Dorong UMKM Naik Kelas, UBSI Pontianak Pelajari 5 Peran Strategis Inkubator Bisnis

0 10
Keberadaan inkubator bisnis di lingkungan perguruan tinggi memegang peran kunci dalam melahirkan wirausahawan muda yang tangguh dan berdaya saing tinggi. Komitmen inilah yang ditunjukkan oleh Inkubator Bisnis Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Pontianak melalui keikutsertaannya dalam kegiatan sosialisasi dan pendampingan legalitas usaha bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) se-Kalimantan Barat.
Agenda strategis yang digagas oleh Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Kalimantan Barat tersebut berlangsung di Khatulistiwa Ballroom, Transera Hotel Pontianak, pada Rabu (23/9/2026). Pertemuan ini menghadirkan berbagai perwakilan inkubator bisnis perguruan tinggi serta komunitas UMKM setempat guna membahas skema pendaftaran Perseroan Perorangan sebagai bentuk kepastian hukum bagi para pengusaha pemula.

Perkuat Ekosistem Kewirausahaan Kampus, Inkubator Bisnis UBSI Pontianak Adopsi 5 Peran Pendamping UMKM

Baca juga : Bincang Kampus Bersama Orang Tua, UBSI Pontianak Perkuat Sinergi Dukung Perjalanan Mahasiswa

Dalam agenda tersebut, UBSI Kampus Pontianak mengutus dua perwakilan dari Inkubator Bisnis, yaitu Kartika Handayani dan Badariatul Lailiah. Kehadiran delegasi kampus ini menjadi wujud nyata keterlibatan aktif institusi pendidikan tinggi dalam mendukung akselerasi UMKM binaan agar mampu mentransformasi bisnisnya menjadi entitas yang legal, profesional, dan akuntabel.
Melalui forum tersebut, para peserta dibekali wawasan mendalam mengenai berbagai kemudahan pengurusan badan hukum Perseroan Perorangan. Skema hukum ini dirancang khusus oleh pemerintah untuk memberi perlindungan aset pribadi pengusaha, memudahkan tata kelola keuangan, serta membuka peluang akses permodalan perbankan dan kemitraan bisnis yang lebih luas bagi UMKM.
Salah satu materi krusial yang dibahas dalam sosialisasi tersebut menekankan lima peran utama yang harus dijalankan oleh inkubator bisnis perguruan tinggi dan komunitas pendamping. Kelima fungsi strategis tersebut meliputi Identifier, Educator, Motivator, Facilitator, dan Monitor.
Sebagai Identifier, Inkubator Bisnis UBSI Pontianak bertugas mengidentifikasi dan memetakan UMKM binaan maupun wirausaha mahasiswa yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Peran Educator diwujudkan melalui pemberian pemahaman komprehensif mengenai pentingnya proteksi hukum dan manfaat memiliki legalitas badan usaha secara berkelanjutan.
Sementara itu, peran Motivator berfokus pada dorongan moral untuk mengikis kekhawatiran pelaku usaha terhadap kerumitan birokrasi pendaftaran. Pada tahap implementasi, fungsi Facilitator hadir untuk membantu mempersiapkan kelengkapan dokumen administratif, yang kemudian dituntaskan melalui peran Monitor untuk mengawal proses pendampingan hingga sertifikat legalitas terbit secara resmi.

Inkubator Bisnis UBSI Pontianak Siap Dampingi UMKM Binaan Raih Legalitas Perseroan Perorangan

Baca juga : Dorong UMKM Naik Kelas, Dosen UBSI Bekali Sahabat Niaga Community Keterampilan Public Speaking dan Business Pitching

Menanggapi materi serta dinamika dalam sosialisasi tersebut, perwakilan Inkubator Bisnis UBSI Pontianak, Kartika Handayani, menegaskan pentingnya penyerapan wawasan baru ini untuk mengoptimalkan program pembinaan mahasiswa dan pengusaha lokal binaan kampus. Menurutnya, aspek legalitas kerap menjadi hambatan utama UMKM dalam melakukan ekspansi pasar.
“Kegiatan ini memberikan wawasan bagi kami sebagai bagian dari Inkubator Bisnis UBSI Pontianak mengenai pentingnya peran inkubator dalam mendampingi pelaku UMKM, tidak hanya dalam pengembangan usaha, tetapi juga dalam membantu mereka memahami manfaat legalitas dan mempersiapkan proses pendaftaran. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam pendampingan UMKM binaan UBSI Pontianak agar semakin siap mengembangkan usahanya,” ujar Kartika Handayani.
Ia menambahkan bahwa Inkubator Bisnis UBSI Pontianak akan segera menyelaraskan hasil kegiatan ini ke dalam kurikulum pendampingan internal. Langkah tersebut mencakup penyediaan layanan konsultasi legalitas, pelatihan penyusunan laporan keuangan dasar, hingga pendampingan teknis pendaftaran sistem elektronik di Kemenkum.
Keikutsertaan Kartika Handayani dan Badariatul Lailiah dalam forum berskala regional ini juga menjadi sarana memperluas jejaring kolaborasi dengan Kanwil Kemenkum Kalbar, instansi pemerintah terkait, serta sesama lembaga inkubator di Pontianak. Jaringan kerja sama ini dinilai vital untuk menciptakan iklim wirausaha yang kondusif di lingkungan kampus maupun masyarakat luas.
Langkah responsif dari UBSI Kampus Pontianak ini mempertegas posisinya sebagai Kampus Digital Kreatif yang tidak hanya berfokus pada pendidikan akademik, tetapi juga berkontribusi langsung pada penciptaan lapangan kerja dan kemandirian ekonomi. Melalui pendampingan yang terstruktur, UBSI Pontianak optimistis dapat melahirkan generasi muda yang adaptif, inovatif, serta memiliki kesadaran hukum yang tinggi dalam menjalankan roda bisnis.
Ke depan, Inkubator Bisnis UBSI Pontianak berkomitmen untuk terus mengawal unit-unit bisnis binaannya agar dapat naik kelas. Dengan mengantongi legalitas resmi berupa Perseroan Perorangan, para pelaku UMKM diharapkan makin percaya diri menembus pasar nasional hingga mancanegara, sekaligus menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.