BSINews, Yogyakarta – Dalam rangka mendukung transformasi digital dan pengembangan wirausaha berbasis teknologi, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Penelitian (BPSDMP) Kominfo Yogyakarta menggelar Rapat Evaluasi Kegiatan Digital Entrepreneurship Academy (DEA) 2025. Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk meninjau capaian, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan langkah strategis agar pelaksanaan program berikutnya lebih efektif. Rapat ini dilaksanakan pada Rabu (27/8) bertempat di Hotel Aston Inn Semarang dan berlangsung secara hybrid melalui aplikasi Zoom Meeting.
UBSI Optimalkan Dampak Pelatihan Digital bagi Mahasiswa
Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) turut hadir dalam kegiatan tersebut. UBSI diwakili oleh Noor Hasan, dosen UBSI kampus Yogyakarta yang juga merupakan salah satu Training of Trainers (ToT) Pemasaran Digital dengan Kecerdasan Buatan (AI) untuk Wirausaha. Evaluasi ini bertujuan untuk meninjau capaian pelaksanaan program DEA 2025, mengidentifikasi kendala, serta merumuskan strategi perbaikan untuk kegiatan mendatang.
Acara diawali dengan sambutan Kepala BPSDMP Kominfo Yogyakarta, Dr. Anton Susanto, yang menekankan pentingnya peningkatan kualitas pelatihan digital entrepreneurship dalam mendukung transformasi digital nasional. Selanjutnya, PIC DEA, Theresia Murti Herawati, memaparkan laporan capaian program, data peserta, kendala teknis, serta rekomendasi perbaikan ke depan. Sesi diskusi interaktif kemudian menjadi penutup kegiatan, memberikan ruang bagi para peserta untuk menyampaikan masukan konstruktif.
Program DEA 2025 mencakup tiga materi utama, yaitu Pemasaran Digital dengan Kecerdasan Buatan untuk Wirausaha, Digitalisasi UMKM Berbasis Syariah, dan Pemasaran Digital Dasar. Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu mengembangkan usaha berbasis teknologi digital sekaligus memahami penerapan aspek etis dalam berbisnis.
Berdasarkan laporan, total peserta pelatihan DEA 2025 mencapai 979 orang. Dari jumlah tersebut, 433 peserta berasal dari UBSI yang tersebar di Kampus Tegal, Purwokerto, Yogyakarta, dan Solo. UBSI kampus Yogyakarta mencatat capaian membanggakan dengan 92 mahasiswa yang mendaftar pada materi Pemasaran Digital dengan AI untuk Wirausaha, di mana 87 mahasiswa dinyatakan lulus, menghasilkan tingkat kelulusan hingga 98 persen.
Terkait capaian tersebut, Noor Hasan, dosen UBSI kampus Yogyakarta sekaligus ToT Pemasaran Digital dengan AI untuk Wirausaha, menyampaikan pentingnya pelatihan ini bagi mahasiswa agar memiliki keterampilan digital yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Keikutsertaan mahasiswa UBSI dalam program ini sangat penting untuk membekali mereka dengan keterampilan digital terkini. Kami berharap pelatihan ini tidak hanya berhenti di teori, tetapi juga diterapkan dalam pengembangan usaha mereka,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/8).
Baca juga: UBSI Perkuat Peran Strategis dalam Evaluasi Program DEA 2025 Kominfo
Meski berjalan dengan baik, terdapat sejumlah catatan perbaikan. Kendala yang kerap muncul adalah gangguan teknis pada proses pendaftaran melalui platform digitalent.komdigi.go.id akibat server yang tidak stabil. Selain itu, sebagian peserta tidak mengerjakan tugas yang diberikan, sehingga tidak mendapatkan penilaian dan dinyatakan tidak lulus. Dari sisi pengajar, pelatihan daring dinilai menyulitkan pemantauan peserta hingga akhir, sehingga disarankan agar pelaksanaan mendatang dilakukan secara tatap muka untuk meningkatkan efektivitas.
Masukan lain yang mengemuka adalah perlunya pendampingan dan pemantauan berkelanjutan setelah pelatihan agar alumni benar-benar dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh. Melalui rekomendasi ini, diharapkan program DEA selanjutnya dapat berjalan lebih baik, efektif, dan memberikan dampak nyata.
UBSI sebagai Kampus Digital Kreatif menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program pemerintah dalam mencetak wirausaha digital yang kompeten, adaptif, dan siap bersaing di era ekonomi berbasis teknologi.(Tiara Sari)