Perkuat Karakter Santun Anak di Era Digital, Dosen UBSI Edukasi Majelis Ta’lim Az Zahra

0 11

BSINews, Bogor – Membentuk anak yang santun di era digital bukan hanya soal membatasi penggunaan gawai. Di tengah derasnya informasi dan interaksi media sosial, keluarga memiliki peran penting dalam menanamkan etika, membangun kebiasaan berkomunikasi, serta mendampingi anak memahami perilaku yang tepat di ruang digital.

Berangkat dari tantangan tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Program Studi Teknologi Informasi Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar penyuluhan bertajuk “Peran Keluarga dan Media Sosial dalam Pembentukan Karakter Santun”. Kegiatan berlangsung di Gedung Sarana Pendidikan dan Sosial Royal Citayam Residence, Desa Susukan, Kecamatan Bojonggede, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (17/10).

Baca juga: Dosen UBSI Ajak MT Az Zahra Bijak Bermedia dan Berkreasi dengan Teknologi AI

Perkuat Karakter Santun Anak di Era Digital

Penyuluhan ini melibatkan 37 anggota aktif Majelis Ta’lim Az Zahra sebagai mitra kegiatan. Para peserta, yang sebagian besar merupakan ibu rumah tangga, diajak memahami pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak menggunakan teknologi sekaligus membangun etika berkomunikasi di media sosial.

Ketua Pelaksana PkM UBSI, Kudiantoro Widianto menjelaskan bahwa derasnya arus informasi membuat pendampingan keluarga semakin dibutuhkan. Anak tidak hanya perlu mengenal teknologi, tetapi juga memahami nilai dan tanggung jawab saat menggunakannya.

“Keluarga merupakan lingkungan pertama tempat anak mengenal nilai dan etika. Di tengah kepungan media sosial, peran orang tua tidak hanya memfasilitasi teknologi, tetapi juga memberikan keteladanan, komunikasi terbuka, serta pendampingan agar anak mampu menyaring informasi dan berkomunikasi secara santun,” ujar Kudiantoro, Sabtu (17/10).

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui penyampaian materi, pembahasan contoh kasus, serta diskusi dan tanya jawab. Peserta diajak mengenali sejumlah risiko di media sosial, mulai dari perundungan siber, persoalan etika digital, hingga penyebaran hoaks.

Materi penyuluhan dipandu oleh Rahmiliasari Samnufida selaku tutor, bersama tim pengabdi yang terdiri dari Endah Eka Setiawati serta empat mahasiswa UBSI.

“Untuk mendukung penerapan materi di lingkungan keluarga, tim juga membagikan modul dan leaflet edukasi. Panduan tersebut diharapkan dapat menjadi bahan bagi para peserta untuk menerapkan pola pendampingan digital yang lebih bijak dalam keseharian,” ungkap Rahmiliasari, Sabtu (17/10).

Baca juga: Dosen UBSI Latih Majelis Ta’lim Az Zahra Manfaatkan ChatGPT untuk Membuat Flyer Kreatif

Melalui penyuluhan ini, orang tua diharapkan semakin memahami bahwa pembentukan karakter santun tidak cukup dilakukan melalui nasihat. Keteladanan dalam berkomunikasi, kebiasaan berdialog, serta pendampingan saat anak menggunakan media sosial menjadi bagian penting dari proses pengasuhan.

Kolaborasi UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif dan Majelis Ta’lim Az Zahra diharapkan dapat memperkuat literasi digital keluarga sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang mendukung tumbuhnya generasi muda yang bijak dan santun dalam berinteraksi di ruang digital.

Leave A Reply

Your email address will not be published.