Kelas Karyawan dan Strategi Micro-Learning Ini Bikin Kuliah Sambil Kerja Nggak Lagi Terasa Berat
Menyelesaikan kuliah sambil tetap bekerja penuh waktu terdengar melelahkan bagi banyak orang. Waktu yang tersisa setelah jam kantor memang tidak banyak.
Padahal, hambatan terbesarnya sering kali bukan pada jumlah jam, melainkan pada cara materi dipelajari. Belajar dalam sesi panjang menuntut kondisi yang jarang tersedia setelah seharian bekerja.
Di sinilah pendekatan micro-learning mulai banyak membantu peserta kelas karyawan, sebab materi dapat dipecah menjadi bagian kecil yang bisa diselesaikan di sela kesibukan.
Mengenal Micro-Learning dan Alasannya Cocok untuk Kelas Karyawan
Micro-learning merujuk pada cara belajar yang memecah materi besar menjadi modul singkat dengan satu tujuan jelas. Setiap modul umumnya bisa diselesaikan dalam waktu sepuluh sampai lima belas menit.
Pendekatan ini cocok bagi peserta kelas karyawan yang memiliki jadwal terpotong-potong. Alih-alih menunggu waktu luang panjang yang jarang datang, materi diselesaikan pada celah-celah kecil sepanjang hari.
Peserta kelas karyawan biasanya justru punya banyak celah semacam itu, mulai dari perjalanan menuju kantor sampai jeda sebelum rapat dimulai.
Selain itu, sesi pendek lebih mudah diselesaikan sampai tuntas. Rasa berhasil menyelesaikan satu modul membantu menjaga semangat belajar tetap hidup sepanjang semester.
Baca juga: Keuntungan Memilih Kelas Karyawan bagi Anda yang Ingin Naik Karier
Cara Menerapkan Micro-Learning di Sela Jam Kerja
Empat cara berikut paling sering dipakai dan bisa langsung diterapkan tanpa alat tambahan.
1. Pecah Materi Menjadi Modul Sepuluh sampai Lima Belas Menit
Satu bab perkuliahan umumnya bisa dibagi menjadi beberapa bagian kecil dengan satu gagasan utama pada tiap bagian. Pembagian ini membuat materi terasa jauh lebih ringan dibanding membaca satu bab utuh sekaligus. Peserta kelas karyawan dapat menandai batas tiap bagian sejak awal semester, sehingga tidak perlu memutuskan dari mana harus mulai setiap kali membuka catatan.
2. Manfaatkan Waktu Perjalanan dan Jeda Kerja
Perjalanan menuju kantor, waktu menunggu, dan jeda makan siang termasuk celah yang paling mudah dipakai. Rekaman kuliah maupun ringkasan materi bisa didengarkan atau dibaca pada momen tersebut. Cara ini tidak menambah jam belajar baru, melainkan memanfaatkan waktu yang selama ini terlewat begitu saja tanpa mengurangi jam kerja sama sekali.
3. Ulangi Materi dengan Jeda yang Teratur
Mengulang materi beberapa hari setelah pertama kali dipelajari umumnya membuat ingatan bertahan lebih lama dibanding membacanya berkali-kali dalam satu malam. Pengulangan singkat selama beberapa menit sudah cukup memberi pengaruh. Kebiasaan ini juga memangkas kebutuhan belajar semalaman menjelang ujian, sesuatu yang sulit dilakukan bagi yang harus tetap masuk kerja keesokan harinya.
4. Tulis Ringkasan dengan Kalimat Sendiri
Menuliskan ulang materi dalam beberapa kalimat memaksa otak memproses isinya, bukan sekadar membacanya. Ringkasan tersebut juga berguna saat mendekati ujian karena isinya sudah tersaring. Bagi peserta kelas karyawan, catatan pendek semacam ini jauh lebih praktis dibawa dibanding modul lengkap yang jarang sempat dibuka ulang.
Menyusun Jadwal Mingguan yang Realistis
Kesalahan yang sering terjadi adalah menyusun jadwal belajar yang terlalu padat sejak minggu pertama. Rencana semacam itu biasanya berhenti begitu pekerjaan kantor sedang menumpuk.
Jadwal yang lebih bertahan biasanya menetapkan target kecil, misalnya dua modul pada hari kerja dan satu sesi lebih panjang pada akhir pekan.
Menyediakan satu hari kosong sebagai cadangan juga membantu. Hari tersebut dipakai mengejar bagian yang tertinggal tanpa mengganggu jadwal utama.
Kesalahan yang Sering Membuat Kuliah Terasa Berat
Kesalahan pertama berupa menunda seluruh materi sampai menjelang ujian. Beban yang menumpuk membuat proses belajar berubah menjadi hafalan singkat yang cepat hilang.
Kesalahan kedua adalah membandingkan ritme belajar dengan mahasiswa reguler. Kondisi keduanya berbeda, sehingga ukuran keberhasilannya pun sebaiknya tidak disamakan.
Kesalahan ketiga terletak pada mengabaikan waktu istirahat. Padahal, kualitas belajar sangat dipengaruhi kondisi tubuh, terutama bagi yang sudah bekerja seharian penuh.
Melanjutkan Pendidikan Tanpa Meninggalkan Pekerjaan
Kuliah sambil bekerja memang menuntut pengaturan waktu yang lebih rapi. Meskipun demikian, pilihan tersebut kini jauh lebih memungkinkan dibanding beberapa tahun lalu.
Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menyediakan program kelas karyawan dengan pilihan program studi seperti Sistem Informasi, Manajemen, dan Akuntansi. Materinya dirancang relevan dengan kebutuhan industri yang berjalan saat ini.
Kampus ini memiliki akreditasi unggul serta puluhan ribu alumni yang telah berkarier di berbagai bidang. Dengan biaya pendidikan yang terjangkau, jalur ini cukup realistis dipertimbangkan bagi anda yang ingin menuntaskan pendidikan tanpa meninggalkan pekerjaan.