Dari Koding Jadi Juara, Mahasiswa UBSI Kampus Pontianak Bagikan Perjalanan Unneed Developer Raih Prestasi
BSINews, Pontianak — Di balik sebuah prestasi, terdapat proses panjang yang tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga keberanian untuk mencoba, kerja sama, dan kemauan untuk terus belajar. Hal tersebut menjadi pembahasan dalam kegiatan Hangout Campus Online bertema “Dari Ngoding Jadi Juara: Behind The Code: Perjalanan Unneed Developer Meraih Juara” yang menghadirkan mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif kampus Pontianak sebagai narasumber pada Senin (31/8).
Dari Koding Jadi Juara, Mahasiswa UBSI Kampus Pontianak Bagikan Perjalanan Unneed Developer Raih Prestasi
Kegiatan yang diselenggarakan secara online melalui live TikTok @ubsi_pontianak tersebut menghadirkan Derry Meiraldy, mahasiswa Program Studi Informatika (S1) UBSI kampus Pontianak sekaligus anggota Tim Unneed Developer. Acara dipandu oleh Nadya Kumalasary, mahasiswa Program Studi Akuntansi (S1+) UBSI kampus Pontianak.
Dalam kegiatan tersebut, Derry membagikan perjalanan Unneed Developer saat mengikuti berbagai perlombaan hingga berhasil meraih prestasi. Ia menjelaskan bahwa kompetisi bukan hanya tentang mengejar kemenangan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk mengasah kemampuan, menambah pengalaman, membangun kerja sama tim, serta menguji kemampuan yang diperoleh selama perkuliahan.
Derry mengungkapkan, pengalaman mengikuti kompetisi memberikan banyak pembelajaran, mulai dari kemampuan menyelesaikan masalah hingga mengatur waktu dan bekerja bersama tim.
“Ketika mengikuti lomba, kita tidak hanya belajar bagaimana membuat sebuah program, tetapi juga belajar bagaimana menyelesaikan masalah, bekerja sama dengan tim, mengatur waktu, dan berani menunjukkan kemampuan yang kita miliki,” ungkap Derry dalam keterangan rilis yang diterima di Pontianak Selasa (1/9).
Selain membahas pengalaman mengikuti kompetisi, Derry juga membagikan cerita mengenai proses penyusunan skripsi. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kemauan untuk terus belajar dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai kendala selama menyelesaikan tugas akhir.
Dukungan dosen turut menjadi bagian dari pengalaman yang dibagikan Derry. Ia menceritakan bagaimana arahan dosen pembimbing membantunya dalam menentukan langkah penelitian, berdiskusi ketika menghadapi kendala, hingga memperoleh masukan untuk menyempurnakan skripsi.
Ia menegaskan bahwa komunikasi yang baik antara mahasiswa dan dosen pembimbing penting agar proses penyusunan tugas akhir dapat berjalan lebih terarah.
“Dosen pembimbing bukan hanya membantu ketika ada kesalahan dalam skripsi, tetapi juga memberikan arahan agar kita tahu apa yang harus dilakukan selanjutnya. Jadi, jangan ragu untuk berdiskusi dan bertanya ketika mengalami kesulitan,” jelasnya.
Baca Juga : Mahasiswa UBSI Kampus Tegal Raih Prestasi di Ajang Dancesport Jawa Tengah 2025
Perjalanan Unneed Developer menjadi gambaran bahwa prestasi membutuhkan proses yang tidak singkat. Latihan, kerja sama, evaluasi, keberanian menghadapi kegagalan, serta kemauan untuk terus belajar menjadi bagian dari perjalanan dalam mencapai sebuah pencapaian.
Melalui kegiatan Hangout Campus Online, pengalaman yang dibagikan Derry diharapkan dapat memberikan wawasan kepada mahasiswa lainnya untuk berani mengikuti kompetisi, mengembangkan kemampuan, dan memanfaatkan berbagai kesempatan yang tersedia selama masa perkuliahan. (Safika)