eSIM Semakin Efektif Digunakan di Indonesia: Transformasi Digital Telekomunikasi Kian Nyata
BSINews, Purwokerto — Teknologi embedded SIM atau eSIM kini semakin luas digunakan di Indonesia dan menunjukkan efektivitasnya dalam mendukung transformasi digital sektor telekomunikasi. Berbeda dengan kartu SIM konvensional, eSIM memungkinkan pengguna mengaktifkan jaringan seluler langsung melalui perangkat tanpa perlu memasang kartu fisik.
Perkembangan ini menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi layanan telekomunikasi terus bergerak maju. Sejalan dengan hal tersebut, Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif menilai eSIM sebagai salah satu inovasi penting yang mencerminkan arah transformasi teknologi berbasis efisiensi, fleksibilitas, dan konektivitas digital.
Adopsi eSIM di Indonesia Terus Meningkat
Berdasarkan laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), jumlah aktivasi eSIM di Indonesia meningkat hingga 110 persen sepanjang tahun 2024. Lonjakan ini dipicu oleh meningkatnya penjualan perangkat yang telah mendukung eSIM serta proses aktivasi yang kini sepenuhnya dapat dilakukan secara digital tanpa harus mendatangi gerai operator.
Dari sisi pengguna, eSIM memberikan kemudahan dalam berpindah operator, menambahkan nomor kedua, hingga mengatur koneksi internasional tanpa harus mengganti kartu SIM. Sementara itu, operator telekomunikasi juga merasakan efisiensi signifikan, terutama dalam aspek distribusi dan logistik karena tidak lagi bergantung pada produksi kartu fisik.
Baca juga: Automasi Pekerjaan Kompleks: AI Lebih dari Sekadar Menangani Tugas Rutinitas
Tantangan Implementasi dan Potensi Pengembangan
Meski demikian, penerapan eSIM di Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan. Belum semua operator menyediakan layanan eSIM secara merata, dan tidak seluruh perangkat konsumen telah mendukung teknologi ini. Tantangan lain juga terletak pada literasi digital masyarakat yang masih perlu terus ditingkatkan.
Selain pada smartphone, eSIM memiliki potensi besar untuk diterapkan di berbagai sektor lain, seperti perangkat wearable (smartwatch), Internet of Things (IoT), kendaraan pintar, hingga sistem keamanan digital. Keunggulan eSIM dalam menghadirkan konektivitas yang praktis dan tanpa batas menjadikannya komponen penting dalam ekosistem transformasi digital nasional.
Peran eSIM dalam Ekosistem Digital Masa Depan
Seiring pengembangan jaringan 5G dan adopsi teknologi pintar di berbagai bidang, eSIM diperkirakan akan memainkan peran strategis dalam mendorong efisiensi dan fleksibilitas layanan digital. Dalam konteks ini, UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif memandang pemahaman terhadap teknologi eSIM dan ekosistem digitalnya sebagai kompetensi penting yang perlu dikenalkan sejak dini kepada mahasiswa agar siap menghadapi kebutuhan industri masa depan.
Transformasi digital telekomunikasi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia. Dengan pemanfaatan eSIM dan inovasi digital lainnya, Indonesia semakin dekat menuju ekosistem digital yang terintegrasi, efisien, dan berkelanjutan.(Tiara Sari)