BSI Explore 2026 Resmi Dimulai, 228 Mahasiswa Siap Mengabdi di 38 Desa
BSINews, Jakarta-Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) resmi melepas 228 mahasiswa peserta BSI Explore 2026 untuk menjalankan program pengabdian kepada masyarakat di 38 desa mitra yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Pelepasan peserta berlangsung pada Selasa (4/8/2026), dengan masa pelaksanaan selama 21 hari di bawah pendampingan Dosen Pendamping Lapangan (DPL).
BSI Explore 2026 merupakan salah satu program unggulan UBSI yang mengintegrasikan pembelajaran akademik dengan pengalaman langsung di tengah masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus belajar beradaptasi, berkolaborasi, dan mengembangkan potensi masyarakat di desa penempatan.
Tahun ini, BSI Explore menghadirkan cakupan lokasi yang lebih luas dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 38 desa dengan karakteristik wilayah yang beragam, mulai dari kawasan pesisir hingga pegunungan, menjadi lokasi pengabdian para mahasiswa.
Ketua Pelaksana BSI Explore 2026, Ade Suryadi, mengatakan peningkatan jumlah peserta dan lokasi menjadi salah satu pembaruan dalam penyelenggaraan tahun ini.
“Perbedaan BSI Explore tahun ini dibandingkan tahun sebelumnya adalah jumlah lokasi yang bertambah menjadi 38 desa. Lokasi-lokasi tersebut berada di kawasan yang lebih beragam, mulai dari wilayah pesisir pantai hingga pegunungan. Selain itu, jumlah peserta juga meningkat menjadi 228 mahasiswa,” ujar Ade.
Sementara itu, Dosen Pendamping Lapangan (DPL) Desa Cikumbuen, Riswandi Ishak, mengingatkan peserta agar mempersiapkan kebutuhan pribadi sebelum berangkat ke lokasi pengabdian. Selain kelengkapan perlengkapan, sikap dan etika ketika berinteraksi dengan masyarakat juga menjadi hal penting.
“Bekal yang paling penting bagi peserta adalah memastikan perlengkapan pribadi sudah lengkap, termasuk kebutuhan obat-obatan. Selain itu, attitude juga harus selalu dijaga karena mahasiswa akan banyak berinteraksi dengan masyarakat,” ungkap Riswandi.
DPL Desa Kertajaya, Dewi Retno Budiastuti, menjelaskan bahwa DPL memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa menjalankan program agar sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat desa. Pendampingan dilakukan melalui pemberian arahan, bimbingan, serta kontribusi ide dalam penyusunan kegiatan.
“Peran DPL dalam program BSI Explore 2026 adalah membantu, membimbing, dan memberikan arahan kepada mahasiswa yang ditempatkan di Desa Kertajaya. Selain itu, kami juga memberikan kontribusi ide mengenai program-program yang akan dilaksanakan agar benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” jelas Dewi.
Antusiasme mengikuti BSI Explore 2026 juga dirasakan mahasiswa yang ditempatkan di Desa Kiarapayung, Stevanus Melvin, Zitni, dan Andina Suci. Mereka mengaku tertarik mengikuti program tersebut karena ingin memperoleh pengalaman baru di luar kegiatan perkuliahan.
Ketiganya mengaku semakin tertarik setelah melihat pengalaman mahasiswa yang mengikuti BSI Explore pada tahun sebelumnya. Menurut mereka, program ini menjadi kesempatan untuk menambah wawasan, menguji kemampuan diri, sekaligus belajar hidup dan berinteraksi langsung bersama masyarakat.
“Kami tertarik mengikuti BSI Explore karena penasaran setelah melihat cerita kakak tingkat yang mengikuti program tahun lalu. Pengalamannya terlihat sangat seru dan membuat kami ingin menantang diri sendiri, menambah wawasan, serta memperoleh pengalaman baru,” ujar Stevanus Melvin.