BSINews, Karawang – Bertanding membawa nama kampus di tengah persaingan puluhan perguruan tinggi tentu bukan perkara ringan. Namun, 10 mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Karawang mampu menunjukkan performa terbaiknya dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Judo Mahasiswa Antarperguruan Tinggi yang berlangsung di Resinda Park Mall, Kabupaten Karawang pada 8-9 Agustus 2026 lalu.
Dari 10 atlet yang dikirimkan, delapan di antaranya berhasil meraih medali dengan rincian lima medali emas, satu medali perak, dan dua medali perunggu. Hasil tersebut menjadi capaian kontingen UBSI Kampus Karawang setelah dua hari berhadapan dengan mahasiswa-atlet dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Baca juga: Tekuni Judo di Tengah Kuliah, Veronika Raih Juara 3 Khatulistiwa Judo Series 2026
Kejurnas tersebut diikuti oleh 59 perguruan tinggi dari berbagai wilayah Indonesia dan diselenggarakan oleh Persatuan Judo Seluruh Indonesia (PJSI) Kabupaten Karawang. Para peserta bertanding dalam cabang olahraga judo dengan membawa nama perguruan tinggi masing-masing.
Bagi UBSI pencapaian tersebut bukan hanya tentang jumlah medali yang dibawa pulang. Keikutsertaan mahasiswa dalam kompetisi tingkat nasional menjadi ruang bagi mereka untuk menguji kemampuan, membangun pengalaman bertanding, sekaligus belajar menghadapi tekanan kompetisi bersama atlet dari berbagai daerah.
Jajaran UBSI Hadir Beri Dukungan
Dukungan terhadap mahasiswa-atlet UBSI Kampus Karawang juga terlihat langsung di arena pertandingan. Sejumlah jajaran universitas hadir untuk menyaksikan pertandingan sekaligus memberikan semangat kepada mahasiswa yang tengah berjuang di atas arena.
Mereka terdiri dari Kepala Kampus UBSI Kampus Cikarang Hasan Basri, Kepala Kampus UBSI Kampus Karawang Mohammad Syamsul Azis, Staf Operasional UBSI Kampus Karawang Widya Apriliah, Marketing dan Komunikasi (Markom) UBSI Kampus Karawang Walim, serta Koordinator Wakil Rektor II Bidang Non Akademik UBSI Kampus Karawang Surtika Ayumida.
Kehadiran jajaran kampus tersebut menjadi bentuk perhatian UBSI terhadap mahasiswa yang mengembangkan potensi di luar aktivitas akademik. Bagi para atlet, dukungan langsung dari kampus juga menjadi suntikan semangat ketika harus menghadapi lawan dengan kemampuan dan pengalaman bertanding yang beragam.
Syamsul Azis mengapresiasi perjuangan mahasiswa yang telah membawa nama UBSI dalam kompetisi tingkat nasional tersebut.
“Kami mengapresiasi perjuangan para mahasiswa yang telah mengikuti pertandingan dan memberikan kemampuan terbaiknya. Kegiatan seperti ini menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi melalui bidang olahraga,” ujar Syamsul Azis dalam keterangan rilis yang diterima pada Selasa (15/9).
Sebelum turun dalam pertandingan, para mahasiswa-atlet UBSI Kampus Karawang telah menjalani berbagai persiapan sesuai kelas yang diperlombakan. Latihan teknik, kondisi fisik, hingga kesiapan mental menjadi bagian dari persiapan untuk menghadapi kompetisi yang mempertemukan atlet mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Persiapan tersebut menjadi penting karena pertandingan nasional bukan hanya menguji kemampuan teknis. Atlet juga dituntut menjaga fokus, disiplin, serta mampu mengendalikan diri ketika menghadapi lawan yang memiliki karakter dan pengalaman bertanding berbeda.
Dari proses tersebut, lima atlet UBSI Kampus Karawang berhasil menyumbangkan medali emas, satu atlet meraih medali perak, dan dua atlet lainnya memperoleh medali perunggu. Artinya, sebagian besar atlet yang diturunkan berhasil menyelesaikan kompetisi dengan menempati podium.
Kompetisi Judo Jadi Ruang Belajar Mahasiswa UBSI
Azis mengatakan, pengalaman bertanding dalam kompetisi nasional dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran mahasiswa UBSI. Pertandingan memberikan kesempatan kepada atlet untuk melihat kemampuan mereka secara langsung ketika berhadapan dengan peserta dari berbagai daerah.
“Mahasiswa UBSI memiliki kesempatan untuk berkembang melalui berbagai aktivitas, termasuk olahraga dan kompetisi. Kami berharap pengalaman bertanding ini dapat menjadi bagian dari proses pembelajaran mereka, terutama dalam membangun disiplin, tanggung jawab, dan kesiapan menghadapi tantangan,” katanya.
Keterlibatan mahasiswa UBSI Kampus Karawang dalam Kejurnas Judo Mahasiswa Antarperguruan Tinggi juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi para atlet. Pertandingan menjadi kesempatan untuk mengidentifikasi kemampuan yang sudah dimiliki sekaligus aspek yang masih perlu diperbaiki melalui latihan berikutnya.
Dukungan yang diberikan jajaran UBSI di arena pertandingan sekaligus menunjukkan bahwa proses pengembangan mahasiswa tidak hanya berlangsung di ruang kelas. Olahraga dan kompetisi menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk membangun karakter, mengasah kemampuan, serta belajar menghadapi tantangan secara langsung.
Rangkaian Kejurnas Judo Mahasiswa Antarperguruan Tinggi berakhir pada Minggu, 9 Agustus 2026 lalu. Delapan medali dari 10 atlet menjadi catatan kontingen UBSI Kampus Karawang dalam kompetisi nasional yang mempertemukan mahasiswa-atlet dari 59 perguruan tinggi se-Indonesia tersebut.