Edukasi Etika Digital di SMAN 1 Majalaya Tekankan Bijak Bermedia Sosial dan Hormati Privasi

0 4

BSINews, Karawang – Mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang menggelar Edukasi mengenai Hak Asasi Manusia (HAM) dan Etika penggunaan media sosial di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Majalaya, Kabupaten Karawang, pada Selasa (28/4). Kegiatan bertema “Menyeimbangkan Kebebasan Berpendapat dan Hak Privasi di Media Sosial dalam Perspektif HAM” tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman siswa tentang pentingnya bertanggung jawab dalam berkomunikasi di ruang digital.

Siswa SMAN 1 Majalaya Diberi Pemahaman tentang Privasi dan Etika Digital

Program edukasi ini dipimpin oleh Muhammad Fauzi bersama anggota kelompok Ali Ghufron, Novri Arta Aulia Manalu, Raga Sukma Putra Wijaya, Rifky Dwi Alfiansyah, Syilfatul Zahra, Vito Dwi Cahyanto, dan Zahra Mutiara Dewi. Kegiatan tersebut juga mendapat pendampingan dari dosen Dr. Sri Suharti, S.Hum., M.Pd.

Dalam kegiatan itu, para siswa diajak memahami bahwa kebebasan berpendapat merupakan hak yang dilindungi dalam HAM. Namun, kebebasan tersebut tetap memiliki batas agar tidak melanggar privasi orang lain, memicu konflik, maupun menyebarkan informasi yang merugikan pihak tertentu.

Ketua kelompok, Muhammad Fauzi, mengatakan media sosial dapat menjadi sarana positif bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi dan pandangan. Meski demikian, penggunaan platform digital tetap perlu dibarengi etika dan kesadaran terhadap dampak komunikasi daring.

“Kami ingin siswa memahami bahwa media sosial bisa menjadi ruang yang baik untuk menyampaikan pendapat, tetapi penggunaannya tetap harus menghormati hak dan privasi orang lain,” ujarnya saat membuka kegiatan dalam rilis yang diterima di Karawang pada Selasa (19/5).

Materi yang disampaikan membahas berbagai persoalan yang sering muncul di media sosial, mulai dari penyebaran data pribadi, cyberbullying, ujaran kebencian, hingga penyebaran informasi tanpa proses verifikasi. Para peserta juga diajak mendiskusikan contoh kasus yang dekat dengan kehidupan remaja agar lebih mudah dipahami.

Dalam sesi diskusi, pemateri menekankan pentingnya menjaga data pribadi dan menghormati perbedaan pendapat saat berinteraksi di platform digital. Siswa juga diberikan pemahaman mengenai konsekuensi dari tindakan yang dilakukan di internet.

“Kebebasan berpendapat bukan berarti bebas menyebarkan kebencian atau membagikan data pribadi orang lain tanpa izin. Setiap orang memiliki hak untuk dihormati dan dilindungi privasinya,” kata Vito Dwi Cahyanto.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui metode diskusi dan simulasi sederhana mengenai etika komunikasi digital. Pendekatan tersebut dilakukan agar siswa tidak hanya menerima teori, tetapi juga memahami penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, peserta memperoleh edukasi mengenai pentingnya menyaring informasi sebelum membagikannya kembali di media sosial. Kemampuan memilah informasi dinilai menjadi keterampilan penting di tengah arus konten digital yang berkembang cepat.

Baca juga : Mahasiswa Gelar Edukasi HAM dan Etika Bermedia Sosial di SMAN 1 Majalaya

Rifky Dwi Alfiansyah mengatakan generasi muda perlu memahami bahwa aktivitas di media sosial dapat berdampak terhadap diri sendiri maupun lingkungan sosial di sekitarnya.

“Kami berharap siswa lebih bijak menggunakan media sosial dan menyadari bahwa setiap tindakan di ruang digital bisa memengaruhi orang lain,” ujarnya.

Sementara itu, Novri Arta Aulia Manalu menilai sikap saling menghargai di media sosial merupakan bagian dari penerapan HAM dalam kehidupan sehari-hari.

“Dengan menjaga etika digital, lingkungan online bisa menjadi lebih aman dan nyaman bagi semua pengguna,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diajak melihat media sosial sebagai sarana menyebarkan konten edukatif, kreativitas, dan komunikasi yang sehat. Para pemateri menekankan bahwa platform digital tidak hanya digunakan untuk hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk membangun budaya komunikasi yang positif.

Raga Sukma Putra Wijaya menyebut pemahaman mengenai hak dan kewajiban dalam bermedia sosial penting agar generasi muda lebih bertanggung jawab saat berinteraksi secara daring.

“Dengan memahami hak dan kewajiban, siswa bisa lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial dan menghindari tindakan yang merugikan orang lain,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari peserta. Salah satu peserta, Syilfatul Zahra, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara kebebasan berpendapat dan hak privasi.

“Melalui kegiatan ini, kami belajar bahwa media sosial bukan hanya tempat untuk berekspresi, tetapi juga ruang yang harus digunakan dengan tanggung jawab,” katanya.

Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa UBSI kampus Karawang diharapkan mampu menjadi agen literasi digital yang mendorong penggunaan media sosial secara bijak dan bertanggung jawab di kalangan generasi muda. UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif terus berkomitmen menghadirkan kegiatan edukatif yang memperkuat karakter, etika, dan kesadaran sosial mahasiswa di era digital. (Indari)

Leave A Reply

Your email address will not be published.