Edukasi Pengelolaan Keuangan Dorong Terbentuknya Generasi Melek Finansial di SMA Negeri 1 Telagasari

0 29

BSINews, Karawang – Kesadaran akan pentingnya literasi keuangan sejak usia sekolah terus menjadi perhatian berbagai pihak. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Karawang hadir memberikan edukasi pengelolaan keuangan kepada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 1 Telagasari pada Senin (27/10).

Edukasi bertajuk Membangun Generasi Melek Finansial ini melibatkan mahasiswa Program Studi Akuntansi semester 5. Mereka hadir tidak sekadar menyampaikan materi, tetapi juga mengajak siswa memahami pengelolaan keuangan secara praktis dan aplikatif.

Literasi Keuangan Diperkuat Lewat Edukasi dan Simulasi Anggaran

UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif, terus mendorong mahasiswanya untuk aktif berkontribusi langsung kepada masyarakat melalui program edukasi dan pengabdian berbasis literasi keuangan. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran finansial sejak dini pada generasi muda.

“Bukan sekadar teori, kami ingin siswa benar-benar merasakan bagaimana rasanya mengatur uang mereka sendiri,” ujar Jennieka Salsabila selaku Ketua Pelaksana kegiatan dalam keterangan rilis, Selasa (28/10).

Dalam sesi pembukaan, Jennieka menjelaskan dasar-dasar literasi keuangan, mulai dari membedakan kebutuhan dan keinginan, pentingnya menabung, hingga menyusun perencanaan keuangan pribadi. Materi disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh siswa kelas X.

Baca juga: UBSI Kampus Digital Kreatif Gerakkan Literasi AI di Kalangan Pelajar Karawang

Selain itu, mahasiswa UBSI kampus Karawang menggunakan metode interaktif melalui diskusi dan kuis singkat. Pendekatan ini membuat suasana kelas menjadi lebih hidup dan mendorong siswa untuk aktif berpartisipasi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin peserta memahami bahwa mengatur keuangan bukan hanya urusan orang dewasa. Justru sejak remaja, mereka harus belajar memprioritaskan kebutuhan agar tidak boros,” tutur Jennieka.

Kegiatan edukasi yang diikuti oleh 41 siswa kelas X-2 tersebut berlangsung dengan antusias. Banyak siswa mulai berani menceritakan kebiasaan mereka dalam menggunakan uang saku, yang kemudian dievaluasi bersama oleh mahasiswa UBSI kampus Karawang.

Memasuki sesi berikutnya, siswa diajak mengikuti simulasi penyusunan anggaran sederhana menggunakan media spreadsheet. Setiap kelompok diberikan anggaran Rp200.000 dan diminta menyusun rencana pengeluaran selama satu minggu.

Suasana kelas pun berubah menjadi lebih dinamis. Para siswa berdiskusi menentukan prioritas pengeluaran, mulai dari kebutuhan transportasi, jajan, hingga alokasi tabungan. Dari simulasi ini, siswa mulai memahami tantangan dalam mengelola keuangan dengan dana terbatas.

“Selama ini saya belum pernah mengatur uang saku. Kegiatan ini jadi pengalaman baru yang bikin saya sadar pentingnya mengatur pengeluaran dengan baik, dan saya akan mencoba praktiknya langsung,” ungkap Dzilky, salah satu peserta.

Pendekatan praktik ini membuat materi literasi keuangan lebih mudah dipahami dan membekas. Siswa tidak hanya menerima pengetahuan, tetapi juga pengalaman nyata yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Program Studi Akuntansi UBSI kampus Karawang dikenal aktif dalam kegiatan PKM. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga keterampilan komunikasi, kepemimpinan, dan empati sosial.

Baca juga: Workshop Digital Kreatif UBSI Kampus Karawang Pacu Inovasi Pelajar di Era AI

Kolaborasi antara UBSI kampus Karawang dan SMA Negeri 1 Telagasari menjadi contoh peran nyata perguruan tinggi dalam mendukung pembentukan karakter dan kecakapan hidup generasi muda. Di tengah perkembangan ekonomi digital, kemampuan mengelola keuangan menjadi bekal penting untuk menghadapi masa depan.

“Melalui simulasi pengelolaan keuangan, kami berharap siswa dapat membentuk kebiasaan mengatur keuangan secara lebih bijak. Semoga kegiatan ini memberi manfaat nyata dan menumbuhkan semangat belajar yang berkelanjutan,” tambah Jennieka.

Menjelang akhir kegiatan, para siswa tampak masih berdiskusi mengenai rencana menabung dan pengelolaan uang saku mereka. Dari ruang kelas sederhana di Telagasari, tumbuh kesadaran baru bahwa edukasi literasi keuangan merupakan langkah awal menuju kemandirian dan masa depan yang lebih cerah.(Dina Olivia)

Leave A Reply

Your email address will not be published.