Dosen UBSI Jajaki Kolaborasi Pengembangan UMKM Gula Semut Pak Ndut untuk Perkuat Daya Saing Produk Lokal

0 1

BSINews, Yogyakarata — Dosen Program Studi Perhotelan Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif, Yulianto, melakukan kunjungan ke UMKM Gula Semut Pak Ndut pada Senin (22/6) yang berlokasi di Gunungkelir RT 029 RW 07, Kalurahan Jatimulyo, Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dilakukan untuk mengamati secara langsung proses produksi gula semut sekaligus menjajaki peluang pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada penguatan kapasitas usaha, khususnya di bidang pemasaran, pengembangan produk, branding, dan digitalisasi usaha.

Dosen UBSI Jajaki Kolaborasi Pengembangan UMKM Gula Semut Pak Ndut untuk Perkuat Daya Saing Produk Lokal

UMKM Gula Semut Pak Ndut merupakan usaha yang dirintis oleh Paiman sejak 12 Juli 2007. Berawal dari produksi gula jawa cetak yang diolah dari nira bunga kelapa hasil penyadapan atau nderes, usaha tersebut terus berinovasi mengikuti kebutuhan pasar dengan menghadirkan gula semut yang memiliki tekstur lebih halus, praktis digunakan, serta tetap mempertahankan cita rasa alami gula kelapa.

Dalam kunjungan tersebut, Yulianto melihat langsung setiap tahapan proses produksi, mulai dari pengolahan nira hingga menjadi gula semut siap kemas. Selain itu, dilakukan pula diskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi pelaku UMKM, seperti perluasan pasar, penguatan identitas produk, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan daya saing di tengah persaingan industri pangan yang semakin kompetitif.

Yulianto menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM menjadi langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal tanpa meninggalkan identitas budaya yang dimiliki.

“Gula semut bukan hanya sekadar produk pangan tradisional, tetapi juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Melalui sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku UMKM, kami berharap produk lokal seperti ini dapat memiliki jangkauan pasar yang lebih luas serta memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya dalam keterangan rilis yang diterima di Yogyakarta Senin (22/6).

Baca Juga : UBSI Latih Pengurus SALIMAH Manfaatkan AI dan CapCut untuk Dakwah Digital dan Pengembangan UMKM

Melalui kegiatan ini, UBSI kampus Yogyakarta berharap program pendampingan yang akan dilaksanakan mampu membantu UMKM Gula Semut Pak Ndut dalam mengembangkan strategi pemasaran, memperkuat branding, meningkatkan kualitas produk, serta memanfaatkan teknologi digital agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung keberlanjutan UMKM lokal sekaligus memperkuat posisi produk pangan berbasis kearifan lokal agar semakin dikenal, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga berpeluang menembus pasar internasional. (Safika)

Leave A Reply

Your email address will not be published.