Tingkatkan Ekonomi Lokal, Dosen UBSI Latih Kader Posyandu Tangerang Cara Branding Produk Perkebunan

0 7

BSINews, Tangerang – Dosen-dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menggelar kegiatan Pengabdian Masyarakat dengan menghadirkan pelatihan branding dan digital marketing bagi kader Posyandu Mawar A, Kelurahan Sukasari, Kota Tangerang, Banten, pada Sabtu (17/10). Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan kader agar mampu mengoptimalkan nilai jual dan pasar produk olahan perkebunan.

Sebanyak 20 kader berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut. Mereka mendapatkan materi mulai dari pembuatan identitas merek, desain kemasan, hingga strategi pemasaran melalui media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok. Selama ini, para kader dinilai masih memiliki keterbatasan pengetahuan dalam mengemas produk secara profesional.

Baca juga: Kolaborasi Global Jadi Kunci: UBSI Gelar Sharing Session Krusial untuk Riset dan Pengabdian

Ketua Pelaksana Kegiatan, Muhammad Rifqi Firdaus, M.Kom, menjelaskan bahwa media sosial kini menjadi sarana efektif untuk memperluas jangkauan pasar.

“Harapan kami, para kader tidak hanya menjalankan fungsi pelayanan kesehatan, namun juga mampu menjadi penggerak ekonomi lokal dalam mengembangkan produk olahan perkebunan yang bernilai jual,” ujarnya.

Dalam sesi praktik, peserta diajarkan langsung cara memotret produk dan menyusun konten promosi yang menarik. Pemateri sekaligus Tutor Utama, Andreyestha, M.Kom, menekankan bahwa produk lokal yang berkualitas sering kali sulit bersaing jika tidak memiliki identitas merek yang kuat.

“Kunci sukses digital marketing saat ini terletak pada bagaimana caranya kita mengemas cerita produk, menampilkan visual yang bersih, serta menyusun konten promosi yang menarik di media sosial. Dengan menguasai teknik dasar branding ini, ibu-ibu kader dapat membawa produk olahan perkebunan lokal go-digital,” jelas Andreyestha.

Baca juga: Dosen UBSI Gelar Pengabdian Masyarakat, Bekali Warga Serpong Keterampilan Komunikasi

Melalui pelatihan dan pendampingan ini, para kader diharapkan akan semakin percaya diri dalam memasarkan hasil olahan perkebunan mereka. 

Langkah ini menjadi tonggak awal yang positif untuk mendorong kemandirian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di lingkungan Sukasari.

Leave A Reply

Your email address will not be published.