Sandwich Generation Harus Menopang Dua Generasi, Ini Cara Mengatur Keuangan Pribadi yang Realistis

0 9

Gaji masuk di tanggal muda, lalu sebagian langsung terbagi: biaya orang tua, kebutuhan keluarga sendiri atau adik, cicilan, dan sisanya untuk bertahan sebulan. Situasi ini akrab bagi banyak pekerja muda. Orang yang berada di posisi tersebut sering disebut sandwich generation, yaitu kelompok yang harus menopang dua generasi sekaligus.

Buat mahasiswa dan pekerja muda, memahami sandwich generation membantu anda mempersiapkan keuangan sejak dini, entah anda sedang berada di posisi itu atau berpotensi menghadapinya kelak. Yuk, kita bahas pengertiannya dan cara mengatur keuangan yang realistis.

Sandwich Generation Adalah Istilah untuk Siapa

Istilah sandwich generation diperkenalkan pada awal 1980-an untuk menggambarkan orang dewasa yang merawat orang tua yang menua sekaligus membesarkan anak. Perlu dicatat, sandwich generation bukan kelompok kelahiran tertentu, melainkan situasi hidup yang bisa dialami siapa saja yang tanggungannya datang dari atas dan bawah.

Di Indonesia, istilah ini juga dipakai dalam arti lebih luas, misalnya untuk anak yang membiayai orang tua sekaligus adik atau keluarganya sendiri. Apa pun bentuknya, benang merahnya sama. Sandwich generation menanggung beban finansial, waktu, dan emosi dari dua arah, sehingga tanpa perencanaan yang baik, keuangan mudah terasa sesak.

Mengapa Sandwich Generation Rentan Tertekan Secara Finansial

Pengeluaran kelompok ini cenderung tetap dan sulit dikurangi, seperti biaya kesehatan orang tua, kebutuhan sekolah, dan kebutuhan pokok rumah tangga. Di sisi lain, penghasilan bisa naik perlahan. Akibatnya, ruang untuk menabung dan berinvestasi menyempit.

Tekanan ini juga bisa bersifat emosional. Rasa tanggung jawab yang besar, ditambah kekhawatiran soal masa depan, membuat banyak orang terus menunda kebutuhan sendiri. Padahal, sandwich generation tetap perlu menjaga kondisi keuangannya agar mampu membantu dalam jangka panjang.

Baca juga: Keterampilan untuk Menjadi Financial Planning and Analysis

Langkah Sandwich Generation Mengatur Keuangan Pribadi yang Realistis

Tidak ada resep tunggal, tetapi langkah-langkah berikut bisa menjadi titik awal. Sesuaikan dengan kondisi anda, dan bila perlu konsultasikan dengan perencana keuangan berlisensi. Tulisan ini hanya informasi umum dan bukan nasihat keuangan.

  1. Catat semua pemasukan dan pengeluaran selama satu sampai tiga bulan agar tahu ke mana uang pergi.
  2. Pisahkan kebutuhan pokok, kewajiban tetap, dan keinginan. Dari sini terlihat bagian yang bisa dikurangi.
  3. Susun anggaran bulanan. Sebagian orang memakai pola kasar 50 untuk kebutuhan, 30 untuk keinginan, dan 20 untuk tabungan, tetapi angkanya perlu disesuaikan karena sandwich generation sering punya porsi kebutuhan yang lebih besar.
  4. Sisihkan dana darurat. Banyak perencana menyarankan kisaran tiga sampai enam bulan pengeluaran, walau besarnya bergantung pada kondisi masing-masing.
  5. Pastikan ada perlindungan dasar, seperti jaminan kesehatan, agar satu kejadian besar tidak menghabiskan tabungan.
  6. Tinjau anggaran setiap bulan dan ubah bila ada perubahan kebutuhan.

Mulailah dari yang kecil. Menyisihkan sedikit tetapi konsisten lebih baik daripada menargetkan angka besar yang akhirnya tidak terpenuhi.

Prioritas Sandwich Generation dan Keberanian Berbicara

Salah satu tantangan terbesar sandwich generation adalah membicarakan uang dengan keluarga. Padahal, keterbukaan sangat membantu. Jelaskan kapasitas keuangan anda dengan tenang, dan ajak anggota keluarga lain berbagi tanggung jawab bila memungkinkan.

Prioritas juga perlu dibuat jelas. Kebutuhan kesehatan dan pendidikan umumnya diutamakan dibanding keinginan konsumtif. Hindari utang konsumtif untuk menutup kebutuhan rutin karena bunganya dapat menambah beban. Bila ada tawaran pinjaman, hitung total biaya dan kemampuan membayar sebelum menerima.

Di sisi lain, jangan lupakan diri sendiri. Menyisihkan sebagian kecil untuk kebutuhan pribadi, termasuk istirahat dan pengembangan keterampilan, membuat anda tetap bugar dan produktif. Bagi sandwich generation, menjaga diri sendiri bukan keegoisan, melainkan investasi agar mampu terus menopang.

Menambah Penghasilan dan Keterampilan

Selain mengatur pengeluaran, memperkuat pemasukan juga membantu. Peningkatan keterampilan, kenaikan jabatan, atau penghasilan sampingan dapat memperluas ruang gerak. Pilih yang realistis dengan waktu yang anda punya, dan jangan sampai penghasilan tambahan justru menggerus kesehatan.

Mahasiswa yang masih kuliah bisa memulai dari kebiasaan sederhana: mencatat uang saku, belajar membuat anggaran, dan menabung rutin. Kebiasaan ini akan sangat berguna ketika kelak anda menghadapi tanggungan yang lebih besar.

Belajar Mengelola Keuangan di UBSI

Pemahaman tentang pencatatan, analisis, dan perencanaan keuangan bermanfaat bagi siapa pun. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menawarkan program studi Akuntansi dan Manajemen yang membahas pencatatan keuangan, analisis biaya, dan pengelolaan sumber daya. Program Sistem Informasi juga membantu memahami pengelolaan data keuangan secara digital.

UBSI memiliki akreditasi unggul, puluhan ribu alumni yang berkarier di berbagai industri, dan biaya pendidikan yang terjangkau. Menurut UniRank 2026, BSI berada di peringkat 52 di Indonesia. Bagi anda yang ingin memperkuat kemampuan mengelola keuangan, UBSI layak dipertimbangkan.

Pada akhirnya, sandwich generation tidak harus berjalan sendirian. Dengan catatan rapi, prioritas jelas, dan komunikasi terbuka, beban dua generasi bisa dipikul lebih ringan.

Leave A Reply

Your email address will not be published.