Prodi RPL UBSI Siapkan Kurikulum Baru untuk Hadapi Era AI
BSINews, Jakarta – Industri perangkat lunak terus berkembang seiring dengan meningkatnya pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), komputasi awan (cloud computing), dan teknologi digital lainnya. Perubahan tersebut menuntut calon tenaga profesional tidak hanya memahami dasar pengembangan perangkat lunak, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan pasar.
Untuk menjawab tantangan itu, Program Studi Software Engineering (RPL) Fakultas Teknik dan Informatika (FTI) Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar Review Draf Kurikulum 2027–2031 secara hybrid melalui Ruang Rapat Rektorat UBSI dan Zoom Meeting.
Baca juga: Hadapi Perubahan Industri Digital, FTI UBSI Review Kurikulum 2027–2031
Kurikulum Baru untuk Hadapi Era AI
Mengusung tema “Penguatan dan Penyelarasan Kurikulum Program Studi Berbasis Kebutuhan Industri, Perkembangan Teknologi, dan Outcome-Based Education (OBE)”, kegiatan ini berfokus pada penyempurnaan rancangan kurikulum RPL UBSI agar semakin relevan dengan perkembangan industri digital.
Penyusunan kurikulum tersebut juga diarahkan untuk menjaga kesinambungan visi mulai dari tingkat universitas, fakultas, hingga program studi. UBSI memiliki visi menjadi universitas unggul di bidang ekonomi kreatif pada 2033. Visi tersebut diturunkan oleh FTI UBSI melalui arah pengembangan sebagai fakultas unggul dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) untuk mewujudkan kreativitas berwirausaha.
Sejalan dengan arah tersebut, Prodi RPL UBSI mengembangkan visi keilmuan untuk menghasilkan lulusan yang unggul dalam merancang dan mengimplementasikan perangkat lunak berkualitas, khususnya berbasis komputasi bergerak (mobile) dan komputasi awan (cloud). Lulusan diharapkan tidak hanya memiliki kesiapan memasuki dunia kerja dan berwirausaha, tetapi juga mampu menganalisis kebutuhan pasar berbasis data serta mendorong inovasi digital di sektor ekonomi kreatif.
Ketua Program Studi (Kaprodi) RPL UBSI, Dr. Ir. Taufik Baidawi menegaskan bahwa penyesuaian kurikulum merupakan langkah penting untuk memastikan kompetensi mahasiswa tetap sejalan dengan perubahan teknologi.
“Kami berkomitmen untuk terus menyempurnakan kurikulum agar para mahasiswa tidak hanya menguasai teori dasar rekayasa perangkat lunak, tetapi juga memiliki keterampilan praktis mutakhir seperti integrasi AI, komputasi awan, dan keamanan siber, sehingga lulusan kami memiliki daya saing tinggi dan siap langsung terjun di dunia industri,” ujar Dr. Taufik dalam keterangan rilis yang diterima, Jumat (30/10).
Review kurikulum ini menghadirkan Prof. Dr. rer. nat. Achmad Benny Mutiara sebagai narasumber. Dalam paparannya, Prof. Benny menyoroti perubahan lanskap pekerjaan global yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan AI, keamanan siber, cloud computing, dan data science. Perguruan tinggi perlu merespons perubahan tersebut melalui pembaruan materi pembelajaran dan penguatan kompetensi yang dibutuhkan industri.
Sejumlah rekomendasi yang dibahas mencakup integrasi materi AI ke dalam kurikulum, antara lain melalui mata kuliah Pengantar AI dan Machine Learning serta AI for Software Engineering. Selain itu, pembahasan juga menyentuh penerapan panduan penggunaan Generative AI dan penyusunan rubrik penilaian berbasis OBE agar capaian pembelajaran mahasiswa dapat diukur secara lebih terarah.
Dalam rancangan kurikulum tersebut, Prodi RPL UBSI juga memetakan tiga profil lulusan utama yang disesuaikan dengan kebutuhan industri perangkat lunak.
Profil pertama adalah Software Engineer, yakni lulusan yang mampu merancang, mengembangkan, dan memelihara perangkat lunak untuk kebutuhan bisnis maupun teknis sesuai standar industri. Profil ini berkaitan dengan bidang pekerjaan seperti System Analyst dan Application Developer.
Profil kedua adalah Advanced Mobile Computing, yang diarahkan untuk menghasilkan lulusan dengan kemampuan merancang dan menerapkan aplikasi berbasis mobile modern pada perangkat nirkabel. Kompetensi ini diharapkan mendukung pengembangan solusi digital yang dapat digunakan melalui berbagai perangkat bergerak.
Profil ketiga adalah Cloud Computing Developer, yaitu lulusan yang memiliki kemampuan merancang dan mengelola infrastruktur komputasi awan serta virtualisasi yang aman dan terdistribusi. Bidang kompetensi ini berkaitan dengan profesi seperti Cloud Engineer dan DevOps Engineer.
Baca juga: UBSI Review Kurikulum Program Studi Manajemen, Perkuat Kesiapan Lulusan Hadapi Dunia Kerja
“Melalui Review Draf Kurikulum 2027–2031, Prodi RPL UBSI menghimpun masukan untuk menyempurnakan struktur pembelajaran, memperkuat integrasi teknologi terkini, serta memastikan ketercapaian kompetensi lulusan sesuai pendekatan OBE,” kata Dr. Taufik.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dalam menyiapkan talenta teknologi informasi yang adaptif terhadap perubahan. Sebab, di tengah perkembangan AI dan industri digital, lulusan perguruan tinggi tidak cukup hanya mampu menggunakan teknologi, tetapi juga perlu memiliki kemampuan untuk merancang, mengembangkan, dan menghadirkan solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat.