Penguatan Literasi AI dan Mental Remaja, UBSI Yogyakarta Gelar Seminar Bagi Guru BK
Penguatan literasi AI dan kesehatan mental remaja menjadi fokus utama Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Yogyakarta dalam merespons pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Guna membekali para pendidik dengan pendekatan bimbingan yang adaptif, UBSI Yogyakarta bersiap menggelar Seminar Pemuda Digital & Appreciation UBSI Yogyakarta yang ditujukan khusus bagi Guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMA/SMK sederajat pada Selasa (13/10).
Perkembangan AI telah membawa perubahan besar dalam kehidupan generasi muda, termasuk dalam dunia pendidikan. Teknologi ini membuka peluang bagi siswa untuk mendukung proses pembelajaran, mengembangkan kreativitas, mencari informasi, hingga merencanakan pendidikan dan karier. Namun, di balik berbagai kemudahan tersebut, muncul tantangan yang perlu diperhatikan, mulai dari kesehatan mental, perilaku, interaksi sosial, hingga literasi digital.
Hadapi Tantangan Generasi dan Literasi AI, UBSI Yogyakarta Siapkan Seminar untuk Guru BK
Dalam menghadapi perubahan tersebut, Guru BK memiliki peran strategis dalam mendampingi perkembangan siswa. Tidak hanya memberikan layanan dalam aspek pribadi, sosial, belajar, dan karier, Guru BK juga perlu memahami pengaruh media sosial, teknologi digital, dan AI terhadap emosi, perilaku, serta pola interaksi remaja.
Untuk membahas persoalan tersebut, UBSI Yogyakarta menghadirkan dua narasumber dengan latar belakang keahlian yang saling melengkapi. Endah Ayu Pamungkas, S.Psi., M.Psi., Psikolog, Founder Endahnesia Consulting & Development, akan membawakan materi bertajuk “Kesehatan Mental Remaja di Era AI: Memahami Emosi, Perilaku, dan Kebutuhan Generasi Digital”.
Dalam pemaparannya, peserta akan diajak mengenali berbagai tantangan kesehatan mental remaja di era digital, termasuk pengaruh media sosial dan AI terhadap emosi serta perilaku siswa. Pembahasan juga mencakup tanda-tanda stres dan kecemasan hingga strategi pendampingan yang empatik dan efektif bagi Guru BK dalam memahami kebutuhan generasi digital.
Sementara itu, perspektif teknologi akan disampaikan oleh Nurul Ichsan, M.Kom., Partner of DICO (Digital Creative Community), melalui materi “Literasi AI untuk Guru BK: Inovasi Teknologi dalam Mendampingi Generasi Digital”. Materi ini akan membahas perkembangan AI dalam dunia pendidikan serta pemanfaatannya sebagai alat bantu layanan bimbingan dan konseling.
Selain itu, peserta akan memperoleh wawasan mengenai penggunaan AI untuk mengembangkan materi bimbingan karier dan edukasi siswa. Aspek etika penggunaan teknologi serta perlindungan data pribadi juga menjadi pembahasan penting agar pemanfaatan AI tetap aman dan bertanggung jawab.
Kepala Kampus UBSI Yogyakarta, Sardiarinto, M.Kom., menyampaikan bahwa perkembangan teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan pendampingan yang tetap mengedepankan sisi kemanusiaan. Menurutnya, pemahaman teknologi harus berjalan beriringan dengan kemampuan membimbing generasi muda dalam memanfaatkan inovasi digital secara bijak.
“AI merupakan bagian dari kehidupan generasi muda saat ini. Karena itu, yang dibutuhkan bukan hanya kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga kemampuan untuk mendampingi siswa agar dapat memanfaatkannya secara cerdas, aman, dan bertanggung jawab. Guru BK memiliki peran penting dalam proses tersebut,” ujarnya.
Baca juga : UBSI Kampus Tasikmalaya Tingkatkan Literasi AI Mahasiswa melalui Workshop Digital Kreatif
UBSI Yogyakarta Dorong Guru BK Pahami Kesehatan Mental Remaja di Tengah Perkembangan Literasi AI
Melalui Seminar Pemuda Digital & Appreciation UBSI Yogyakarta, kampus berupaya mempertemukan pemahaman mengenai kesehatan mental dan literasi teknologi dalam satu ruang pembelajaran. Kedua aspek tersebut menjadi bekal penting bagi Guru BK dalam memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan remaja di tengah perubahan lingkungan digital.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI Yogyakarta tidak hanya menaruh perhatian pada perkembangan teknologi, tetapi juga pada kesiapan manusia dalam menghadapinya. Pendampingan yang humanis, pemanfaatan AI secara bertanggung jawab, serta perhatian terhadap kesehatan mental menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda yang adaptif dan siap menghadapi masa depan.