Belajar Membuat Tempe, Mahasiswa BSI Explore 2026 Kenali Potensi Usaha Warga

0 75

BSINews, Kubu Raya — Apa yang terlihat sederhana di meja makan ternyata menyimpan proses yang cukup panjang. Hal itu dirasakan mahasiswa BSI Explore 2026 Desa Radak Satu Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Pontianak ketika berkunjung ke tempat usaha tempe milik Atun di Desa Radak Dua, Jumat (14/8). Dari kedelai hingga menjadi tempe, mahasiswa melihat langsung bagaimana keterampilan warga dapat tumbuh menjadi usaha yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pertemuan dengan Atun membuat mahasiswa tidak sekadar melihat hasil akhirnya. Mereka mengamati proses produksi secara langsung dan mendengarkan penjelasan mengenai tahapan pengolahan tempe, mulai dari bahan baku kedelai hingga proses fermentasi yang menjadi salah satu bagian penting dalam menentukan kualitas produk.

Atun pun berbagi cerita mengenai proses yang selama ini dijalaninya. Menurutnya, pembuatan tempe membutuhkan ketelitian pada setiap tahap agar hasil yang diperoleh tetap baik.

“Dalam membuat tempe, setiap proses harus diperhatikan, dari pengolahan kedelai sampai fermentasinya. Kalau ada yang kurang tepat, hasilnya juga bisa berbeda. Senang juga bisa berbagi pengalaman dengan mahasiswa yang datang dan ingin tahu prosesnya secara langsung,” ujar Atun.

Melihat Potensi yang Tumbuh dari Rumah

Bagi mahasiswa, penjelasan tersebut membuat proses pembuatan tempe terasa lebih dekat. Mereka tidak hanya mengetahui bagaimana tempe dibuat, tetapi juga melihat bagaimana usaha rumahan dapat menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat.

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman belajar yang tidak terbatas di ruang kelas. Melalui BSI Explore 2026, mahasiswa berkesempatan melihat langsung kehidupan masyarakat, termasuk mengenali potensi usaha yang tumbuh dari keterampilan warga.

Kunjungan tersebut membuka cara pandang mahasiswa terhadap potensi di sekitar mereka. Produk yang sehari-hari mudah ditemukan ternyata lahir dari proses, keterampilan, dan ketekunan yang dikerjakan warga secara langsung.

Baca juga: Jelang 17 Agustus, Warga Radak Satu Gelar Tasyakuran dengan Hadroh dan Tumpeng

Mengenal Desa Lewat Kehidupan Warga

Pengalaman mengenal kehidupan warga kemudian berlanjut pada malam hari. Mahasiswa menghadiri pengajian rutin di Masjid Radak Satu dan berbaur bersama masyarakat dalam suasana yang lebih santai.

Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan tersebut memberi ruang untuk mengenal warga di luar agenda program. Percakapan yang terbangun membuat hubungan yang sebelumnya masih terasa baru perlahan menjadi lebih akrab.

Baca juga: Lomba Artgustus 2026 HIMAMA DPC Cut Mutia dan Kaliabang Jadi Wadah Kreativitas Pelajar dan Mahasiswa

Setelah pengajian, mahasiswa juga ikut berkoordinasi bersama warga untuk mempersiapkan kegiatan keagamaan yang akan berlangsung keesokan harinya. Keterlibatan sederhana tersebut menjadi bagian dari proses mereka untuk memahami bahwa kehidupan di desa tidak hanya tentang program yang dijalankan, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat saling terlibat dalam kegiatan bersama.

Muhammad Ivan Abdullah selaku Humas BSI Explore 2026 Desa Radak Satu mengatakan, pertemuan dengan warga membuat mahasiswa mendapat pengalaman yang tidak bisa diperoleh hanya dari ruang kelas.

“Kami banyak menemukan hal baru ketika ikut melihat langsung aktivitas warga. Dari usaha tempe, kami belajar bagaimana potensi yang ada di sekitar bisa menjadi bagian dari kehidupan ekonomi masyarakat. Saat ikut pengajian dan kegiatan warga, kami juga belajar membangun kedekatan dengan masyarakat secara lebih alami,” ujar Ivan.

Baca juga: Enam Mahasiswa UBSI Pontianak Siap Gaspol Magang di PT Burnia Nitya Lavanya, Bekal Nyata Menuju Dunia Kerja

Dari tempat produksi tempe di Desa Radak Dua hingga suasana pengajian di Masjid Radak Satu, pengalaman Jumat itu memperlihatkan sisi lain dari BSI Explore 2026. Mahasiswa datang untuk menjalankan pengabdian, tetapi dalam prosesnya mereka juga menemukan banyak hal untuk dipelajari dari keseharian warga.(Lady Agustine)

Leave A Reply

Your email address will not be published.