Hadapi UAS Tanpa SKS, Ini Perbandingan Metode Pomodoro dan Feynman
BSINews, Sukabumi – Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) sebagai Kampus Digital Kreatif terus mendorong mahasiswa untuk menerapkan strategi belajar yang efektif, terutama menjelang Ujian Akhir Semester (UAS). Tekanan materi yang menumpuk dan waktu belajar yang terbatas kerap membuat mahasiswa tergoda menerapkan Sistem Kebut Semalam (SKS), meski cara tersebut sering berujung pada hasil yang kurang maksimal.
Hadapi UAS Tanpa SKS, Ini Perbandingan Metode Pomodoro dan Feynman
Belajar efektif tidak selalu berarti menghabiskan waktu berjam-jam di depan buku. Kualitas metode justru menjadi faktor utama agar materi lebih mudah dipahami dan diingat. Dua teknik belajar yang banyak digunakan mahasiswa saat ini adalah metode Pomodoro dan Feynman, yang masing-masing memiliki keunggulan berbeda.
Metode Pomodoro menekankan manajemen waktu dengan membagi sesi belajar selama 25 menit fokus penuh, diselingi istirahat singkat selama lima menit. Pola ini membantu mahasiswa menjaga konsentrasi dan menghindari kelelahan mental. Teknik ini cocok diterapkan saat membaca materi, menghafal konsep, atau mengerjakan latihan soal. Namun, jeda waktu yang terjadwal terkadang dapat mengganggu alur berpikir ketika mahasiswa sedang mendalami materi tertentu.
Baca juga: Vibe Coding di Kalangan Mahasiswa Sistem Informasi, Tren Santai yang Penuh Tantangan
Sementara itu, teknik Feynman lebih menitikberatkan pada pemahaman konsep. Mahasiswa diminta menjelaskan kembali materi dengan bahasa sederhana, seolah sedang mengajar orang lain. Cara ini efektif untuk menguji sejauh mana pemahaman terhadap materi, khususnya pada mata kuliah yang bersifat konseptual dan analitis. Tantangannya, metode ini membutuhkan waktu dan keterlibatan aktif yang lebih besar.
Menghadapi UAS, kombinasi kedua metode dinilai menjadi strategi paling efektif. Pomodoro dapat digunakan untuk mengatur ritme belajar agar tetap fokus, sementara teknik Feynman membantu memastikan materi benar-benar dipahami secara mendalam.
Selain metode belajar, lingkungan juga berperan penting. UBSI Sukabumi menghadirkan fasilitas belajar yang nyaman dan kondusif, seperti ruang belajar tenang dan area diskusi modern, sehingga mahasiswa dapat menerapkan berbagai strategi belajar secara optimal. Dengan pendekatan yang tepat dan dukungan lingkungan akademik yang baik, persiapan UAS dapat berjalan lebih terarah dan minim stres.(Niken)