General Lecture UBSI Kampus Yogyakarta Bekali Mahasiswa Hadapi Persaingan Kerja Digital Global
BSINews, Yogyakarta – Program Studi Sistem Informasi Fakultas Teknik dan Informatika Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Yogyakarta sebagai Kampus Digital Kreatif sukses menyelenggarakan General Lecture bertajuk “Bridging Academia & Industry: Preparing Students for the Future of Digital Innovations” pada Kamis (25/6) di Wisma UBSI kampus Yogyakarta. Kegiatan yang berlangsung pukul 14.00–16.00 WIB ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Sistem Informasi semester 2, 4, dan 6 serta dosen sebagai bagian dari upaya menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan industri digital.
General Lecture UBSI Bekali Mahasiswa Hadapi Persaingan Kerja Digital Global
General Lecture menghadirkan Satria Megha Prassila, Operation Manager PT Neusoft Indonesia, yang membagikan wawasan mengenai perkembangan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI), peluang karier global, serta kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa agar mampu bersaing di era transformasi digital.
Suasana kegiatan berlangsung meriah sejak awal. Seluruh rangkaian acara dipandu oleh mahasiswa menggunakan bahasa Inggris, termasuk sambutan yang disampaikan oleh Ketua Program Studi Sistem Informasi kampus Yogyakarta, Dr. Anik Andriani, sebagai bentuk komitmen program studi dalam membangun budaya akademik yang berwawasan internasional.
Dalam sambutannya, Dr. Anik Andriani menegaskan bahwa kemampuan teknis harus diimbangi dengan kemampuan komunikasi global, khususnya penguasaan bahasa Inggris. Menurutnya, kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk memasuki dunia kerja internasional.
“Dunia industri bergerak sangat cepat, terutama dengan hadirnya kecerdasan buatan dan transformasi digital. Karena itu, kami ingin mahasiswa tidak hanya menguasai teori di kelas, tetapi juga memahami kebutuhan industri secara langsung melalui pengalaman para praktisi. Harapan kami, kegiatan seperti ini dapat membangun kepercayaan diri mahasiswa untuk bersaing, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat global,” ujar Anik dalam keterangan rilis di Yogyakarta, Jumat (26/6).
Pada sesi utama, Satria Megha Prassila memperkenalkan Nexlence Technologies Pte. Ltd., perusahaan penyedia solusi Customer Experience (CX) berbasis AI yang berkantor pusat di Singapura. “Pemanfaatan platform cerdas AIRS dalam mendukung layanan pelanggan berbasis multichannel dan multibahasa, sekaligus memperkenalkan Hangji Program (The Celestial Voyagers) sebagai program pengembangan talenta internasional bagi karyawan berprestasi,” jelasnya.
Kepala Kampus UBSI kampus Yogyakarta, Erlangga Brahmanto, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai salah satu upaya kampus dalam memperkuat kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja digital.
“General Lecture ini menjadi wujud nyata komitmen UBSI dalam menghadirkan pembelajaran yang selaras dengan perkembangan industri. Kami ingin mahasiswa memperoleh wawasan langsung dari para praktisi sehingga memiliki kompetensi, pola pikir global, dan kesiapan yang lebih baik untuk menghadapi persaingan kerja di era transformasi digital,” ungkapnya.
Baca juga : Mahasiswa UBSI Wakili Indonesia dalam Forum Internasional Young Canadian Indigenous Leaders Gathering
Melalui penyelenggaraan General Lecture ini, Program Studi Sistem Informasi UBSI kampus Yogyakarta kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan kegiatan akademik yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat kompetensi mahasiswa, memperluas wawasan mengenai dunia kerja global, serta menghasilkan lulusan yang adaptif, profesional, dan siap berkontribusi dalam ekosistem digital yang terus berkembang,” tutup Erlangga. (Alisa)