Big Data Adalah Kumpulan Data Raksasa, Ini Contohnya dalam Kehidupan Sehari-hari

0 9

Pernah heran kenapa aplikasi belanja seperti tahu barang yang sedang anda incar, atau kenapa peta digital bisa memperkirakan jalan mana yang macet? Jawabannya ada pada data dalam jumlah sangat besar. Big data adalah istilah untuk kumpulan data yang volumenya, kecepatan masuknya, dan ragam bentuknya terlalu besar untuk diolah dengan cara biasa.

Buat mahasiswa pemula, big data adalah konsep yang sering terdengar rumit padahal contohnya dekat sekali dengan keseharian. Yuk, kita bahas pelan-pelan, mulai dari pengertian sampai kaitannya dengan jurusan yang mungkin anda pilih.

Big Data Adalah Apa Sebenarnya

Secara sederhana, big data adalah data berukuran raksasa yang terus bertambah dan datang dari banyak sumber, misalnya transaksi belanja, riwayat pencarian, sensor, dan media sosial. Data sebanyak itu tidak muat di satu spreadsheet, sehingga butuh sistem penyimpanan dan pengolahan khusus.

Para praktisi biasanya menjelaskan bahwa big data adalah data yang punya lima ciri, dikenal dengan sebutan 5V. Lima ciri ini membantu anda menilai apakah sebuah data memang layak disebut besar, atau cuma banyak.

Lima Ciri yang Membuat Big Data Adalah Data yang Berbeda

Supaya mudah diingat, berikut penjelasan singkat untuk masing-masing ciri.

  • Volume berarti jumlah datanya sangat besar, mulai dari gigabita hingga petabita.
  • Velocity berarti kecepatan data masuk dan perlu diproses, misalnya transaksi yang terjadi setiap detik.
  • Variety berarti ragam bentuk data, dari angka dan teks sampai foto dan video.
  • Veracity berarti tingkat kebenaran data, karena data yang kotor bisa menyesatkan keputusan.
  • Value berarti nilai yang bisa diambil, sebab data sebesar apa pun tidak berguna kalau tidak menghasilkan wawasan.

Dengan kelima ciri tersebut, big data adalah bahan mentah yang baru bermakna setelah diolah dan dianalisis.

Baca juga: Spotify Wrapped Selalu Bikin Ramai Tiap Akhir Tahun, Ini Rahasia Desain Visual yang Bikin Pengen Dibagikan

Contoh Big Data Adalah Hal yang Anda Temui Setiap Hari

Contoh paling dekat adalah rekomendasi belanja. Toko daring mencatat barang yang anda lihat, simpan, dan beli, lalu sistem mencari pola untuk menawarkan produk lain yang kemungkinan cocok. Di sini, big data adalah fondasi yang membuat rekomendasi terasa personal.

Contoh berikutnya adalah peta lalu lintas. Aplikasi peta menggabungkan data lokasi dari banyak perangkat untuk memperkirakan kepadatan jalan. Makin banyak data yang masuk, makin baik perkiraannya, meski tetap bisa meleset ketika ada kejadian mendadak.

Ada juga rekomendasi lagu dan video yang muncul sesuai kebiasaan anda. Semua itu lahir dari pengolahan riwayat tontonan atau dengaran dalam skala besar. Jadi, big data adalah sesuatu yang sebenarnya sudah anda pakai, bahkan sebelum mengenal istilahnya.

Sektor lain pun serupa. Bank memakai data transaksi untuk mendeteksi aktivitas yang tidak biasa, rumah sakit memakai data pasien untuk merencanakan layanan, dan pemerintah memakai data kependudukan untuk menyusun kebijakan. Di semua bidang itu, nilai tambahnya muncul ketika data dibaca oleh orang yang paham konteksnya.

Cara Mengolah Big Data Adalah Soal Alur, Bukan Alat Saja

Sering muncul anggapan bahwa big data adalah urusan alat canggih semata. Padahal alurnya yang lebih penting. Data dikumpulkan, disimpan, dibersihkan, dianalisis, lalu ditampilkan dalam bentuk yang mudah dibaca, misalnya grafik atau dashboard.

Untuk tahap analisis, mahasiswa biasanya mulai dari SQL dan Python, kemudian mengenal perangkat seperti Hadoop atau Spark untuk data yang jauh lebih besar. Tidak perlu langsung menguasai semuanya, cukup pahami logikanya dulu.

Setiap tahap punya tantangan sendiri. Pengumpulan butuh sumber yang jelas, penyimpanan butuh kapasitas, dan analisis butuh pertanyaan yang tepat. Itu sebabnya mahasiswa dilatih berpikir sistematis sebelum menyentuh perangkat apa pun.

Satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah etika. Data pelanggan termasuk data pribadi yang dilindungi Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi, jadi pengolahannya perlu izin dan tujuan yang jelas. Big data adalah aset berharga, tetapi juga tanggung jawab.

Kuliah di UBSI untuk Memahami Big Data

Kalau topik ini bikin anda penasaran, memilih program studi yang tepat bisa jadi langkah awal. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) menawarkan program studi Sistem Informasi dan Informatika yang membahas basis data, analisis sistem, dan pemrograman, tiga fondasi penting untuk bekerja dengan data.

UBSI memiliki akreditasi unggul, puluhan ribu alumni yang berkarier di berbagai industri, dan biaya pendidikan yang terjangkau. Menurut UniRank 2026, BSI berada di peringkat 52 di Indonesia. Bagi anda yang ingin menekuni dunia data, UBSI layak masuk daftar pertimbangan.

Pada akhirnya, big data adalah kemampuan membaca pola dari data yang tampak berantakan. Mulailah dari rasa penasaran terhadap hal sederhana di sekitar anda, misalnya mencoba menebak kenapa aplikasi favorit anda merekomendasikan sesuatu, lalu cari tahu cara kerjanya. Kebiasaan kecil seperti ini melatih nalar analitis yang dibutuhkan banyak profesi.

Leave A Reply

Your email address will not be published.