Kolaborasi Riset Global Jadi Fokus Program Diaspora Berdampak Batch II 2026 di UBSI
BSINews, Jakarta-Program Diaspora Berdampak Batch II Tahun 2026 di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menghadirkan Assoc. Prof. Hera Oktadiana, Ph.D., CHE, dari James Cook University dan Griffith Institute for Tourism, Australia, untuk membahas penguatan kolaborasi riset internasional. Kegiatan ini dilaksanakan secara hibrid, dengan menggabungkan pertemuan tatap muka di Auditorium Tambora, Lantai 9, UBSI Kampus Kramat 98, Jakarta, dan partisipasi daring melalui Zoom. Berlangsung pada 14–29 Oktober 2026, program ini mengangkat tema “Innovation of Global Scale Research Collaboration to Strengthen Mission Differentiation as a Teaching University”.
Program ini menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan mengenai kerja sama penelitian lintas negara dan penguatan peran perguruan tinggi sebagai teaching university. Melalui materi yang disampaikan, peserta memperoleh perspektif mengenai pentingnya membangun kolaborasi riset yang terarah, mulai dari menentukan prioritas penelitian hingga memilih institusi mitra yang sesuai.
Prof. Hera menyoroti bahwa kerja sama penelitian internasional perlu diawali dengan fokus riset yang jelas. Perguruan tinggi perlu menentukan bidang penelitian yang sesuai dengan strategi pengembangan institusi agar sumber daya yang tersedia dapat dimanfaatkan secara optimal dan kemitraan yang dibangun memberikan manfaat akademik.
“Kolaborasi riset internasional perlu diawali dengan penentuan fokus penelitian yang jelas dan sesuai dengan arah pengembangan institusi. Dengan prioritas yang terarah, perguruan tinggi dapat mengoptimalkan sumber daya serta membangun kemitraan yang memberikan manfaat akademik secara berkelanjutan,” ujar Prof. Hera, Rabu (14/10).
Kolaborasi Riset Perlu Didukung Tujuan dan Mitra yang Tepat
Dalam materi presentasinya, Prof. Hera juga menekankan pentingnya kesamaan minat dan tujuan penelitian antara perguruan tinggi dengan institusi mitra. Keselarasan tersebut menjadi salah satu dasar untuk membangun kerja sama yang berkelanjutan, sekaligus membuka peluang pertukaran pengetahuan dan pengembangan penelitian bersama.
Selain kesamaan tujuan, pemilihan mitra juga perlu mempertimbangkan keahlian, sumber daya, serta relevansi bidang penelitian yang dimiliki. Dengan memperhatikan aspek tersebut, kolaborasi internasional diharapkan tidak hanya memperluas jaringan akademik, tetapi juga mendukung pencapaian target penelitian yang telah ditetapkan.
“Kesamaan minat, tujuan, dan kompetensi menjadi aspek penting dalam membangun kolaborasi penelitian lintas negara. Pemilihan mitra yang tepat dapat membuka peluang pertukaran pengetahuan, pengembangan penelitian bersama, dan penguatan jejaring akademik,” ungkap Prof. Hera.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa membangun kolaborasi riset global membutuhkan perencanaan yang matang. Perguruan tinggi perlu memahami kebutuhan institusi, menentukan prioritas penelitian, serta mengidentifikasi mitra yang memiliki kompetensi dan ketertarikan terhadap bidang yang dikembangkan.
Materi yang disampaikan Prof. Hera memberikan gambaran bahwa internasionalisasi perguruan tinggi tidak cukup dilakukan melalui hubungan formal dengan institusi luar negeri. Kerja sama perlu diarahkan pada tujuan yang jelas agar dapat mendukung pengembangan kapasitas akademik dan memperkuat posisi perguruan tinggi dalam lingkungan pendidikan tinggi internasional.
Diaspora Berdampak Dorong Penguatan Kapasitas Akademik UBSI
Bagi UBSI, penguatan kolaborasi internasional menjadi salah satu aspek yang relevan dalam pengembangan pendidikan tinggi. Pertukaran wawasan dengan akademisi yang memiliki pengalaman di lingkungan pendidikan internasional dapat memperkaya perspektif mengenai pengembangan penelitian, strategi kemitraan, dan peningkatan kualitas akademik.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui penguatan wawasan akademik dan perluasan jejaring kolaborasi internasional. Melalui Program Diaspora Berdampak Batch II Tahun 2026, UBSI mendorong pengembangan strategi riset yang inovatif dan berkelanjutan guna memperkuat kapasitas institusi serta mengoptimalkan perannya sebagai teaching university.
Baca juga: Kolaborasi Global Jadi Kunci: UBSI Gelar Sharing Session Krusial untuk Riset dan Pengabdian
Melalui kegiatan ini, pentingnya menentukan prioritas penelitian, membangun kesamaan tujuan, dan memilih mitra yang tepat menjadi bagian dari pembahasan mengenai kolaborasi riset internasional. Ketiga aspek tersebut dapat menjadi landasan bagi perguruan tinggi dalam mengembangkan kerja sama yang terarah dan berkelanjutan.
“Kolaborasi riset global bukan sekadar membangun hubungan dengan institusi luar negeri, melainkan menciptakan kerja sama yang memiliki tujuan, arah, dan manfaat yang jelas. Melalui strategi yang tepat, perguruan tinggi dapat memperkuat kapasitas akademik sekaligus mengembangkan perannya sebagai teaching university,” tutur Prof. Hera.