Dorong UMKM Naik Kelas, UBSI Kampus Yogyakarta Ajak Warga Sidomulyo Olah Tanaman Lokal Bernilai Ekonomi Tinggi
BSINews, Yogyakarta — Potensi tanaman lokal yang melimpah akan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar apabila mampu diolah menjadi produk bernilai tambah. Berangkat dari semangat pemberdayaan masyarakat tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif melalui Program Studi Pariwisata melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Pemanfaatan Tanaman Lokal Guna Mendukung Pertumbuhan Ekonomi di Desa Sidomulyo, Pengasih, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta” pada Sabtu (27/6), bertempat di Pendopo Kelurahan Desa Sidomulyo.
Dorong UMKM Naik Kelas, UBSI Kampus Yogyakarta Ajak Warga Sidomulyo Olah Tanaman Lokal Bernilai Ekonomi Tinggi
Kegiatan ini melibatkan para pelaku UMKM dan kelompok PKK Desa Sidomulyo sebagai peserta utama. Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memanfaatkan potensi tanaman lokal, khususnya umbi jalar dan daun kelor, menjadi produk pangan inovatif yang memiliki nilai tambah ekonomi. Selama ini, kedua komoditas tersebut umumnya masih dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga nilai jualnya belum optimal.
Ketua Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat sekaligus dosen Indonesian Cuisine UBSI, Aulia Firmansyah, menjelaskan bahwa Desa Sidomulyo memiliki potensi pertanian yang sangat baik sehingga perlu didukung melalui inovasi produk berbasis bahan baku lokal.
“Umbi jalar dan daun kelor merupakan komoditas yang mudah diperoleh di Desa Sidomulyo dan memiliki kandungan gizi yang baik. Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat dapat mengolahnya menjadi produk pangan yang lebih bernilai dan mampu meningkatkan daya saing UMKM desa,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Yogyakarta Sabtu (27/6).
Baca Juga : Dosen UBSI Dorong UMKM Pontianak Tingkatkan Daya Saing Lewat Foto Produk Berbasis AI
Dalam kegiatan tersebut, tim dosen bersama mahasiswa UBSI memberikan pelatihan pembuatan nugget berbahan dasar umbi jalar dan daun kelor, pendampingan diversifikasi produk, serta edukasi mengenai teknik pengemasan dan strategi branding produk. Tidak hanya memperoleh materi, peserta juga diajak mempraktikkan langsung proses produksi hingga memahami cara memasarkan produk agar lebih kompetitif.
Suasana pelatihan berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Berbagai pertanyaan terkait pengembangan produk, inovasi kemasan, hingga strategi pemasaran menjadi topik yang banyak dibahas selama sesi diskusi.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, UBSI berharap masyarakat Desa Sidomulyo mampu mengembangkan potensi tanaman lokal menjadi produk unggulan yang memiliki nilai jual lebih tinggi. Pendampingan seperti ini juga diharapkan dapat mendorong tumbuhnya UMKM yang lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing sehingga mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.
Sebagai Kampus Digital Kreatif, UBSI terus berkomitmen menghadirkan berbagai program pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada pemberdayaan potensi lokal, peningkatan keterampilan masyarakat, serta pengembangan ekonomi berbasis inovasi yang berkelanjutan. (Safika)