PKM Internasional, Dosen UBSI Perkuat UMKM Gula Gendis Asri Hadapi Era Digital
BSINews, Solo — Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif turut berkontribusi dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Internasional bersama sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dan Universiti Selangor, Malaysia. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha gula tradisional Gendis Asri agar lebih adaptif menghadapi perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan pasar.
Salah satu dosen yang terlibat dalam kegiatan tersebut adalah Dr. Candra Agustina dari Program Studi Sistem Informasi Akuntansi (SIA) UBSI Kampus Solo. Keterlibatan Candra menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi dalam menerapkan keilmuan secara langsung untuk membantu masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro dan kecil.
Kelompok Gendis Asri memiliki rantai usaha yang cukup lengkap, mulai dari penyadap nira, perajin atau pengolah gula, hingga pengepul. Kondisi tersebut membuat penguatan usaha tidak cukup hanya berfokus pada kemampuan produksi, tetapi juga perlu mencakup pengelolaan informasi, pencatatan usaha, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital.
Kegiatan PkM Internasional tersebut menghadirkan Prof. Ir. H. Setyawan Widyarto, M.Sc., Ph.D. dari Universiti Selangor dan Dr. Jani Kusanti, S.Kom., M.Cs. dari Universitas Surakarta (UNSA) sebagai narasumber. Melalui pemaparan materi dan diskusi, peserta diajak memahami pentingnya penguatan kapasitas usaha di tengah perubahan lingkungan bisnis dan perkembangan teknologi.
Kolaborasi PkM Internasional Dorong Transformasi Digital Kelompok Perajin Gula Gendis Asri
Candra Agustina menjelaskan bahwa digitalisasi tidak selalu berarti penggunaan sistem yang kompleks. Bagi pelaku usaha tradisional, langkah sederhana seperti pencatatan transaksi secara teratur, pengelolaan data produksi, hingga pemanfaatan media digital untuk promosi sudah dapat memberikan manfaat.
“Kelompok perajin gula memiliki rantai usaha yang cukup lengkap, mulai dari penyadap, pengolah, hingga pengepul. Karena itu, pengelolaan informasi menjadi penting agar setiap proses dapat tercatat dengan lebih baik dan mendukung pengambilan keputusan usaha,” ujar Candra dalam keterangan rilis, Selasa (18/8).
Menurutnya, pencatatan yang baik dapat membantu pelaku usaha mengetahui jumlah produksi, biaya yang dikeluarkan, hasil penjualan, serta perkembangan usaha dari waktu ke waktu.
“Teknologi tidak harus langsung diterapkan dalam bentuk sistem yang rumit. Yang paling penting adalah bagaimana teknologi tersebut sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan pelaku usaha sehingga benar-benar dapat digunakan dalam aktivitas sehari-hari,” jelasnya.
Candra menambahkan, pendekatan tersebut memiliki keterkaitan erat dengan bidang Sistem Informasi Akuntansi. Data yang dikumpulkan dari aktivitas usaha dapat diolah menjadi informasi yang membantu pelaku UMKM dalam menentukan keputusan.
“Ketika data produksi, transaksi, biaya, dan penjualan tercatat dengan baik, pelaku usaha akan lebih mudah melihat kondisi bisnisnya. Dari informasi tersebut, mereka dapat menentukan langkah yang lebih tepat untuk mengembangkan usaha,” katanya.
Dalam penerapannya, setiap anggota kelompok dapat melakukan pencatatan sesuai dengan perannya. Penyadap dapat mencatat jumlah nira yang diperoleh, perajin mencatat bahan, hasil produksi, dan biaya pengolahan, sedangkan pengepul dapat mengelola data pembelian dan distribusi.
Baca juga : Mulai dari MoU Hingga Riset Bersama, UBSI Gandeng UNDIP Buka Peluang Kolaborasi Akademik
Selain aspek pengelolaan usaha, kegiatan ini juga menjadi ruang pertukaran pengetahuan antara perguruan tinggi di Indonesia dan Malaysia. Kolaborasi internasional tersebut membuka peluang untuk berbagi pengalaman mengenai pemberdayaan masyarakat, pengembangan UMKM, serta pemanfaatan teknologi dalam aktivitas ekonomi.
“Kegiatan seperti ini penting karena perguruan tinggi dapat melihat langsung kebutuhan masyarakat. Solusi yang diberikan juga bisa disesuaikan dengan kondisi mitra, sehingga tidak berhenti pada teori tetapi dapat diterapkan secara bertahap,” ungkap Candra.
Melalui PkM Internasional ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong dosen untuk memberikan kontribusi nyata melalui penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendampingan terhadap kelompok Gendis Asri diharapkan dapat membantu pelaku usaha memperkuat pengelolaan bisnis, meningkatkan kemampuan beradaptasi, serta memanfaatkan teknologi secara lebih optimal di era digital.