Mahasiswa UBSI Raih Best Short Movie di Malaysia International Film Festival 2025 Lewat Film Pendek Ilusi
BSINews, Malaysia-Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI), Usman, berhasil meraih penghargaan Best Short Movie dalam ajang Malaysia International Film Festival (MIFFEST) 2025 melalui film pendek berjudul Ilusi. Penghargaan tersebut diserahkan dalam acara awarding yang berlangsung pada 29 Juli 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Baca juga: Sukses Besar! Universitas BSI Gelar Festival Film Pendek ‘Save Our Sosmed 2023’
Dalam ajang perfilman internasional tersebut, Usman berperan sebagai produser film pendek Ilusi. Keikutsertaannya berawal dari informasi yang diperoleh melalui rekan sesama mahasiswa yang menyarankannya untuk mencoba mengirimkan karya film pendek ke MIFFEST 2025. Berbekal keberanian untuk mencoba, Usman mengikutsertakan karyanya hingga berhasil meraih penghargaan di tingkat internasional.
Usman mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam kompetisi tersebut menjadi pengalaman berharga dalam perjalanan kreatifnya. Ia mengaku awalnya mengetahui informasi MIFFEST dari rekan mahasiswa yang mendorongnya untuk mengunggah karya film pendek yang telah diproduksinya.
“Saya mengetahui informasi Malaysia International Film Festival dari rekan mahasiswa yang menyarankan untuk mencoba mengirimkan karya film pendek. Saya tidak menyangka film Ilusi bisa mendapatkan penghargaan Best Short Movie. Prestasi ini menjadi pengalaman yang sangat berharga sekaligus motivasi bagi saya untuk terus berkarya dan mengembangkan kemampuan di bidang perfilman,” ujar Usman.
Pada acara awarding di Kuala Lumpur, Usman didampingi oleh dosen Universitas Bina Sarana Informatika, Cicih Nuraeni. Kehadiran dosen pendamping tersebut turut mendukung partisipasi mahasiswa dalam kegiatan internasional sekaligus menjadi bagian dari pengalaman akademik di luar ruang kelas.
Cicih Nuraeni, menyampaikan bahwa pencapaian Usman menjadi pengalaman positif dalam pengembangan kreativitas mahasiswa, khususnya di bidang produksi film dan karya audiovisual. Menurutnya, kompetisi internasional dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan, memperluas wawasan, serta memperoleh pengalaman yang mendukung pengembangan diri.
“Prestasi yang diraih Usman melalui film pendek Ilusi menjadi pencapaian yang membanggakan. Keikutsertaan dalam kompetisi internasional seperti MIFFEST dapat memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk mengembangkan potensi, mengasah kreativitas, dan memperluas wawasan di bidang perfilman,” ungkap Cicih.
Ketua Program Studi (Kaprodi) Ilmu Komunikasi UBSI, Intan Leliana, turut mengapresiasi keberhasilan Usman meraih penghargaan Best Short Movie di Malaysia International Film Festival 2025. Pencapaian ini menjadi salah satu bentuk keberhasilan mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan komunikasi dan kreativitas melalui karya film yang mendapat pengakuan di tingkat internasional.
Menurut Intan, keberanian mahasiswa untuk mengikuti kompetisi dan memperkenalkan karya kepada khalayak yang lebih luas merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran. Pengalaman tersebut diharapkan dapat memperkuat kompetensi mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya karya-karya kreatif yang relevan dengan perkembangan industri perfilman dan media digital.
Baca juga: Seminar Film Dokumenter Bekali Mahasiswa Penyiaran UBSI Hadapi Produksi Karya Audio Visual
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan potensi, meningkatkan keterampilan, serta menghasilkan karya inovatif melalui berbagai kegiatan akademik maupun kompetisi. Prestasi Usman di MIFFEST 2025 diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani mencoba peluang, mengembangkan ide kreatif, dan membawa karya mereka ke panggung internasional.
“Prestasi Usman di Malaysia International Film Festival 2025 menjadi kebanggaan bagi Program Studi Ilmu Komunikasi UBSI. Kami berharap pencapaian ini dapat memotivasi mahasiswa lainnya untuk terus mengembangkan kreativitas, berani mengikuti kompetisi, serta menghasilkan karya berkualitas yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Intan.