Tim Peneliti UBSI Susun Grand Desain Pemberdayaan Perempuan untuk Kembangkan Desa Wisata di Sumba Timur

0 17

BSINews, Sumba Timur-Tim dosen peneliti Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menyusun grand desain pemberdayaan perempuan melalui pengelolaan desa wisata di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hasil penelitian ini diharapkan menjadi pedoman bagi para pemangku kepentingan dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya perempuan, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa wisata.

Baca juga: UBSI Perkuat Roadmap Penelitian dan PkM dari Universitas hingga Program Studi

Penyusunan grand desain tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) laporan kemajuan penelitian yang dilaksanakan pada 23 Oktober 2026 di Hotel Jemmy, Waingapu, Sumba Timur. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari FGD laporan pendahuluan yang telah diselenggarakan pada September 2026.

FGD laporan kemajuan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan dari unsur akademisi, pemerintah, industri, serta pengelola desa wisata. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Sumba Timur, Marolop Simanjuntak, API, yang menyampaikan apresiasi terhadap penelitian mengenai pemberdayaan perempuan melalui pengelolaan desa wisata.

Ia berharap hasil penelitian berupa grand desain dapat dimanfaatkan sebagai pedoman bersama dalam merancang program pemberdayaan yang lebih terarah dan berkelanjutan. Penguatan kapasitas perempuan dinilai penting agar mereka dapat berperan lebih besar dalam pengembangan potensi pariwisata dan ekonomi lokal.

Penelitian tersebut menyajikan hasil analisis pemberdayaan perempuan dari 14 desa wisata di Kabupaten Sumba Timur serta satu desa potensial yang dapat dikembangkan menjadi desa wisata. Hasil analisis ini menjadi dasar penyusunan grand desain agar strategi pemberdayaan dapat disesuaikan dengan karakteristik, potensi, dan kebutuhan masing-masing desa.

“FGD laporan kemajuan ini menyajikan hasil analisis pemberdayaan perempuan dari 14 desa wisata di Sumba Timur, ditambah satu desa yang berpotensi dikembangkan menjadi desa wisata,” ujar Ketua Peneliti, Dr. Ani.

Penelitian ini terselenggara melalui pendanaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dalam program Hilirisasi Riset Strategis dengan skema Inovasi Sosial tahun 2026. Hasil penelitian diharapkan tidak hanya menghasilkan rekomendasi akademis, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan masyarakat berbasis potensi lokal.

Dalam FGD tersebut, hadir pula akademisi Universitas Kristen Wira Wacana Sumba (Unkriswina), Dr. Maklon F. Kila, serta perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumba Timur, Dr. Adi Pandarangga. Keduanya memberikan pandangan mengenai posisi strategis perempuan dalam pengembangan desa wisata.

Dr. Maklon F. Kila menyoroti kontribusi perempuan dalam menggerakkan perekonomian desa melalui berbagai aktivitas produktif, seperti menenun, mengembangkan usaha kuliner, dan menggerakkan seni budaya. Menurutnya, keterlibatan perempuan sudah terlihat dalam berbagai aspek pengembangan pariwisata, tetapi kontribusi tersebut belum sepenuhnya diimbangi dengan pembagian nilai ekonomi yang adil.

Sementara itu, Dr. Adi Pandarangga menegaskan bahwa perempuan Sumba memiliki posisi penting dalam menggerakkan perekonomian desa wisata. Namun, masih terdapat kesenjangan dalam proses pemberdayaan yang perlu mendapatkan perhatian bersama dari pemerintah, akademisi, dan para pemangku kepentingan lainnya.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa pemberdayaan perempuan tidak cukup hanya dengan melibatkan mereka dalam aktivitas pariwisata. Diperlukan strategi yang mampu memperkuat kapasitas, akses terhadap sumber daya, kesempatan berusaha, serta keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan dan distribusi manfaat ekonomi.

Melalui penyusunan grand desain ini, tim peneliti UBSI berupaya menghadirkan arah pengembangan pemberdayaan perempuan yang sesuai dengan karakteristik dan potensi desa wisata di Sumba Timur. Kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, akademisi, pelaku industri, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan pengembangan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan.

Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus berkomitmen mengembangkan penelitian yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan ilmu pengetahuan, tetapi juga menghasilkan inovasi sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Ketua Peneliti, Dr. Ani Wijayanti, berharap hasil penelitian ini dapat menjadi pedoman bagi berbagai pemangku kepentingan dalam memperkuat peran perempuan di sektor pariwisata.

“Kami berharap grand desain pemberdayaan perempuan ini dapat menjadi acuan bagi berbagai stakeholder dalam meningkatkan kapasitas SDM, khususnya kaum perempuan di desa wisata, sehingga mereka memiliki peran yang semakin kuat dalam pengembangan potensi wisata dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Leave A Reply

Your email address will not be published.