UBSI dan BBSPJIKB Perkuat Kolaborasi Pendidikan hingga Pengembangan Industri Kerajinan dan Batik

0 4

BSINews, Bekasi – Kampus dan dunia industri kerap berjalan di jalur masing-masing. Padahal, ketika keduanya dipertemukan, ruang untuk melahirkan pengetahuan, pengalaman, hingga inovasi yang lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat menjadi semakin terbuka.

Semangat tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) dan Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) yang ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), pada 29 Agustus 2026, di BSI Convention Center Kaliabang, Bekasi lalu.

Baca juga: Kolaborasi UBSI dan University Selangor Dorong Pengabdian Masyarakat Internasional

MoU tersebut ditandatangani oleh Rektor UBSI Prof. Dr. Ir. Mochamad Wahyudi dan Kepala BBSPJIKB Zya Labiba. Kerja sama ini menjadi landasan bagi kedua pihak untuk mengembangkan berbagai program kolaboratif dalam bidang pendidikan, penelitian mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.

Kolaborasi tersebut tidak hanya diarahkan pada pertukaran pengetahuan, tetapi juga pada optimalisasi potensi yang dimiliki kedua pihak. UBSI dan BBSPJIKB sepakat mendorong pengembangan serta inovasi di bidang ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.

Pada bidang pendidikan, ruang kolaborasi dapat diwujudkan melalui praktik industri atau magang mahasiswa, magang dosen untuk meningkatkan kompetensi, berbagi keilmuan, hingga keterlibatan dosen praktisi industri. Dengan skema tersebut, mahasiswa maupun dosen dapat memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan kebutuhan dan dinamika dunia industri.

Sementara pada bidang penelitian mahasiswa, kerja sama dapat diarahkan pada pembimbingan tugas akhir atau skripsi, khususnya penelitian yang berkaitan dengan kerajinan dan batik. Adapun dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, kedua pihak dapat mengembangkan program pemberdayaan, pelatihan, hingga kegiatan tanggung jawab sosial yang menyasar kebutuhan masyarakat.

Prof. Wahyudi mengatakan, kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi kegiatan yang memberikan manfaat bagi berbagai pihak.

“Kerja sama ini diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi mahasiswa, dosen, masyarakat, serta pengembangan industri kerajinan dan batik,” ujar Prof. Wahyudi dalam keterangan rilis yang diterima pada Senin (14/9).

Menurutnya, kerja sama dengan lembaga yang memiliki kompetensi di bidang industri juga membuka ruang bagi perguruan tinggi untuk memberikan kontribusi yang lebih relevan terhadap kebutuhan dunia industri. Hal tersebut sejalan dengan upaya UBSI dalam memperkuat pelaksanaan tridharma perguruan tinggi agar tidak hanya berlangsung di lingkungan kampus, tetapi juga memberikan dampak yang lebih luas.

Senada dengan hal tersebut, Kepala BBSPJIKB Zya Labiba menyampaikan bahwa kolaborasi dengan UBSI dapat menjadi ruang untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pemerintah, terutama dalam pengembangan sumber daya manusia, ilmu pengetahuan, dan teknologi untuk mendukung industri kerajinan dan batik.

“Kolaborasi antara BBSPJIKB dan UBSI diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam pengembangan sumber daya manusia, pengetahuan, dan teknologi sehingga memberikan manfaat bagi pengembangan industri kerajinan dan batik di Indonesia,” kata Zya dalam keterangan rilis yang diterima pada Senin (14/9).

BBSPJIKB merupakan unsur pelaksana pemerintahan yang memiliki tugas dalam standardisasi industri, optimalisasi pemanfaatan teknologi industri dan industri 4.0, industri hijau, serta pelayanan jasa industri kerajinan dan batik. Sementara itu, UBSI menjalankan tridharma perguruan tinggi melalui bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kolaborasi Tak Berhenti di MoU

Menariknya, kerja sama antara UBSI dan BBSPJIKB juga mulai diarahkan pada bentuk kegiatan yang lebih konkret. Sebagai salah satu implementasi awal, kedua pihak menyepakati penyelenggaraan Seminar Nasional “Kolaborasi untuk Pengembangan Industri Kerajinan Batik di Indonesia” yang dituangkan melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang penyelenggaraan seminar nasional bagi dosen UBSI.

Baca juga: Perkuat Akuntabilitas Kolaborasi, BPMA Gelar Audit Mutu Internal Standar Kerjasama Secara Daring

Melalui PKS tersebut, BBSPJIKB berperan menyediakan narasumber seminar, sementara UBSI menyiapkan penyelenggaraan kegiatan beserta sarana dan prasarana pendukung. Skema ini menjadi salah satu contoh bagaimana kesepahaman yang dibangun kedua pihak mulai diterjemahkan ke dalam aktivitas akademik.

Kolaborasi UBSI dan BBSPJIKB diharapkan dapat terus berkembang melalui berbagai program yang mempertemukan kebutuhan pendidikan tinggi dengan perkembangan industri.Dari ruang kelas hingga dunia kerja, dari penelitian mahasiswa hingga pemberdayaan masyarakat, kerja sama ini membuka peluang agar pengetahuan dan teknologi tidak berhenti sebagai teori, tetapi dapat digunakan untuk menjawab persoalan nyata, termasuk dalam penguatan industri kerajinan dan batik di Indonesia.

Leave A Reply

Your email address will not be published.