Kehadiran Mahasiswa BSI Explore 2026 Dapat Apresiasi Warga Desa Radak Satu
BSINews, Kubu Raya — Kehadiran mahasiswa BSI Explore 2026 mendapat sambutan positif dari warga Desa Radak Satu pada Minggu (9/8). Interaksi yang terbangun selama kegiatan pengabdian membuat mahasiswa tidak hanya menjalankan agenda, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mendengar cerita dan mengenal kehidupan masyarakat secara lebih dekat.
Hal tersebut salah satunya dirasakan Yasimah, seorang petani lokal yang berkesempatan berbincang langsung dengan mahasiswa. Menurutnya, kemauan mahasiswa untuk datang, menyapa, dan mendengarkan cerita warga memberikan kesan positif selama mereka berada di desa.
“Kehadiran adik-adik mahasiswa yang mau turun langsung, menyapa, dan mendengarkan cerita kami para petani sangat membesarkan hati. Kunjungan dan silaturahmi seperti ini membuat kami merasa sangat dihargai,” ungkap Yasimah.
Pengabdian yang Dimulai dari Kedekatan
Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif mendorong mahasiswa untuk tidak hanya mengembangkan kompetensi, tetapi juga membangun kepekaan terhadap lingkungan dan masyarakat. Hal tersebut menjadi bagian dari pengalaman mahasiswa BSI Explore 2026 saat berinteraksi dengan warga Desa Radak Satu.
Kedekatan tersebut dibangun melalui berbagai ruang perjumpaan dengan masyarakat. Mahasiswa menghadiri hajatan pernikahan salah satu warga, Shelly, serta mengunjungi kediaman Yasimah untuk memenuhi janji pertemuan yang telah direncanakan sebelumnya.
Baca juga: Seminar Nasional UBSI Bahas Kolaborasi Pentahelix untuk Perkuat Industri Kerajinan dan Batik
Pertemuan dengan warga juga berjalan beriringan dengan koordinasi bersama aparat keamanan setempat. Perwakilan mahasiswa menyerahkan biodata anggota tim BSI Explore kepada Polsek setempat sebagai bentuk konfirmasi keberadaan selama menjalankan kegiatan di desa.
Berbagai perjumpaan tersebut membuat mahasiswa dapat melihat kehidupan masyarakat dari sudut pandang yang lebih dekat. Bukan hanya berbicara tentang program pengabdian, tetapi juga hadir dalam percakapan dan aktivitas yang menjadi bagian dari keseharian warga.
Baca juga: UBSI dan BBSPJIKB Perkuat Kolaborasi Pendidikan hingga Pengembangan Industri Kerajinan dan Batik
Mengenal Budaya Lewat Kebersamaan
Hubungan yang mulai terbangun dengan masyarakat kemudian berlanjut melalui keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan budaya lokal. Mahasiswa bersama warga menyaksikan pertunjukan Kuda Lumping pada malam hari.
Kehadiran dalam pertunjukan tersebut menjadi salah satu cara mahasiswa mengenal kesenian yang hidup di tengah masyarakat. Bagi tim, membaur berarti bersedia hadir dalam berbagai ruang yang mempertemukan mahasiswa dengan warga, termasuk ruang sosial dan budaya.
Baca juga: Semangat dan Kekompakan Bawa MAN 1 Sukabumi Juara Voli Putra BSI Flash Bogor Raya 2027
Humas BSI Explore 2026 Desa Radak Satu, Muhammad Ivan Abdullah, mengatakan rangkaian interaksi tersebut dirancang agar mahasiswa dapat membangun hubungan dengan masyarakat sekaligus menjaga koordinasi dengan berbagai pihak selama menjalankan pengabdian.
“Kegiatan hari ini sengaja kami rancang secara komprehensif dari pagi hingga malam hari untuk memastikan seluruh lini, baik itu koordinasi instansi, silaturahmi warga, hingga partisipasi kebudayaan dapat berjalan beriringan. Kami berharap setiap langkah kecil yang dilakukan mahasiswa di Desa Radak Satu ini mampu meninggalkan jejak positif dan membantu kemajuan masyarakat secara berkelanjutan,” tutup Ivan.(Lady Agustine)