami satu sisi pekerjaan kreatif. Ia dituntut mampu melihat sebuah proyek dari berbagai sudut, mulai dari ide dan konsep, produksi, komunikasi dengan tim, hingga memastikan sebuah pekerjaan dapat dieksekusi sesuai kebutuhan klien.
Pengalaman lintas peran tersebut kemudian memperluas kemampuannya di bidang kreatif. Ia pun terbiasa menangani berbagai pekerjaan, termasuk creative direction dan copywriting.
Bersama sang istri, Fatah kemudian membangun appa.id, sebuah lini bisnis yang bergerak di bidang jasa kreatif dan multimedia. Berawal dari kebutuhan jejaring dan relasi yang terus berkembang, appa.id hadir untuk menangani berbagai kebutuhan kreatif, mulai dari photo booth, live streaming, hingga event management.
Menurutnya, membangun bisnis sendiri menjadi babak baru dalam perjalanan kariernya. Jika sebelumnya ia banyak bekerja dalam berbagai production house, kini pengalaman yang telah dikumpulkan selama bertahun-tahun menjadi modal untuk membangun layanan kreatif dengan identitasnya sendiri.
Kehadiran Fatah dalam UBSI Alumni Padel Day 2026 akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda olahraga. Ia melihat kegiatan tersebut sebagai kesempatan untuk mempertemukan kembali alumni yang telah memiliki perjalanan masing-masing setelah lulus.
Menurutnya, kegiatan yang mempertemukan alumni melalui aktivitas yang ringan dan menyenangkan justru dapat membuka percakapan yang lebih luas. Dari sekadar berbincang, alumni dapat saling mengetahui bidang pekerjaan, membagikan pengalaman, bahkan menemukan peluang kolaborasi.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan UBSI dengan melibatkan lebih banyak alumni dari berbagai angkatan dan bidang profesi. Karena itu, pesan Fatah kepada mahasiswa UBSI pun sederhana, tetapi relevan dengan perjalanan yang telah ia lalui.
Baca juga:Bertemu di Lapangan, Berbagi Perjalanan! Kisah Akhmad Sabaruddin di UBSI Alumni Padel Day 2026
“Pesan saya untuk mahasiswa, kuliah yang bener. Manfaatkan kesempatan yang ada dan pelajari setiap materi yang diberikan kampus. Baik materi yang sudah maupun belum pernah kita tahu, semua ilmu itu pasti akan berguna dan ‘nyangkut’ di kehidupan nyata maupun dunia kerja,” pungkasnya.
Di UBSI Alumni Padel Day 2026, Fatah mungkin datang untuk bermain dan berkumpul bersama keluarga besar almamater. Namun, pertemuan itu sekaligus memperlihatkan bahwa perjalanan seorang alumni tidak pernah benar-benar terputus dari kampusnya.