Bye-Bye Kelas! Pasukan UBSI Resmi Mulai Petualangan Epik BSI Explore 2026
BSINews, Pontianak – Peserta BSI Explore 2026 Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak memulai perjalanan menuju Desa Radak Satu, Rabu (5/8).
Perjalanan tersebut menjadi awal rangkaian pengabdian kepada masyarakat yang akan berlangsung selama 21 hari.
Sebelum berangkat, peserta mengikuti acara pelepasan di UBSI kampus Pontianak.
Kegiatan itu dihadiri Kepala Kampus UBSI kampus Pontianak, Ir. Eri Bayu Pratama, bersama para Ketua Program Studi Sistem Informasi Akuntansi, Sistem Informasi, dan Informatika.
Dalam kesempatan tersebut, Eri memberikan arahan kepada peserta agar menjalankan kegiatan dengan penuh tanggung jawab.
Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk menjaga etika serta nama baik almamater selama berada di tengah masyarakat.
“Menurut saya, BSI Explore menjadi ruang belajar yang berbeda bagi mahasiswa. Saya berharap teman-teman dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar langsung dari masyarakat, meningkatkan kepedulian sosial, serta tetap menjaga nama baik almamater selama berada di lokasi pengabdian,” ujar Ir. Eri Bayu Pratama, Kepala Kampus UBSI kampus Pontianak, saat memberikan arahan sebelum keberangkatan.
Arahan tersebut menjadi bekal bagi peserta sebelum meninggalkan lingkungan kampus.
Selama 21 hari, mahasiswa tidak hanya menjalankan agenda yang telah disusun, tetapi juga perlu beradaptasi dengan kondisi dan kehidupan masyarakat di lokasi pengabdian.
Setelah acara pelepasan selesai, Tim Radak Satu langsung bertolak menuju Desa Radak Satu.
Perjalanan menuju lokasi membutuhkan sejumlah persiapan karena peserta harus memastikan kebutuhan logistik telah sampai dan dapat digunakan selama kegiatan berlangsung.
Logistik peserta sebelumnya dikirim melalui kapal penyeberangan khusus barang.
Setelah memastikan kebutuhan tersebut dalam perjalanan, peserta melanjutkan perjalanan dengan menyeberangi Sungai Kapuas hingga akhirnya tiba di lokasi posko.
Setibanya di lokasi, mahasiswa terlebih dahulu beristirahat sejenak sebelum melanjutkan agenda koordinasi awal.
Peserta kemudian berupaya membangun komunikasi dengan lingkungan pemerintahan desa dan masyarakat setempat.
Peserta mengunjungi kediaman Kepala Desa Radak Satu sebagai bagian dari koordinasi awal.
Namun, Kepala Desa sedang tidak berada di tempat sehingga pertemuan resmi dengan pemerintah desa dijadwalkan kembali pada hari berikutnya.
Meski koordinasi dengan kepala desa belum terlaksana pada hari pertama, peserta tetap menjalankan sejumlah kegiatan awal.
Mahasiswa mulai membangun komunikasi dengan masyarakat sekitar sekaligus menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat mereka akan tinggal selama program berlangsung.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah silaturahmi dengan Ketua RT setempat.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya peserta untuk mengenal lingkungan sekitar dan membangun komunikasi sebelum menjalankan berbagai agenda pengabdian.
Selain melakukan silaturahmi, peserta mengambil logistik yang telah dikirim lebih dahulu.
Kebutuhan tersebut kemudian disiapkan untuk mendukung aktivitas mahasiswa selama berada di Desa Radak Satu.
Peserta juga bergotong royong menata posko. Posko tersebut menjadi pusat aktivitas Tim Radak Satu selama pelaksanaan BSI Explore 2026.
Penataan dilakukan bersama-sama agar posko dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan kegiatan.
Tempat tersebut akan menjadi ruang untuk koordinasi internal, penyusunan agenda, hingga evaluasi selama program berlangsung.
Rangkaian kegiatan pada hari pertama kemudian ditutup dengan penyusunan logbook dan evaluasi.
Peserta mencatat berbagai aktivitas yang telah dilakukan sekaligus mempersiapkan agenda yang akan dijalankan pada hari berikutnya.
Penyusunan logbook menjadi bagian dari proses dokumentasi kegiatan.
Catatan tersebut dapat digunakan peserta untuk melihat perkembangan pelaksanaan program dan menjadi bahan evaluasi selama masa pengabdian.
Pada Kamis (6/8), Tim Radak Satu dijadwalkan melanjutkan kegiatan dengan melakukan koordinasi bersama Pemerintah Desa Radak Satu.
Koordinasi ini menjadi langkah awal untuk menyelaraskan agenda BSI Explore 2026 dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat setempat.
Selain itu, peserta dijadwalkan mengunjungi SD Negeri 23 Terentang.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari agenda awal peserta untuk membangun komunikasi dengan lingkungan pendidikan di sekitar lokasi pengabdian.
Peserta juga akan mulai menjalin komunikasi dengan sejumlah mitra di sekitar desa.
Komunikasi tersebut diharapkan dapat mendukung pelaksanaan berbagai program yang telah disiapkan selama masa pengabdian.
BSI Explore 2026 memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menjalani proses belajar di luar lingkungan akademik.
Interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian dari pengalaman yang melengkapi pembelajaran selama berada di kampus.
Selama berada di Desa Radak Satu, peserta akan menjalankan berbagai agenda pengabdian dengan tetap menyesuaikan kegiatan dengan kondisi masyarakat.
Baca juga: Ikut Pengajian Warga, Tim BSI Explore Gunung Gajah Makin Dekat dengan Masyarakat
Proses tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan.
Dengan dimulainya perjalanan menuju Desa Radak Satu, rangkaian pengabdian BSI Explore 2026 memasuki tahap pelaksanaan di lapangan.
Selama 21 hari ke depan, peserta akan membangun komunikasi, beradaptasi dengan lingkungan, serta belajar bersama masyarakat sebagai bagian dari pengalaman pengabdian di luar kampus.