Manfaatkan Libur Semester, Mahasiswa UBSI Dampingi Siswa SMKN 20 Jakarta Kembangkan Proyek Digital

0 12

BSINews, Jakarta-Memanfaatkan waktu libur semester dengan kegiatan produktif, Alif Amunawwar, mahasiswa semester 5 Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pemuda, turut berbagi ilmu dan pengalaman melalui kegiatan pendampingan pembelajaran bagi siswa jurusan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) SMKN 20 Jakarta. Kegiatan yang berlangsung pada 15 Juli hingga 21 September 2026 tersebut menjadi kesempatan bagi Alif untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus mendampingi siswa mengembangkan berbagai proyek berbasis teknologi.

Baca juga:UBSI Dampingi Mahasiswa Penerima Bidikmanis dalam Proses Pencairan Dana di Bank BJB Depok

Pendampingan yang berlangsung di SMKN 20 Jakarta, Jalan Melati No. 24, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan, melibatkan siswa RPL kelas 10, 11, dan 12. Materi yang diberikan disesuaikan dengan tingkat pembelajaran masing-masing, mulai dari Sistem Komputer, Jaringan, dan Web Programming hingga UI/UX Design, database, Laravel, dan Flutter.

Bagi Alif, kegiatan tersebut bukan sekadar mengisi waktu libur semester. Interaksi langsung dengan siswa menjadi pengalaman untuk menguji sekaligus menerapkan pengetahuan yang selama ini diperoleh di bangku kuliah.

Dari Bangku Kuliah ke Ruang Kelas, Alif Bagikan Ilmu Teknologi kepada Siswa SMKN 20 Jakarta

“Kegiatan ini menjadi pengalaman yang berharga karena saya dapat menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus berbagi pengetahuan secara langsung kepada siswa. Melalui proses pendampingan dan praktik, saya berharap siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga dapat melihat bagaimana ilmu tersebut diterapkan menjadi sebuah proyek yang nyata dan bermanfaat,” ujar Alif.

Dalam proses pembelajaran, Alif tidak hanya menyampaikan materi secara teori. Para siswa juga diarahkan untuk mempraktikkan pengetahuan yang diperoleh melalui pengembangan proyek sehingga mereka dapat memahami bagaimana sebuah konsep teknologi diterapkan menjadi produk yang memiliki fungsi.

Siswa kelas 11 dan 12, misalnya, mendapatkan kesempatan mengembangkan sistem E-Vote untuk pemilihan OSIS menggunakan Laravel sebagai backend dan Vue.js sebagai frontend. Proyek tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mengasah kemampuan dalam membangun sistem berbasis web sekaligus menghasilkan solusi yang dapat mendukung kebutuhan sekolah.

Tidak berhenti pada proyek E-Vote, siswa kelas 12 juga mengembangkan website dan aplikasi Warehouse Management System (WMS) yang ditujukan untuk mendukung kebutuhan jurusan Logistik SMKN 20 Jakarta. Pengembangan WMS melibatkan sejumlah kemampuan, mulai dari perancangan antarmuka, pengelolaan database, hingga pengembangan aplikasi.

Bagi siswa, pembelajaran berbasis proyek memberikan pengalaman berbeda karena materi yang dipelajari dapat langsung dihubungkan dengan kebutuhan nyata. Sementara bagi Alif, proses tersebut menjadi pengalaman untuk belajar berkomunikasi, mendampingi, dan mencari solusi ketika menghadapi siswa dengan kemampuan yang beragam.

Pak Firmansyah, guru RPL kelas 12 SMKN 20 Jakarta, mengapresiasi pendampingan yang diberikan Alif selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, kehadiran mahasiswa dalam proses pembelajaran memberikan tambahan pengalaman bagi siswa dalam memahami materi sekaligus menerapkannya melalui proyek.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Alif yang telah meluangkan waktu untuk mendampingi dan berbagi ilmu kepada siswa-siswa RPL, khususnya kelas 12. Kehadiran dan pendampingan yang diberikan sangat membantu siswa dalam memahami materi sekaligus menerapkannya melalui proyek yang mereka kerjakan,” ujar Firmansyah.

Apresiasi juga disampaikan Eko Wardoyo, S.Kom., Kepala Program Keahlian RPL SMKN 20 Jakarta. Menurutnya, pembelajaran berbasis praktik dan proyek dapat membantu siswa mengembangkan kemampuan teknis sekaligus memahami penerapan teknologi dalam kebutuhan nyata.

“Kegiatan seperti ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi yang memberikan pengalaman tambahan bagi siswa, khususnya dalam mengembangkan kemampuan di bidang Rekayasa Perangkat Lunak. Kami berharap pendampingan dan berbagi pengetahuan seperti ini dapat terus memberikan manfaat bagi siswa dalam mempersiapkan diri menghadapi perkembangan teknologi dan dunia kerja,” ujar Eko.

Bagi Alif, pengalaman mendampingi siswa juga memberikan pembelajaran tersendiri. Ia harus menyesuaikan cara menyampaikan materi dengan tingkat pemahaman siswa, sekaligus membantu mereka ketika menghadapi kendala dalam proses pengembangan proyek.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa tidak hanya dapat diterapkan melalui kegiatan akademik di dalam kampus. Pengetahuan dan keterampilan teknologi juga dapat dibagikan kepada lingkungan sekitar sehingga memberikan manfaat bagi siswa yang sedang mempersiapkan diri menghadapi perkembangan dunia digital.

Hal tersebut sejalan dengan semangat UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif yang mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menguasai pengetahuan akademik, tetapi juga mampu mengimplementasikan kompetensi yang dimiliki melalui berbagai kegiatan produktif. Keterlibatan mahasiswa dalam pendampingan pembelajaran menjadi salah satu ruang untuk mengembangkan pengalaman, komunikasi, dan kemampuan praktik.

Sriyadi, selaku Kaprodi Sistem Informasi UBSI, menyampaikan bahwa kegiatan seperti ini dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memberikan kontribusi nyata kepada lingkungan pendidikan.

Baca juga: Belajar Desain dari Nol! Mahasiswa UBSI Kampus Purwokerto Dampingi Ibu-Ibu Kuasai Grafis Digital

Sementara itu, Setiaji selaku Kepala Kampus UBSI Pemuda berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dapat terus dikembangkan. Menurutnya, kegiatan berbagi pengetahuan dan keterampilan dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa maupun siswa dalam mempersiapkan kompetensi menghadapi perkembangan teknologi.

Perjalanan Alif selama mendampingi siswa SMKN 20 Jakarta menjadi gambaran bahwa proses belajar tidak hanya berlangsung di ruang kuliah. Ketika pengetahuan yang diperoleh dapat dibagikan dan diterapkan dalam situasi nyata, pengalaman tersebut dapat menjadi bagian dari proses pengembangan kompetensi mahasiswa sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan pendidikan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.