Fenomena Quarter Life Crisis di Kalangan Mahasiswa: Bagaimana Menghadapinya?

0 62

BSINews, Bekasi – Fenomena quarter life crisis kini semakin sering dialami oleh mahasiswa, terutama mereka yang berada pada fase peralihan dari remaja menuju dewasa. Banyak mahasiswa merasa cemas dengan masa depan, bingung menentukan arah hidup, bahkan meragukan kemampuan diri sendiri. Kondisi ini menjadi perhatian penting di lingkungan kampus, termasuk di Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Sebagai kampus Digital Kreatif yang terus berupaya meningkatkan kesadaran mahasiswa terhadap kesehatan mental.

Fenomena Quarter Life Crisis di Kalangan Mahasiswa: Bagaimana Menghadapinya?

Quarter life crisis adalah fase di mana seseorang merasa gelisah, tidak percaya diri, dan mempertanyakan banyak hal tentang kehidupannya. Biasanya terjadi pada usia 18–25 tahun, masa di mana mahasiswa mulai dihadapkan pada tuntutan akademik, persiapan karier, serta tekanan sosial.

Beban kuliah yang padat, tuntutan nilai tinggi, dan tekanan untuk segera sukses sering kali memicu stres berlebih. Selain itu, media sosial turut memperburuk kondisi dengan menumbuhkan budaya perbandingan yang tidak sehat.

“Banyak mahasiswa merasa tertinggal karena terlalu sering membandingkan diri dengan orang lain. Padahal setiap individu memiliki waktu dan jalannya masing-masing,” ujar Nicodias Palasara.

Baca Juga:Fenomena Quarter Life Crisis di Kalangan Mahasiswa: Bagaimana Menghadapinya?

Quarter life crisis sering muncul di pertengahan masa kuliah atau menjelang kelulusan, ketika mahasiswa mulai mempertanyakan pilihan jurusan, prospek kerja, hingga arah hidup. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan mental, seperti stres, kecemasan, bahkan depresi jika tidak ditangani dengan baik.

UBSI juga terus mengedukasi mahasiswa agar mampu menjaga keseimbangan hidup melalui kegiatan positif, pengembangan diri, serta dukungan komunitas kampus yang sehat dan inklusif. (Safika Rahman)

Leave A Reply

Your email address will not be published.