Punya Ide Bisnis Jangan Dipendam Pertamuda 2026 Buka Jalan Mahasiswa UBSI Raih Pendanaan Ratusan Juta

0 7

BSINews, Jakarta- Peluang mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (BSI) untuk membawa ide bisnis ke level nasional semakin terbuka setelah Inkubator Bisnis Universitas BSI menggelar Sosialisasi Kompetisi Ide Bisnis & Startup Tingkat Nasional Pertamuda 2026 secara daring melalui Zoom, Selasa (11/8/2026). Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–16.30 WIB tersebut menghadirkan langsung Program Manager Pertamuda, Hendri Iskandardinata, serta alumni Pertamuda untuk membekali mahasiswa dengan wawasan tentang kompetisi, pengembangan startup, mentoring, networking, hingga peluang pendanaan.

Baca juga:Inkubator Bisnis UBSI Dampingi Mahasiswa dan Alumni Kembangkan Usaha Berdaya Saing

Sosialisasi ini menjadi momentum bagi mahasiswa Universitas BSI untuk mengenal lebih dekat Pertamuda 2026, sebuah kompetisi ide bisnis dan startup mahasiswa yang didukung PT Pertamina (Persero). Program tersebut memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan inovasi, khususnya yang berkaitan dengan pengembangan bisnis, Sustainable Development Goals (SDGs), sektor energi, serta pemanfaatan teknologi.

Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Dorotea Desinta, Hendri Iskandardinata selaku Program Manager Pertamuda, serta Dimas Sakti, alumni Pertamuda sekaligus Owner Copas Creative, Ternavo, dan FreshX. Kehadiran para narasumber memberikan gambaran lengkap kepada mahasiswa, mulai dari peluang mengikuti kompetisi hingga pengalaman mengembangkan ide menjadi bisnis setelah mengikuti Pertamuda.

Wakil Rektor II Bidang Nonakademik Universitas BSI, Adi Supriyatna, turut memberikan sambutan sekaligus motivasi kepada mahasiswa agar tidak melewatkan peluang untuk mengembangkan kemampuan kewirausahaan. Ia juga mengapresiasi Inkubator Bisnis Universitas BSI yang telah menghadirkan sosialisasi serta pihak Pertamuda yang memberikan wawasan secara langsung kepada mahasiswa.

Kepala BSI Entrepreneur Center (BEC) sekaligus Ketua Inkubator Bisnis Universitas BSI, Mugi Raharjo, menjelaskan bahwa inkubator bisnis memiliki peran dalam membantu mahasiswa mengembangkan gagasan agar tidak berhenti sebagai sebuah konsep.

“Dengan adanya sosialisasi ini kami berharap dapat melahirkan banyak pengusaha-pengusaha muda yang kreatif dan inovatif serta mampu membangun startup yang dapat memberikan dampak yang nyata,” kata Mugi.

Dalam pemaparannya, Dorotea Desinta menjelaskan bahwa Pertamuda 2026 dapat menjadi ruang bagi mahasiswa yang memiliki gagasan bisnis untuk berani menguji dan mengembangkan ide tersebut. Menurutnya, banyak anak muda sebenarnya memiliki gagasan potensial, tetapi masih membutuhkan ruang, keberanian, dan pendampingan untuk mengubahnya menjadi sebuah bisnis.

“Banyak mahasiswa sebenarnya punya ide yang bagus, tetapi terkadang masih ragu untuk memulainya. Melalui Pertamuda, kami ingin memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berani mencoba, mengembangkan ide, dan melihat sejauh mana ide tersebut bisa diwujudkan menjadi sebuah bisnis,” ujar Dorotea.

Pada Pertamuda 2026, terdapat tiga kategori utama yang dapat diikuti mahasiswa, yakni Early Stage Startup, Energy Future, dan Energy Optimization. Early Stage Startup diperuntukkan bagi startup yang telah berjalan minimal satu tahun dan memiliki traksi nyata. Sementara Energy Future berfokus pada inovasi energi bersih, sedangkan Energy Optimization mengembangkan inovasi untuk mengoptimalkan sistem energi melalui pemanfaatan teknologi seperti Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI).

Kesempatan tersebut terbuka bagi mahasiswa aktif jenjang D1 hingga S1 dari perguruan tinggi di Indonesia maupun mahasiswa Indonesia yang sedang menempuh pendidikan di luar negeri. Peserta juga harus berusia maksimal 25 tahun dan belum lulus hingga November 2026.

Program Manager Pertamuda, Hendri Iskandardinata, menegaskan bahwa Pertamuda tidak sekadar menjadi ajang perlombaan ide bisnis. Kompetisi tersebut juga dirancang sebagai bagian dari ekosistem yang mempertemukan mahasiswa dengan mentor, entrepreneur, investor, serta profesional industri.

“Pertamuda tidak berhenti pada kompetisi. Kami ingin membangun ekosistem yang mempertemukan mahasiswa dengan mentor, entrepreneur, investor, dan profesional industri, sehingga ide bisnis yang mereka miliki dapat berkembang menjadi startup yang bertumbuh dan memberikan dampak,” ujar Hendri.

Peluang yang ditawarkan Pertamuda 2026 juga cukup besar. Top 3 kategori Early Stage Startup berkesempatan memperoleh dana pembinaan sebesar Rp100 juta per tim ditambah dana pendampingan inkubasi kampus sebesar Rp25 juta. Sementara itu, Top 3 kategori Energy Future dan Energy Optimization masing-masing berkesempatan memperoleh Rp50 juta.

Tidak hanya pendanaan, Top 15 juga mendapatkan Golden Ticket untuk mengikuti seleksi sebagai kandidat penerima Grant Pertamina Foundation senilai Rp250 juta. Peserta terpilih juga berpeluang mengikuti Overseas Benchmark Program serta memperoleh dukungan jejaring ekosistem global.

Pengalaman mengikuti Pertamuda turut dibagikan Dimas Sakti, alumni Pertamuda 2024 sekaligus Owner Copas Creative, Ternavo, dan FreshX. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak takut memulai bisnis meskipun gagasan yang dimiliki masih sederhana.

“Mengikuti Pertamuda bisa menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk menguji dan mengembangkan ide bisnisnya. Jangan takut memulai dari sebuah ide sederhana, karena dengan proses belajar, validasi, mentoring, dan keberanian untuk mencoba, ide tersebut dapat berkembang menjadi sebuah bisnis,” ungkap Dimas.

Bagi mahasiswa, pengalaman tersebut menjadi gambaran bahwa membangun bisnis membutuhkan proses panjang. Sebuah ide perlu diuji, divalidasi, dikembangkan, dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar agar memiliki peluang untuk tumbuh secara berkelanjutan.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, Universitas BSI terus memberikan ruang kepada mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, teknologi, dan jiwa kewirausahaan. Melalui Inkubator Bisnis dan BSI Entrepreneur Center, mahasiswa mendapatkan dukungan untuk mengembangkan gagasan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi berbagai kompetisi dan tantangan dunia bisnis.

Rangkaian Pertamuda 2026 telah dimulai melalui Open Call pada 20 Juli 2026. Selanjutnya, Pertamuda Workshop Series berlangsung pada Agustus–September, dilanjutkan proses kurasi pada 30 September–9 Oktober, Elevator Pitch pada 17–18 Oktober, hingga Bootcamp, Meet The Expert, dan Final Awarding pada 31 Oktober–7 November 2026.

Mugi Raharjo memastikan Inkubator Universitas BSI siap mendampingi mahasiswa yang ingin mengambil bagian dalam kompetisi tersebut. Pendampingan akan dilakukan mulai dari pengembangan ide hingga persiapan menghadapi kompetisi.

Baca juga:Inkubator Bisnis Teknologi UBSI: Langkah Strategis Mencetak Wirausahawan Muda Inovatif

“Dari Inkubator Universitas BSI, nantinya kami akan memberikan pendampingan kepada mahasiswa yang ingin mengikuti Pertamuda. Kami akan membantu mereka dalam mengembangkan ide, mempersiapkan kebutuhan kompetisi, sampai memberikan support agar mahasiswa BSI bisa lebih siap mengikuti Pertamuda,” tutup Mugi.

Melalui sosialisasi Pertamuda 2026, Universitas BSI berharap semakin banyak mahasiswa berani membawa ide bisnis keluar dari ruang kelas dan mengubahnya menjadi inovasi yang memiliki nilai ekonomi serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Pertamuda pun menjadi salah satu panggung bagi mahasiswa untuk membuktikan bahwa ide kreatif anak muda dapat berkembang menjadi startup yang mampu bersaing di tingkat nasional.

Leave A Reply

Your email address will not be published.