Menjejak Desa Cikumbueun, Tim 5 BSI Explore 2026 Siap Hadirkan Solusi Bersama Masyarakat
BSINews, Jakarta – Enam mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) membawa semangat berbeda ketika meninggalkan rutinitas perkuliahan dan berangkat menuju Desa Cikumbueun, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, Banten. Melalui program BSI Explore 2026, mereka akan menjalani rangkaian pengabdian kepada masyarakat selama kurang lebih tiga minggu, sekaligus belajar memahami kehidupan masyarakat dari jarak yang lebih dekat.
Tim 5 resmi diberangkatkan pada Rabu (5/8) kemarin. Program ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk keluar dari lingkungan kampus dan mengimplementasikan pengetahuan yang selama ini dipelajari di kelas, sekaligus memahami bahwa persoalan di tengah masyarakat membutuhkan lebih dari sekadar teori.
BSI Explore 2026 tidak hanya menempatkan mahasiswa sebagai pelaksana program kerja. Mereka didorong untuk menjadi bagian dari masyarakat, mendengarkan kebutuhan warga, membangun komunikasi, kemudian menghadirkan program yang benar-benar memiliki manfaat.
Tim 5 terdiri atas enam mahasiswa UBSI dengan pembagian tugas masing-masing. Yohanes Beharato Lase dipercaya sebagai Ketua Tim, Risma Noviyanti sebagai Mentor, Ghina Khalilah sebagai Bendahara, Dzulfiqar Dumaid sebagai Sekretaris, Andita Dwi Anggraeni sebagai Penanggung Jawab Publikasi, Dokumentasi, dan Desain (PDD), serta Fauziah Syafrina sebagai Humas.
Selama berada di Desa Cikumbueun, tim mendapatkan pendampingan dari Riswandi Ishak selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL). Pendampingan tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan mahasiswa mampu menjalankan program secara bertanggung jawab sekaligus menjaga hubungan baik dengan masyarakat.
Setibanya di Desa Cikumbueun, Tim 5 mendapat sambutan positif dari masyarakat setempat. Pertemuan awal tersebut menjadi pintu bagi mahasiswa untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan warga sebelum menjalankan berbagai program yang telah dipersiapkan.
Salah satu langkah pertama dilakukan dengan mengunjungi SDN 03 Cikumbueun yang menjadi salah satu lokasi pelaksanaan program di bidang pendidikan. Mahasiswa berkesempatan mengenal lingkungan sekolah sekaligus berdiskusi dengan pihak sekolah mengenai kebutuhan dan kondisi yang ada.
Bagi tim, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda perkenalan. Informasi yang diperoleh dari pihak sekolah menjadi bahan bagi mahasiswa untuk menyesuaikan kegiatan edukatif agar dapat memberikan pengalaman yang relevan bagi para siswa.
Selain sekolah, mahasiswa juga melakukan silaturahmi dan koordinasi dengan Ahmad Yani, selaku Ketua RT 03 Desa Cikumbueun. Dari pertemuan tersebut, mahasiswa mendapatkan gambaran mengenai kondisi lingkungan, karakteristik masyarakat, hingga potensi yang dapat dikembangkan melalui kegiatan pengabdian.
Semangat kolaborasi juga dibangun bersama Karang Taruna Desa Cikumbueun. Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan para pemuda desa untuk saling bertukar gagasan mengenai program yang dapat dilakukan selama BSI Explore 2026 berlangsung.
Mahasiswa UBSI menyampaikan sejumlah ide program kerja yang telah dirancang. Di sisi lain, para pemuda desa memberikan masukan berdasarkan pengalaman dan kondisi yang mereka temui sehari-hari di lingkungan setempat.
Pertukaran perspektif tersebut menjadi bagian penting agar program yang dijalankan tidak hanya datang dari gagasan mahasiswa. Sebaliknya, kegiatan diharapkan tumbuh dari kebutuhan masyarakat sehingga memiliki manfaat yang lebih nyata dan dapat diterima oleh warga.
Melalui kolaborasi tersebut, Tim 5 berkomitmen menghadirkan program yang tidak hanya berfokus pada pendidikan, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dan memperkuat semangat gotong royong.
Dosen Pembimbing Lapangan, Riswandi memberikan arahan kepada seluruh anggota tim agar menjalankan pengabdian dengan penuh tanggung jawab. Mahasiswa juga diingatkan untuk menjaga nama baik almamater, membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan selama berada di desa.
Pendampingan tersebut diharapkan tidak hanya membantu mahasiswa menyelesaikan program kerja. Lebih dari itu, DPL menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa dalam menghadapi dinamika masyarakat dan mengambil keputusan ketika menemukan tantangan di lapangan.
Selama kurang lebih tiga minggu ke depan, Tim 5 akan menjalankan berbagai kegiatan yang telah disusun bersama masyarakat. Setiap program diarahkan untuk memberikan manfaat sekaligus membuka ruang bagi warga untuk terlibat secara aktif.
BSI Explore 2026 menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami bahwa pengabdian bukan tentang seberapa banyak kegiatan yang dapat diselesaikan. Pengabdian adalah tentang seberapa jauh kehadiran mahasiswa mampu meninggalkan sesuatu yang baik bagi masyarakat setelah mereka kembali ke kampus.
Dari Desa Cikumbueun, enam mahasiswa tersebut membawa misi untuk belajar sekaligus berbagi. Mereka tidak hanya membawa program kerja, tetapi juga membawa nama almamater, pengetahuan, dan harapan agar setiap langkah kecil yang dilakukan dapat meninggalkan jejak positif bagi masyarakat.
Perjalanan Tim 5 pun baru dimulai. Di desa ini, mereka akan belajar bahwa kepemimpinan tidak selalu lahir dari ruang rapat, komunikasi tidak selalu berlangsung di ruang kelas, dan solusi terbaik terkadang baru ditemukan ketika seseorang bersedia turun langsung, mendengar, lalu bergerak bersama masyarakat.
Ingin menjadi bagian dari pengalaman belajar yang tidak hanya berlangsung di ruang kelas? Kenali lebih jauh program pendidikan dan informasi penerimaan mahasiswa baru (PMB) UBSI melalui https://pmbubsi.id atau https://bsi.ac.id.