Batik Alami Kulonprogo Jadi Sorotan Dosen UBSI Kampus Yogyakarta Batik Alami Kulonprogo

0 68

BSINewa, Yogyakarta – Dalam rangka mendukung pelestarian budaya sekaligus mendorong pengembangan ekonomi kreatif lokal, Yulianto, Dosen Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Yogyakarta sebagai kampus Digital Kreatif melakukan kunjungan ke salah satu UMKM batik Alami Kulonprogo tulis berbasis pewarna alami yang terletak di Desa Banaran, Kecamatan Galur, Kabupaten Kulonprogo, pada Sabtu (13/7).

UMKM tersebut dikenal sebagai pengrajin batik tulis Alami Kulonprogo yang menggunakan pewarna alami dari bahan lokal seperti buah joho, kunyit, kulit jolawe, kayu secang, daun indigo, hingga kulit manggis untuk menghasilkan warna-warna khas dan ramah lingkungan. Kunjungan ini menjadi momen bagi Yulianto untuk mengamati langsung proses pembuatan batik mulai dari pencantingan hingga pewarnaan.

Batik Alami Kulonprogo Jadi Sorotan Dosen UBSI Yogyakarta

“Penggunaan pewarna alami ini tidak hanya memperkuat karakter batik tradisional, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan serta memberikan nilai tambah terhadap produk yang dihasilkan,” ujar Yulianto saat berdialog dengan pengrajin.

Baca Juga : UBSI Latih Pelaku UMKM Bojonggede Buat Desain Promosi dengan Canva

Selain teknik pewarnaan, UMKM ini juga mempertahankan motif-motif klasik khas Jawa seperti Babon Angkrem, Wahyu Tumurun, Peltuk, dan Bantulan yang sarat makna filosofis dan kearifan lokal. Menariknya, produk batik dari UMKM ini telah merambah pasar nasional dan bahkan sesekali menerima pesanan dari luar negeri.

Yulianto berharap ke depannya dapat menjalin kerja sama dalam bentuk program pendampingan atau pengabdian masyarakat. Menurutnya, potensi UMKM ini sangat besar untuk dikembangkan dari sisi produksi, digital marketing, hingga branding.

“UMKM seperti ini sangat potensial untuk dikembangkan agar dapat bersaing di pasar yang lebih luas,” tambahnya.

Baca Juga : Dosen UBSI Berikan Pelatihan Digitalisasi Laporan Keuangan kepada UMKM Desa Cimanggis

Kegiatan ini menjadi langkah konkret dari kalangan akademisi UBSI dalam mendukung pelestarian budaya dan penguatan ekonomi lokal berbasis kolaborasi dan edukasi. (Safika Rahman)

Leave A Reply

Your email address will not be published.