UBSI dan BRIN Pantau Program BINTARA di Garut, Peternakan Domba Kian Modern Berbasis Teknologi
BSINews, Jakarta-Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melakukan monitoring program Bisnis Tani Terpadu (BINTARA) di Koperasi Cikal Maju, Kecamatan Pasirwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, pada 13–14 Oktober 2026. Kegiatan ini dilakukan untuk mengevaluasi perkembangan peternakan domba terintegrasi berbasis teknologi di Kawasan ICARE Jawa Barat, sekaligus memastikan penerapan inovasi digital, pengolahan limbah, dan pengembangan pakan ternak berjalan sesuai kebutuhan di lapangan.
Baca juga: UBSI dan BRIN Berdayakan Peternak Domba Garut Lewat Digitalisasi dan Pakan Mandiri
Monitoring tersebut melibatkan tim BRIN yang terdiri atas Dr. Rantan Krisnan, Dr. Ir. Iwan Herdiawan, Endang Sutedi dan Ir. Hanudin. Sementara itu, tim UBSI diwakili oleh Endang Wahyudi, Kresna Ramanda dan Erma Delima Sikumbang.
Kegiatan monitoring difokuskan pada tiga aspek utama, yaitu perkembangan lokasi pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk organik, pengembangan sistem pencatatan ternak berbasis digital melalui aplikasi Smart Recording, serta pemantauan lahan penanaman hijauan sebagai sumber pakan ternak.
Dr. Rantan Krisnan, menjelaskan bahwa monitoring diperlukan untuk memastikan setiap komponen program BINTARA dapat diterapkan sesuai kebutuhan peternak. Menurutnya, pengembangan peternakan modern tidak cukup hanya berfokus pada pemeliharaan ternak, tetapi juga membutuhkan dukungan teknologi dan pengelolaan sumber daya yang terintegrasi.
“Monitoring ini penting untuk memastikan setiap komponen program BINTARA berjalan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kami ingin pengembangan peternakan domba tidak hanya berfokus pada pemeliharaan ternak, tetapi juga mencakup pencatatan digital, ketersediaan pakan, pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik, serta penerapan teknologi untuk mendukung pengelolaan peternakan yang lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Rantan.
Ia menambahkan, penerapan berbagai teknologi tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan menuju sistem peternakan yang lebih cerdas, rasional, dan berorientasi pada keuntungan usaha.
Pada aspek pengolahan limbah, tim UBSI dan BRIN memantau perkembangan fasilitas pengolahan kotoran ternak menjadi pupuk organik. Langkah ini bertujuan meningkatkan nilai guna limbah peternakan sekaligus mendukung penerapan prinsip keberlanjutan melalui pemanfaatan sumber daya secara lebih optimal.
Selain itu, tim memantau pengembangan aplikasi Smart Recording yang dirancang untuk membantu anggota koperasi mencatat data ternak domba secara digital dan terstruktur. Pencatatan ini diharapkan dapat memudahkan dokumentasi informasi ternak serta mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan usaha peternakan secara lebih terukur.
Pemanfaatan teknologi juga diperkuat melalui pemasangan kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) di kandang, serta sensor suhu dan kelembapan. Perangkat tersebut diharapkan membantu peternak memantau kondisi kandang dan memperoleh informasi pendukung untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan ternak.
Di sisi lain, pemantauan lahan penanaman hijauan pakan ternak menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program BINTARA. Ketersediaan pakan yang berkelanjutan diperlukan untuk mendukung pemeliharaan domba sekaligus meningkatkan efisiensi usaha peternakan.
Melalui kolaborasi ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif turut mendorong pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pengembangan sektor peternakan. Sinergi perguruan tinggi dan lembaga riset tersebut diharapkan dapat memperkuat penerapan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat serta potensi sumber daya lokal.
Program BINTARA merupakan inisiatif pengembangan peternakan domba terintegrasi yang mengusung implementasi Smart Recording berbasis Android dan Smart Feeding. Program ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital, meningkatkan efisiensi pengelolaan peternakan, serta mendukung keberlanjutan usaha melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
Baca juga: Dosen UBSI Terlibat Riset BRIN, Kaji Model Dana Abadi Daerah untuk Pembangunan Berkelanjutan
Hasil monitoring pada 13–14 Oktober 2026 selanjutnya menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah tindak lanjut berdasarkan kondisi dan kebutuhan di lapangan. Melalui pemantauan berkala dan kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga riset, program BINTARA diharapkan mampu mendorong terwujudnya sistem peternakan domba yang modern, produktif, dan berkelanjutan di Kawasan ICARE Jawa Barat.
“Semua introduksi teknologi tersebut memberikan dampak terhadap usaha beternak yang smart, sehingga akan menggeser ke arah sistem peternakan yang lebih rasional dengan profit-oriented,” ujar Dr. Rantan.