Botol Plastik Berubah Jadi Harta, HIMAMA UBSI Tanamkan Edukasi Ramah Lingkungan
BSINews, Depok – Himpunan Mahasiswa Manajemen Dewan Pengurus Cabang (HIMAMA DPC) Margonda Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap lingkungan dan pendidikan anak usia dini. Melalui workshop bertajuk “Trash to Treasure: Karya Hebat, Anak Hebat”, mahasiswa UBSI mengajak anak-anak TK Yaspen Tugu Ibu 1 Depok belajar mendaur ulang sampah plastik menjadi karya kreatif, Kamis (18/9).
Trash to Treasure Jadi Media Kreatif Tanamkan Kesadaran Lingkungan pada Anak
Ketua pelaksana kegiatan, Agustin Nurmawati, menjelaskan bahwa workshop ini menjadi bagian dari program kerja HIMAMA dalam bidang sosial dan lingkungan. Menurutnya, kegiatan ini bukan hanya sekadar aktivitas kreatif, tetapi juga sarana edukasi bagi anak-anak sejak dini.
“Acara ini bukan hanya sekadar kegiatan kreatif, tapi juga mengajarkan kita bagaimana sesuatu yang terlihat sederhana, bahkan dianggap sampah, bisa diubah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujarnya dalam keterangan rilis (18/9).
Baca juga: HIMAMA UBSI Gaungkan “Sinergi untuk Masa Depan” Lewat Aksi Kolaboratif Sepanjang Mei 2025
Kegiatan yang diikuti oleh 32 siswa ini menghadirkan aktivitas utama berupa pembuatan celengan dari botol plastik bekas. Dengan antusias, anak-anak didampingi para mahasiswa relawan berkreasi menciptakan karya yang unik sekaligus bernilai edukatif.
Selain mengajarkan kreativitas, workshop ini juga menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya menjaga kebersihan dan dampak sampah plastik terhadap lingkungan. Anak-anak diajak memahami bahwa barang bekas dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat, sehingga sejak dini mereka dapat belajar mengelola sampah secara bijak.
Baca juga: Meriahkan HUT RI ke-80, HIMAMA Gelar FESTA MERAH PUTIH
Melalui kegiatan ini, HIMAMA DPC Margonda menegaskan komitmennya untuk terus menebarkan semangat peduli lingkungan ke berbagai kalangan, terutama generasi muda. Sebagai bagian dari UBSI yang dikenal sebagai Kampus Digital Kreatif, HIMAMA berharap kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi untuk mengintegrasikan kepedulian lingkungan, kreativitas, dan pendidikan dalam satu langkah nyata.(Chanunah)