Bahas Isu Psikologi AI, UBSI Kampus Tegal Gelar Seminar & Awarding Pemuda Digital Bagi Gen Z

0 1
BSINews, Tegal – Pemahaman mendalam mengenai psikologi AI menjadi fokus utama Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Tegal dalam merespons pesatnya adopsi teknologi kecerdasan buatan di kalangan generasi muda. Ketergantungan pada sistem serba otomatis tidak hanya merubah pola belajar dan bekerja, tetapi juga membawa dampak nyata terhadap ketahanan mental, pola interaksi sosial, hingga tingkat empati Generasi Z.
Menjawab tantangan tersebut, UBSI Kampus Tegal menggelar Seminar & Awarding Pemuda Digital bertajuk “Smart with AI, Stay Human: Memahami Psikologi Generasi Muda di Era Artificial Intelligence”. Kegiatan edukatif ini berlangsung secara luring di Syailendra Convention Hall, Hotel Grand Dian Slawi, Kabupaten Tegal, pada Kamis (01/10).

Baca Juga : Seminar Pemuda Digital UBSI Tegal Angkat Tantangan Psikologi Generasi Muda di Era AI 

Melalui agenda strategis ini, UBSI Tegal berupaya menciptakan ruang diskusi inklusif yang membedah keterkaitan antara adopsi kecerdasan buatan dan dinamika mental generasi muda. Forum ini menegaskan bahwa pengembangan teknologi modern tidak boleh mengabaikan pilar-pilar kemanusiaan dan kesehatan emosional para penggunanya.

Memahami Dampak Psikologi AI dalam Kehidupan Generasi Muda

Transformasi teknologi yang masif tidak hanya mempermudah akses informasi, tetapi juga membentuk pola kebiasaan baru di kalangan remaja. Ketergantungan pada sistem serba otomatis kerap memunculkan tantangan psikologis, seperti penurunan interaksi tatap muka, tekanan kecemasan digital, hingga berkurangnya kepekaan sosial.
Guna membedah isu psikologi AI secara komprehensif, seminar ini menghadirkan dua narasumber dari latar belakang keilmuan yang saling melengkapi. Pembicara pertama, A.D. Andriyanti, S.Psi., PSI., seorang Psikolog dari RSUD Kardinah, mengulas dampak kecerdasan buatan dari kacamata kesehatan mental dan perilaku. Sementara itu, Mustofa, M.Kom., selaku AI Enthusiast dan Partner of Dico, memberikan wawasan dari perspektif teknis serta peluang pemanfaatan teknologi digital secara terukur.
Kolaborasi lintas disiplin ilmu tersebut memberikan pemahaman mendalam bagi para peserta mengenai pentingnya menjaga keseimbangan mental di era serba cepat. Generasi muda diarahkan untuk memanfaatkan kecerdasan buatan sebagai alat bantu produktivitas, tanpa mengorbankan kesadaran diri, kemampuan berkomunikasi secara langsung, dan empati terhadap sesama.

Apresiasi Sekolah Mitra, UBSI Tegal Bedah Tantangan Psikologi AI Bagi Generasi Muda

Kepala Kampus UBSI Tegal, Warjiyono, M.Kom., menegaskan bahwa respons terbaik dalam menghadapi arus kecerdasan buatan adalah dengan memperkuat karakter internal pengguna teknologi itu sendiri. Menurutnya, pemahaman mengenai isu kecerdasan buatan dan aspek emosional harus berjalan secara beriringan. “Perkembangan AI seharusnya menjadi peluang bagi generasi muda untuk terus belajar dan berkembang. Namun, kecanggihan teknologi juga perlu diimbangi dengan kemampuan memahami diri sendiri, membangun komunikasi yang baik, serta tetap memiliki empati terhadap sesama,” ujar Warjiyono di hadapan ratusan peserta yang hadir.
Ia menambahkan bahwa kajian seputar psikologi AI menjadi krusial agar generasi muda tidak kehilangan kendali atas diri mereka di tengah gempuran otomatisasi. Kampus mendorong peserta untuk menjadi pengguna teknologi yang kritis, bijaksana, dan tetap memegang teguh nilai-nilai etika kemanusiaan. Selain menghadirkan sesi diskusi akademis, rangkaian Seminar & Awarding Pemuda Digital ini menjadi momentum spesial bagi UBSI Kampus Tegal untuk memberikan apresiasi kepada sekolah-sekolah mitra di wilayah Kabupaten dan Kota Tegal. Penghargaan diberikan secara khusus kepada sekolah yang konsisten memberikan kontribusi besar dalam mendorong para alumninya melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Bina Sarana Informatika.

Baca Juga :  Bangun Citra Diri di Era Digital, UBSI Gelar Seminar AI dan Public Speaking

Pemberian apresiasi ini menjadi wujud terima kasih kampus atas kemitraan strategis yang terjalin erat dalam membangun kualitas sumber daya manusia di daerah. Sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah menengah dinilai sangat vital dalam menyiapkan generasi muda yang siap menghadapi dinamika abad ke-21.
Di akhir sesi, Warjiyono kembali menyampaikan harapannya agar materi yang diperoleh para peserta dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat. “Kami berharap seminar ini dapat menjadi ruang belajar dan diskusi bagi generasi muda agar semakin siap menghadapi perkembangan AI. Bukan hanya cerdas dalam menggunakan teknologi, tetapi juga tetap mampu menjaga nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari,” tutupnya.
Melalui penyelenggaraan acara ini, Kampus Digital Kreatif UBSI Kampus Tegal kembali mempertegas perannya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang responsif. UBSI Kampus Tegal tidak hanya fokus pada penyediaan sarana pembelajaran berbasis teknologi, tetapi juga menaruh perhatian besar pada pembentukan karakter, mentalitas, dan kesejahteraan psikologis para mahasiswa serta generasi muda penerus bangsa.

 

Leave A Reply

Your email address will not be published.