Seminar Perdana Prodi DKV UBSI Usung Tema “Immersing Imagination: Wujudkan Logika Rasamu”
BSINews, Jakarta — Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) bersiap menggelar Seminar Perdana Mata Kuliah Pengantar DKV bertema “Immersing Imagination: Wujudkan Logika Rasamu”. Kegiatan yang diselenggarakan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif ini akan berlangsung di Ruang Serbaguna UBSI Pemuda, Rawamangun, Jakarta Timur, pada Selasa (13/10).
Seminar Perdana Prodi DKV UBSI Usung Tema “Immersing Imagination: Wujudkan Logika Rasamu”
Seminar perdana ini menjadi wadah bagi mahasiswa DKV UBSI untuk mengeksplorasi imajinasi, memahami logika rasa, serta menerjemahkannya ke dalam karya desain yang memiliki karakter dan nilai.
Kegiatan menghadirkan Eka Sofyan, praktisi dan edukator DKV, sebagai pembicara utama. Materi akan membahas pengembangan konsep, eksperimen, sketsa, empati terhadap karya, serta perbandingan teknik dengan teknologi dan metode dengan metodologi dalam proses kreatif.
Eka Sofyan menegaskan bahwa desain tidak hanya berkaitan dengan teknik, tetapi juga dengan kemampuan mengolah imajinasi dan rasa menjadi sebuah karya yang memiliki karakter.
“Mahasiswa perlu memahami bahwa desain bukan hanya soal teknik, tetapi juga bagaimana mengolah imajinasi, rasa, dan pengalaman menjadi sebuah karya yang memiliki karakter. Melalui eksplorasi dan eksperimen, mahasiswa diharapkan semakin berani mengembangkan ide kreatif dan menyampaikan pesan melalui desain,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Jakarta Minggu (6/9).
Baca Juga : Rate Gaji Lulusan Prodi DKV 2025: Prospek Karier, Kisaran Pendapatan, dan Peluang Masa Depan
Melalui seminar ini, mahasiswa diharapkan dapat memahami pentingnya keseimbangan antara kemampuan teknis, metodologi, dan rasa dalam menghasilkan karya Desain Komunikasi Visual.
Peserta juga akan memperoleh fasilitas berupa e-sertifikat dan akses materi seminar. Prodi DKV UBSI berharap kegiatan ini dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan potensi, berani berinisiatif, serta menjadi kreator yang adaptif dan inovatif dalam menghadapi perkembangan industri kreatif. (Safika)