Membuat Pendahuluan Jurnal yang Baik dan Sesuai Topik Pembahasan
BSINews — Pendahuluan merupakan bagian awal dari sebuah artikel ilmiah atau jurnal yang memiliki peran penting, yaitu menarik perhatian pembaca sekaligus memberikan gambaran umum mengenai konteks penelitian. Melalui pendahuluan, penulis menjelaskan latar belakang masalah, alasan dilakukannya penelitian, serta tujuan yang ingin dicapai. Oleh karena itu, pendahuluan yang baik harus disusun secara sistematis, logis, dan relevan dengan topik yang dibahas.
Membuat Pendahuluan Jurnal yang Baik dan Sesuai Topik
1. Menyusun Latar Belakang Masalah
Langkah pertama dalam membuat pendahuluan adalah menyajikan latar belakang masalah. Bagian ini menjelaskan konteks dan urgensi penelitian, termasuk kondisi aktual yang menjadi dasar penelitian, baik dari sisi fenomena sosial, perkembangan teknologi, maupun hasil penelitian terdahulu. Latar belakang harus menunjukkan adanya kesenjangan (gap) antara teori dan praktik, atau antara penelitian sebelumnya dengan kondisi nyata di lapangan.
Contoh: Jika penelitian membahas efektivitas penggunaan media pembelajaran digital, pendahuluan dapat diawali dengan penjelasan mengenai perkembangan teknologi pendidikan, tantangan dalam proses belajar daring, serta hasil studi sebelumnya yang menunjukkan keterbatasan metode konvensional.
2. Meninjau Penelitian Terdahulu (State of the Art)
Bagian ini memperkuat dasar teoritis dan posisi penelitian yang sedang dilakukan. Penulis perlu mengutip beberapa hasil penelitian terdahulu yang relevan untuk menunjukkan peta penelitian (research map). Tujuannya adalah agar pembaca memahami posisi penelitian baru ini—apakah memperkuat, memperbarui, atau menolak teori yang sudah ada.
Sumber yang digunakan sebaiknya berasal dari referensi terbaru (maksimal 5 tahun terakhir) dan terbit di jurnal bereputasi, sehingga pendahuluan terlihat aktual dan memiliki dasar ilmiah yang kuat.
3. Merumuskan Permasalahan dan Kesenjangan Penelitian
Setelah menjelaskan latar belakang dan hasil penelitian terdahulu, penulis perlu mengidentifikasi masalah utama yang menjadi fokus penelitian. Permasalahan ini harus jelas, spesifik, dan relevan dengan bidang ilmu yang digeluti.
Contoh pernyataan rumusan masalah:
-
“Namun, penelitian sebelumnya belum banyak membahas…”
-
“Masih terdapat perbedaan hasil dalam penelitian mengenai…”
Rumusan masalah yang baik akan membantu pembaca memahami pentingnya penelitian ini dan kontribusinya terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.
Baca juga: Cari Jurnal Internasional Gratis dan Legal? Ini Daftarnya!
4. Menyampaikan Tujuan dan Manfaat Penelitian
Bagian akhir pendahuluan menjelaskan tujuan penelitian secara eksplisit, yang harus berkaitan langsung dengan permasalahan yang telah diuraikan sebelumnya. Selain itu, penulis dapat menambahkan manfaat penelitian, baik dari sisi teoritis (pengembangan ilmu) maupun praktis (solusi terhadap permasalahan di lapangan).
5. Menjaga Keterpaduan dan Relevansi
Pendahuluan yang baik memiliki alur logis dari latar belakang hingga tujuan penelitian. Setiap paragraf harus saling berhubungan dan mendukung argumen utama. Hindari pembahasan yang terlalu luas, berulang, atau tidak relevan dengan topik yang akan dibahas dalam isi jurnal.(Tiara Sari)