AI Bukan Sekadar Tren! UBSI Kampus Kaliabang Tanamkan Literasi Digital bagi 45 Sekolah SLTA di Bekasi

0 8

BSINews, Bekasi — Artificial Intelligence (AI) kini menjadi topik yang paling sering diperbincangkan di berbagai sektor, termasuk pendidikan. Namun, di balik kepopulerannya, masih banyak yang mempertanyakan: apakah AI hanya sekadar hype, atau benar-benar membawa manfaat nyata? Pertanyaan inilah yang menjadi sorotan utama dalam Seminar Kemerdekaan Digital bertema “Artificial Intelligence: Hype & Reality in Indonesia” yang digelar Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Kaliabang pada Rabu (3/9) di Ballroom Jayawijaya Wisma BSI, Bekasi.

Sinergi Dunia Pendidikan dan Teknologi

Kegiatan ini diikuti oleh 45 sekolah tingkat SLTA (Sekolah Lanjutan Tingkat Atas) di Bekasi, masing-masing mengirimkan satu guru dan satu siswa, serta dihadiri pula oleh masyarakat umum. Antusiasme peserta terlihat dari interaksi aktif selama sesi seminar berlangsung. Selain mendapatkan ilmu, peserta juga menerima sertifikat, souvenir menarik, serta dukungan transportasi dari panitia.

Kepala Kampus UBSI kampus Kaliabang, Muhamad Tabrani, dalam sambutannya menekankan bahwa generasi muda perlu cerdas menyikapi perkembangan teknologi agar tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga pencipta.

“AI bukan hanya sekadar tren yang ramai dibicarakan, tetapi sudah masuk ke ranah pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan sehari-hari. Seminar ini menjadi ruang belajar bersama untuk memahami mana hype, mana reality, agar generasi muda tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tapi juga kreator,” jelas Tabrani.

Baca juga: Momentum HUT RI ke-80, UBSI Kampus Kaliabang Gaungkan Literasi AI untuk Generasi Muda

Para pembicara juga menyoroti bahwa AI di Indonesia masih sering dianggap sebatas buzzword. Banyak pelajar maupun tenaga kerja yang menggunakan AI hanya untuk mempermudah tugas, namun belum memahami konsep etika, validitas data, hingga potensi bias yang bisa terjadi. Karena itu, seminar ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran pentingnya literasi digital agar generasi muda tidak hanya terjebak pada euforia teknologi, tetapi memahami realitas dan tanggung jawab di balik penggunaannya.

Bangun Kesadaran Digital Sejak Dini

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para guru peserta seminar. Mereka menilai tema yang diangkat UBSI sangat relevan dengan kondisi pelajar masa kini yang akrab dengan teknologi, namun sering kali belum memahami penerapannya secara mendalam.

“Saya pikir AI hanya untuk mempercepat tugas. Setelah seminar ini, saya sadar AI juga bisa membuka peluang karier di masa depan kalau kita serius belajar,” ujar Dandi salah satu peserta dalam rilis yang diterima, Kamis (4/9).

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berupaya menumbuhkan literasi digital di kalangan pelajar, guru, dan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukatif seperti seminar dan pelatihan. Melalui tema “Artificial Intelligence: Hype & Reality in Indonesia”, UBSI menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang melek teknologi dan siap menghadapi masa depan berbasis digital.(Siti Hafizah)

Leave A Reply

Your email address will not be published.