BKOT UBSI Kampus Bogor Perkuat Sinergi Kampus dan Orang Tua
BSINews, Bogor — Komunikasi antara kampus dan orang tua menjadi bagian penting dalam mendukung perjalanan mahasiswa di perguruan tinggi. Melalui kegiatan Bincang Kampus Bersama Orang Tua (BKOT), Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif kampus Bogor membuka ruang dialog bagi orang tua dan calon mahasiswa untuk memahami kehidupan perkuliahan, pengembangan potensi, hingga persiapan menghadapi dunia kerja pada Sabtu (29/8).
BKOT UBSI Kampus Bogor Perkuat Sinergi Kampus dan Orang Tua
Kegiatan dibuka oleh Fuad Nur Hasan selaku Kepala kampus UBSI kampus Bogor. Ia menyampaikan bahwa masa perguruan tinggi menjadi fase penting bagi mahasiswa untuk membangun kemandirian, karakter, pengalaman, kompetensi, serta kemampuan beradaptasi.
“Kampus yang baik bukan hanya tempat mahasiswa belajar, tetapi juga tempat mahasiswa bertumbuh. Karena itu, komunikasi antara kampus dan orang tua menjadi bagian penting dalam mendukung perjalanan mahasiswa hingga mereka mampu menjadi pribadi yang mandiri, kompeten, dan siap menghadapi masa depan,” ujar Fuad dalam keterangan rilis yang diterima di Bogor Senin (31/8).
Sesi akademik menghadirkan Dewi Ayu Nur Wulandari sebagai narasumber yang memberikan gambaran mengenai perjalanan akademik mahasiswa, mulai dari perkuliahan, Nomor Induk Mahasiswa (NIM), Elektronik Kartu Tanda Mahasiswa (EKTM), pertemuan perkuliahan, Ujian Tengah Semester (UTS), Ujian Akhir Semester (UAS), hingga mekanisme HER.
Orang tua juga diperkenalkan dengan MyUBSI Parent yang dapat digunakan untuk memantau sejumlah informasi akademik mahasiswa, seperti program studi, kelas, IPK, SKS, kalender akademik, jadwal kuliah, dan kehadiran. Kehadiran layanan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan agar orang tua dapat mendampingi perkembangan mahasiswa tanpa mengurangi ruang bagi mahasiswa untuk belajar mandiri dan bertanggung jawab.
Ruang Berkembang di Luar Perkuliahan
Selain akademik, BKOT membahas berbagai aktivitas pengembangan diri melalui organisasi mahasiswa dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). Octa Pratama Putra sebagai narasumber menjelaskan beragam pilihan kegiatan, mulai dari olahraga, jurnalistik, fotografi, musik, kerohanian, kepalangmerahan, hingga pecinta alam.
Mahasiswa juga memiliki kesempatan mengikuti berbagai program dan kompetisi, seperti Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa), Program Magang Berdampak, Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW), Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), PIMNAS, riset dan pengabdian masyarakat, KDMI, NUDC, PILMAPRES, POMNAS, LIDM, GEMASTIK, hingga Kontes Robot Indonesia.
Berbagai fasilitas pendukung turut diperkenalkan, di antaranya BSI Sport Center, Student Corner, Galeri Investasi, dan perpustakaan. Dari sisi pembiayaan, tersedia pula sejumlah beasiswa internal seperti Bright Scholarship, Cakap Digital, Dhuafa, Talent Squad, Beasiswa Jalur Undangan, dan Prestasi, serta peluang eksternal seperti KIP, UKT Pemkot/Pemda, dan BAZNAS.
Dukungan pengembangan kompetensi juga diberikan melalui LSP BSI dan Lembaga Bahasa UBSI. Sementara itu, aspek keamanan dan kesejahteraan mahasiswa turut menjadi perhatian melalui kanal pelaporan, Satgas PPKPT, serta layanan konseling mahasiswa.
Inspirasi dari Mahasiswa Berprestasi
Rangkaian diskusi yang dipandu Lestari Yusuf sebagai moderator berlangsung interaktif. Kegiatan kemudian ditutup dengan testimoni Bella Amalia, mahasiswa berprestasi UBSI yang mengikuti Global Youth Congress 2026 di Thailand.
Baca Juga : BKOT UBSI Kampus Jatiwaringin Usung Tema Grow With Vision, Perkuat Sinergi Kampus dan Orang Tua
Kisah Bella memberikan gambaran mengenai peluang mahasiswa untuk mengembangkan pengalaman hingga tingkat internasional. Hal tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi calon mahasiswa untuk memanfaatkan masa perkuliahan sebagai ruang mengeksplorasi potensi, membangun pengalaman, dan mengembangkan kompetensi.
Melalui BKOT, UBSI kampus Bogor menegaskan pentingnya sinergi antara kampus dan orang tua dalam mendampingi perjalanan mahasiswa. Pendidikan tinggi tidak hanya menjadi proses pembelajaran akademik, tetapi juga ruang bagi mahasiswa untuk membangun karakter, pengalaman, kemandirian, dan kesiapan menghadapi masa depan. (Safika)